Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Ekonomi & UMKM

Syaparuddin Salam, Trainer Digital Marketing UMKM Makassar

1 Oktober 2026 • Admin • 28 kali dibaca
Trainer digital marketing UMKM Makassar Syaparuddin Salam dalam siaran Mozaik Indonesia PRO1 RRI Makassar
Dok. RRI Makassar
ASM Group
Iklan

MAKASSAR – Nama Syaparuddin Salam, S.S., C.DMS, muncul di ruang siaran Program Mozaik Indonesia PRO1 RRI Makassar edisi Senin (27/5/2024). Saat itu ia bicara dengan satu pesan yang lugas kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah: digitalisasi bukan pilihan gaya, melainkan soal bertahan atau tidak.

“Kalau tidak go digital, bisnisnya akan mati,” katanya dalam perbincangan bertema UMKM Go Digital yang juga menghadirkan pemilik Kebab Nusantara, Asmiati Abubakar. Bagi Syaparuddin, perubahan itu tidak berhenti pada membuat akun media sosial, tetapi menyentuh cara usaha mencatat, menjual, dan mengevaluasi dirinya sendiri.

Siapa Syaparuddin Salam

Syaparuddin Salam adalah praktisi digital marketing dan trainer yang berbasis di Makassar. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana di Universitas Hasanuddin dan melengkapi dirinya dengan sejumlah sertifikasi bidang digital, di antaranya C.DMS, C.CA, C.Tr, dan C.DM.

Sejak Februari 2018 ia menjabat CEO sekaligus pendiri CPNSONLINE.ID, sebuah usaha pendidikan digital yang bergerak di bidang pembelajaran daring dan pemasaran digital. Atas kerja itu, ia menerima Satu Indonesia Award dari PT Astra pada kategori teknologi.

Tata Atur
Iklan

Peran sebagai pengajar berjalan seiring peran sebagai pengusaha. Sejak 2018 ia aktif memberikan pelatihan dan pendampingan digital marketing untuk pelaku usaha, profesional, dan organisasi. Sejak Agustus 2021, ia tercatat sebagai instruktur digital marketing pada program yang didukung pemerintah melalui BBPSDMP Kominfo, dan pada 2023 ia masuk sebagai trainer Program Skill Academy by Ruangguru untuk materi perdagangan daring serta pemasaran digital.

Ia juga terdaftar sebagai asesor kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dengan nomor blanko 11556884 dan masa aktif sampai 22 September 2026. Artinya, selain mengajar, ia ikut menilai apakah peserta pelatihan benar-benar memenuhi standar kompetensi kerja nasional.

Tiga hal yang harus didigitalkan UMKM

Dalam siaran RRI itu, Syaparuddin merinci tiga hal yang menurutnya wajib masuk ranah digital. Pertama, bentuk usahanya. Pelaku usaha sebaiknya melengkapi diri dengan toko online agar produknya bisa dijangkau pembeli di luar lingkungan sekitar.

Kedua, sistemnya. Setiap transaksi sebaiknya dicatat secara digital memakai aplikasi keuangan, supaya pemilik usaha punya bahan evaluasi yang rapi ketika hendak mengukur untung rugi. Ketiga, pemasarannya, karena hampir semua saluran promosi kini bertumpu pada kanal digital.

Dalam perbincangan itu, pemilik Kebab Nusantara menceritakan pengalamannya: setelah berjalan enam bulan, ia mulai beriklan di Instagram dan menggandeng selebgram. Dampaknya terasa pada pesanan, sampai ia memberanikan diri merekrut karyawan. Cerita itu menjadi contoh bagaimana keputusan digital yang sederhana dapat mendorong perubahan pada skala usaha.

Dari pelatihan pemerintah sampai ruang kampus

Jejak pelatihannya tidak hanya berhenti di radio. Pada 2020-an, ia masuk sebagai pengajar di program pelatihan digital marketing yang didukung pemerintah, menyentuh peserta dari kalangan usaha kecil dan pencari kerja. Materi yang dibawakannya menekankan strategi praktis, perencanaan konten, dan dasar-dasar bisnis digital.

Pada 22-23 Mei 2026, ia menjadi salah satu fasilitator pelatihan Excellent Service Excellence in Impactful Care atau pelayanan prima bagi staf Fakultas Keperawatan Universitas Hasanuddin di Hall LPMPP. Kegiatan itu menyasar mutu layanan administrasi, budaya pelayanan, dan penguatan kapasitas staf dalam memberikan layanan yang profesional serta berorientasi pengguna.

Bersama fasilitator lain, Syaparuddin mengisi materi di bidang pelayanan prima, komunikasi profesional, etika kerja, dan transformasi layanan digital berbasis kecerdasan artifisial. Pelatihan dua hari itu juga memuat sesi role play komunikasi efektif, diskusi kelompok, sampai penguatan komitmen bersama di akhir kegiatan.

Perpaduan itu menunjukkan rentang kerja yang lebar: dari membenahi cara berjualan UMKM, sampai memperbaiki cara sebuah institusi melayani publik.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga