PANDU JUARA dan pola kolaborasi lintas sektor
Aswan Azis menegaskan bahwa kesiapan pelaku usaha harus berjalan beriringan dengan kemampuan aparatur. “Pelaku usaha kita bekali teknis dasar masuk pasar global, sementara aparatur disiapkan menjadi pendamping dan fasilitator yang paham regulasi pasar tujuan. Kedua lini ini harus berjalan sejajar,” ujarnya dalam rilis kegiatan.
Ia berharap pelatihan ini menjadi fondasi bagi terbentuknya ekosistem ekspor daerah yang kuat dan berkelanjutan. “Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk menciptakan ekosistem ekspor daerah yang solid. Saat pelaku usaha siap berproduksi dan aparatur peka melihat peluang internasional, di situlah komoditas unggulan Luwu Timur bisa benar-benar menembus pasar global,” katanya.
Rilis itu juga menyebut pelatihan ini sebagai program perintisan pertama yang digelar Kementerian Perdagangan RI di Indonesia dengan pola kolaborasi lintas sektor seperti itu. Pelaksanaannya melibatkan Kementerian Perdagangan melalui Bapekomdag, Pemerintah Kabupaten Luwu Timur, dan PT Vale Indonesia Tbk. Bagi daerah, pengakuan sebagai lokasi perintisan berarti model pelatihannya berpeluang direplikasi di tempat lain, sekaligus menjadi ujian apakah pendekatan ini benar-benar bekerja.
Peran 27 ASN dari dua kabupaten
Pelibatan ASN dari Luwu Timur dan Luwu Utara menarik untuk dicatat. Kedua kabupaten berbagi kawasan industri dan jalur logistik yang sama, sehingga pendampingan ekspor tidak bisa berhenti pada batas administrasi. ASN mendapat penguatan kapasitas dalam pemetaan pasar global, pemasaran digital, serta penyelenggaraan pertemuan bisnis atau business matching.
Business matching adalah bagian yang paling menentukan. Produk yang sudah dikemas rapi tetap tidak bergerak tanpa pembeli. Pertemuan bisnis mempertemukan pemasok daerah dengan importir atau perwakilan dagang, sehingga kesepakatan pertama bisa terjadi tanpa harus melalui banyak perantara.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Tantangan yang masih menunggu di depan
Ada empat pekerjaan rumah yang lazim dihadapi daerah yang baru merintis ekspor. Pertama, volume dan konsistensi pasokan. Pembeli luar negeri biasanya meminta pengiriman rutin dengan mutu seragam, sementara produksi desa sangat dipengaruhi musim.
Kedua, dokumen dan legalitas usaha. Banyak BUMDes belum menyiapkan dokumen usaha yang lengkap, padahal ekspor menuntut kelengkapan administrasi sejak awal. Ketiga, logistik. Luwu Timur berada cukup jauh dari pelabuhan utama, sehingga biaya angkut menjadi komponen besar yang harus dihitung sejak penentuan harga.
Keempat, sumber daya manusia yang bertahan. Pelatihan hanya bermakna jika ada orang yang meneruskan pengetahuannya di desa. Jika pengurus berganti, kemampuan yang dibangun bisa hilang. Karena itu, pendampingan berkelanjutan lebih menentukan daripada satu kali pembekalan.
Langkah praktis bagi pelaku usaha desa
- Tentukan satu produk unggulan yang paling siap dari segi mutu dan pasokan, jangan memulai dengan banyak jenis barang.
- Hitung harga ekspor lengkap dengan biaya kemasan, angkut, dokumen, dan risiko gagal kirim.
- Rapikan legalitas usaha dan dokumen pendukung sebelum mencari pembeli, bukan sesudahnya.
- Gunakan pemasaran digital untuk memperkenalkan produk, tetapi tetap siapkan sampel fisik bermutu.
- Manfaatkan pendampingan pemerintah daerah dan program perusahaan untuk menjangkau calon pembeli luar negeri.
FAQ singkat
Berapa peserta pelatihan ekspor di Sorowako?
47 pelaku usaha, terdiri atas 32 pengurus BUMDes dan BUMDesma serta 15 UMKM binaan PT Vale Indonesia. Selain itu, 27 ASN dari Luwu Timur dan Luwu Utara mengikuti penguatan kapasitas.
Komoditas apa yang didorong menembus pasar global?
Lada, kakao, rumput laut, dan ikan bandeng. Keempatnya disebut sebagai komoditas unggulan daerah yang perlu ditingkatkan nilai tambahnya.
Apakah sudah ada target nilai ekspor atau negara tujuan?
Belum. Rilis resmi kegiatan tidak menyebut target nilai, negara tujuan, maupun jadwal pengiriman perdana. Yang diumumkan baru pelaksanaan pelatihan dan komposisi pesertanya.
Sumber: Expose Timur (exposetimur.com), laporan “Luwu Timur Siapkan Eksportir Baru, BUMDes dan UMKM Dibekali Strategi Menembus Pasar Global”, 28 Oktober 2026. Rujukan kebijakan perdagangan: laman resmi Kementerian Perdagangan RI. Data ekonomi daerah dapat ditelusuri melalui Badan Pusat Statistik. Artikel SuaraLutim terkait: 37 produk UMKM binaan Vale dibawa ke Jakarta dan TMT Burau sebagai peluang usaha baru.
Baca juga
- Berita Lutim: Dua Pasar Ditata, Pedagang Diajak Dialog
- Berita Luwu Timur: 60 Kambing untuk Peternak Teromu
- Pelatihan Pelayanan Prima untuk Apotek dan Toko Obat: Melayani Orang yang Sedang Tidak Sabar Tanpa Melanggar Aturan
Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.
Gambar: Dok. Kominfo-SP Kabupaten Luwu Timur via Expose Timur (pelatihan ekspor BUMDes dan UMKM, Sorowako, 27 Oktober 2026).


