Apa itu PM-AAS dan mengapa drone dipertunjukkan
PM-AAS adalah singkatan dari Pertanian Modern – Advanced Agriculture System, program yang digelar sebagai bagian dari agenda strategis Kementerian Pertanian. Dalam kegiatan di Desa Lera, nama program itu diterjemahkan menjadi praktik: penanaman perdana, penyerahan alsintan, dan demonstrasi teknologi drone.
Bagi petani, daya tarik mekanisasi bukan pada teknologinya, melainkan pada dua hal yang bisa diukur: waktu kerja yang lebih singkat dan biaya per hektare yang lebih terkendali. Penyemprotan dengan drone, misalnya, bisa memangkas kebutuhan tenaga kerja harian, tetapi hanya efisien jika luas garapan cukup dan ada operator terlatih di sekitar lokasi.
Di sinilah peran 134 penyuluh yang hadir menjadi kunci. Tanpa pendampingan, alat baru cenderung dipakai sesekali lalu ditinggalkan. Sebaliknya, jika penyuluh menguasai cara pakai dan perawatan, alsintan bisa berpindah dari satu kelompok tani ke kelompok lain dalam satu musim.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Pengawasan dewan dan taruhan politiknya
Kehadiran legislator di kegiatan ini menunjukkan pertanian tetap menjadi agenda yang diperebutkan. Ketua Komisi I DPRD Luwu Timur, Sukman Sadike, turut hadir. Tekape.co juga mencatat kehadiran anggota DPRD Firman Udding dalam kegiatan yang sama, yang duduk di Komisi II bidang ekonomi.
Bagi warga, kehadiran itu punya makna praktis: anggaran alsintan, subsidi transportasi, dan perbaikan akses usaha tani dibahas di komisi dan badan anggaran. Tanpa pengawasan, daftar penerima bantuan mudah berubah menjadi daftar nama yang akrab dengan pengurus, bukan yang paling membutuhkan.
Karena itu, tiga hal berikut layak ditagih dalam beberapa bulan ke depan. Pertama, daftar 37 kelompok tani penerima bantuan beserta jenis dan jumlah alatnya, agar bisa dicek publik. Kedua, realisasi janji edaran BBM untuk petani dan nelayan, termasuk mekanisme pengawasannya di tingkat penyalur. Ketiga, kepastian penggantian traktor Kelompok Tani Harapan Makmur, apakah benar-benar terealisasi atau berhenti di tahap pemeriksaan.
Pertanyaan yang sering muncul
Kapan tanam perdana PM-AAS digelar dan di mana?
Kegiatan digelar Selasa, 3 November 2026, di Desa Lera, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur. Acara dirangkaikan dengan rapat koordinasi penyuluh pertanian program strategis Kementerian Pertanian.
Berapa penyuluh dan kelompok tani yang terlibat?
Sebanyak 134 penyuluh pertanian mengikuti rapat koordinasi, sementara 37 kelompok tani menerima bantuan bibit dan alsintan secara simbolis.
Apakah edaran BBM untuk petani sudah terbit?
Belum. Bupati menyebut edaran akan ada “minggu depan” dalam kegiatan 3 November 2026. Sampai berita ini ditulis, belum ada salinan edaran yang dipublikasikan sehingga isinya belum bisa diverifikasi.
Sumber dan bacaan terkait
Artikel ini disusun dari laporan Luwuraya.com berjudul “Bupati Irwan Optimistis Musim Tanam Ketiga Lanjut di Musim Kemarau Luwu Timur” dan “Bupati Luwu Timur Dengar Aspirasi Petani soal BBM, Jembatan, dan Traktor”, serta laporan Tekape.co “Dukung Ketahanan Pangan, Dua Legislator Lutim Hadir di Tanam Perdana Pertanian Modern”. Data peserta, kutipan, dan lokasi kegiatan merujuk pada pemberitaan tersebut.
Baca juga: Berita Luwu Timur: Petani Mahalona dan Ekspedisi Unhas, Berita Lutim: Pasar Murah Hari Pangan Sedunia di Malili, dan PAN Luwu Timur: Firman Udding Kawal Nasib Petani Desa.
Baca juga
- Berita Luwu Timur: Kemiskinan Lutim Turun ke 5,52 Persen
- Berita Luwu Timur: Luwu Raya Bebas Peringatan Kekeringan
- Berita Lutim: Produk Unggulan Luwu Timur di Sulsel Expo
Kumpulan berita terbaru seputar Luwu Timur hari ini ada di kanal Luwu Timur hari ini.


