Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Kesehatan

Berita Luwu Timur: Skrining Kanker Mulut Digalakkan di Wotu

1 November 2026 • Admin • 29 kali dibaca
Seminar skrining oral dan deteksi lesi prakanker rongga mulut di Aula RSUD I Lagaligo Wotu, berita luwu timur
Gambar: Dok. Dinas Kominfo Luwu Timur via Luwuraya.com
ASM Group
Iklan

Jejaring Pemeriksaan Berkelanjutan

Dalam sambutannya, Sekda berharap kegiatan ini tidak berhenti pada dua hari pelatihan. Ia mendorong penguatan jejaring pemeriksaan berkelanjutan, khususnya bagi masyarakat di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses layanan medis. Wilayah seperti itu tidak sedikit di Luwu Timur, mulai dari desa-desa di pegunungan Verbeek sampai kawasan pesisir Burau.

Harapan tersebut sejalan dengan arah pembangunan kesehatan daerah yang beberapa waktu terakhir mendapat perhatian anggaran lebih besar. Sebelumnya, SuaraLutim melaporkan bahwa Luwu Timur menerima bantuan Rp100 miliar untuk sektor kesehatan, dan bahwa daerah ini meraih Satya JKN Award 2026 sebagai satu-satunya kabupaten di Sulawesi Selatan. Kedua catatan itu menunjukkan bahwa infrastruktur layanan sedang dibenahi, tetapi kapasitas tenaga kesehatan tetap harus naik bersamaan.

PDGI Cabang Luwu Timur sendiri menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari peringatan Bulan Kesehatan Gigi Nasional. Bagi organisasi profesi, momen semacam ini dipakai untuk menarik perhatian publik bahwa pemeriksaan gigi bukan hanya soal lubang gigi atau karang, tetapi juga soal deteksi jaringan lunak.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Langkah Praktis bagi Warga Luwu Timur

Dari paparan yang disampaikan, ada beberapa hal yang bisa langsung dijalankan warga tanpa menunggu program khusus:

  • Periksa saat tidak ada keluhan. Pemeriksaan rutin enam bulan sekali lebih berguna daripada datang hanya ketika sakit.
  • Catat durasi keluhan. Luka atau bercak di mulut yang tidak membaik dalam dua pekan perlu diperiksa tenaga kesehatan.
  • Kenali perubahan yang menetap. Bercak putih atau merah, benjolan kecil, rasa tebal, atau perdarahan ringan yang berulang adalah alasan untuk bertanya ke dokter gigi.
  • Bawa catatan kebiasaan. Riwayat merokok, konsumsi alkohol, atau kebiasaan lain membantu tenaga kesehatan menilai risiko.
  • Manfaatkan layanan terdekat dulu. Puskesmas dapat melakukan skrining awal dan merujuk bila diperlukan, tanpa harus langsung ke rumah sakit.

Pola rujukan berjenjang semacam itu juga meringankan biaya warga. Pasien tidak perlu menempuh perjalanan jauh hanya untuk pemeriksaan awal, dan fasilitas rujukan tidak dipenuhi kasus yang sebenarnya bisa ditangani di tingkat pertama.

Pekerjaan Rumah Setelah Seminar

Seminar dua hari memang tidak mengubah apa pun dengan sendirinya. Yang menentukan adalah apakah hasil pelatihan dipakai di ruang periksa. Karena itu, hal yang layak ditagih ke depan cukup jelas: apakah puskesmas mulai mencatat temuan lesi oral secara rutin, apakah ada jalur rujukan yang disepakati antara puskesmas dan RSUD, dan apakah tenaga kesehatan yang ikut pelatihan benar-benar bertugas di layanan primer.

Untuk publik, berita Luwu Timur soal kesehatan sering berhenti pada angka peserta dan foto pembukaan. Padahal inti persoalannya sederhana: apakah warga di desa paling jauh bisa sampai ke meja periksa sebelum penyakitnya terlambat. Kegiatan di Wotu menyediakan alat dan orangnya. Sekarang tinggal diuji di lapangan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah skrining kanker mulut berbayar?

Artikel ini tidak memuat tarif layanan karena tidak ada keterangan resmi soal biaya pada kegiatan tersebut. Untuk pemeriksaan di fasilitas publik, warga sebaiknya menanyakan langsung ke puskesmas atau rumah sakit mengenai status layanan dan penjaminan yang berlaku.

Siapa yang sebaiknya ikut skrining?

Mereka yang memiliki faktor risiko seperti kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, atau iritasi kronis di mulut disarankan memeriksakan diri. Namun pemeriksaan juga terbuka bagi warga yang tidak memiliki keluhan, karena tujuan skrining justru menemukan tanda awal sebelum gejala muncul.

Apakah kegiatan ini akan berlanjut?

Sekda mendorong penguatan jejaring pemeriksaan berkelanjutan, tetapi jadwal kegiatan lanjutan belum diumumkan dalam pemberitaan. SuaraLutim akan memperbarui informasi bila ada keterangan resmi berikutnya.

Sumber: Luwuraya.com, “Sekda Luwu Timur Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Mulut” (30 Oktober 2026); laman resmi Kementerian Kesehatan RI (kemkes.go.id) untuk rujukan umum layanan kesehatan.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga