Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Desa & Kecamatan

Luwu Timur: Bupati Datangi Warga Wotu, Sampah Jadi Sorotan

14 September 2026 • Admin
Bupati Luwu Timur berdialog bersama warga Kecamatan Wotu di salah satu rumah warga Desa Arolipu
Gambar: Pedomanrakyat.com

LUWU TIMUR — Sejumlah persoalan infrastruktur dan kebutuhan dasar warga menjadi sorotan dalam dialog Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, bersama masyarakat Kecamatan Wotu, Sabtu malam (12/9/2026). Dialog itu digelar agar warga tak perlu menempuh perjalanan jauh untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi.

Acara berlangsung di salah satu rumah warga di Desa Arolipu, Kabupaten Luwu Timur, selama sekitar tiga jam. Irwan didampingi sejumlah kepala perangkat daerah dan mendengarkan langsung berbagai aspirasi masyarakat yang hadir.

Warga menyampaikan sejumlah kebutuhan, mulai dari penerangan jalan, kondisi infrastruktur desa, penanganan sampah, rumah tidak layak huni, hingga insentif bagi perangkat desa dan keagamaan.

Dua kepala desa yang mendampingi warga dalam dialog tersebut adalah Kepala Desa Bawalipu, Wahyuddin, dan Kepala Desa Lampenai, M. Zainal Bachrie.

Aspirasi Warga Wotu: Lampu Jalan hingga Rumah Tidak Layak Huni

Dalam dialog tersebut, warga meminta pemerintah daerah menambah dan memperbaiki lampu penerangan di sejumlah ruas jalan desa. Warga juga mengusulkan bantuan perbaikan bagi rumah yang kondisinya sudah tidak layak huni.

Permintaan itu muncul karena penerangan jalan dinilai berkaitan langsung dengan keselamatan dan aktivitas warga pada malam hari, terutama di ruas yang menghubungkan permukiman dengan jalan poros.

Sementara usulan bedah rumah menyasar keluarga yang tinggal di bangunan dengan kondisi konstruksi sudah menurun. Warga berharap ada program yang bisa menjangkau rumah-rumah tersebut secara bertahap.

Menanggapi aspirasi tersebut, Irwan menjelaskan bahwa pemerintah daerah akan menanganinya secara bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas dan kemampuan anggaran. Penanganan dipetakan berdasarkan urgensi dan kesiapan dokumen.

Penanganan Sampah Tidak Bisa Sepenuhnya Dibebankan ke Pemerintah Daerah

Untuk persoalan sampah, Irwan meminta pemerintah desa dan masyarakat ikut mengambil peran dalam menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, penanganan sampah tidak dapat sepenuhnya dibebankan kepada pemerintah daerah.

“Persoalan sampah di sini ada Pak Kadis DLH. Tentunya kita juga penting untuk lebih proaktif mengedukasi warga, utamanya kepala desa untuk terus mengingatkan warganya,” pesan Bupati.

Ia menilai kebiasaan membuang sampah pada tempatnya perlu dibangun melalui pengingatan yang terus-menerus. Peran kepala desa dan perangkat desa dinilai paling dekat dengan keseharian warga.

“Kesadaran kita terhadap lingkungan yang sehat perlu disampaikan secara masif kepada warga. Tentunya kita saling mengingatkan untuk tidak membuang sampah sembarangan,” tambahnya.

Persoalan sampah juga berkaitan dengan penyediaan tempat pembuangan dan pola pengangkutan. Karena itu, koordinasi antara desa dan dinas terkait dinilai menjadi bagian penting dari penyelesaian.

Infrastruktur dan Penerangan Jalan Poros Jadi Prioritas

Sementara terkait infrastruktur dan penerangan jalan, Irwan mengatakan pemerintah saat ini masih memprioritaskan pembenahan jalan poros. Adapun kebutuhan jalan desa akan diupayakan melalui penganggaran berikutnya.

“Yang saat ini diprioritaskan adalah lampu jalan di jalan poros dulu. Soal jalan desa tetap kita usahakan penganggarannya pada tahun berikutnya. Ini penting karena kita benahi satu per satu terlebih dahulu,” jelasnya.

Pernyataan itu memberi gambaran bahwa penanganan infrastruktur di Luwu Timur dilakukan bergilir. Jalan poros diposisikan lebih dahulu karena menjadi penghubung antarkecamatan dan menopang distribusi barang.

Bedah Rumah Diusulkan Lewat Dinas Perkimtan

Untuk rumah warga yang masuk kategori tidak layak huni, Irwan meminta agar segera dibuatkan laporan kepada Dinas Tata Ruang dan Permukiman (Perkimtan) Kabupaten Luwu Timur untuk ditindaklanjuti melalui program bedah rumah.

“Segera buat laporannya ke Dinas Perkimtan untuk dibuatkan bedah rumah,” pintanya.

Instruksi itu disampaikan agar usulan warga tidak berhenti pada catatan dialog. Laporan tertulis dinilai menjadi pintu masuk bagi proses verifikasi data dan penentuan penerima program.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga