Senin, 2 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Pariwisata Lutim: Adipura dan Wajah Kota Pintu Danau

25 Oktober 2026 • Admin • 36 kali dibaca
Kerja bakti Disparmudora di Anjungan Sungai Malili, pariwisata lutim dan persiapan Adipura
Gambar: Dok. Karebata.id (Jumat Bersih Disparmudora di Anjungan Sungai Malili dan Andi Nyiwi Park, 23 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur menggelar kerja bakti Jumat Bersih di Andi Nyiwi Park dan Anjungan Sungai Malili, Jumat (23/10/2026). Pegawai dan staf membersihkan dedaunan kering, memungut sampah plastik, dan merapikan area terbuka di dua lokasi itu. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan menghadapi penilaian Adipura. Bagi pariwisata lutim, dua titik itu bukan ruang biasa: keduanya adalah wajah kota yang pertama dilihat warga dan tamu.

Kepala Disparmudora Luwu Timur, Muhammad Safaat DP, mengatakan kedua titik dipilih karena menjadi wajah kota bagi warga dan pengunjung. “Kegiatan Jumat Bersih hari ini fokus pada dua titik vital penataan estetika kota, yaitu Andi Nyiwi Park dan Anjungan Sungai Malili,” kata dia, seperti dilaporkan Karebata.id.

Menurut Safaat, aksi itu juga menunjukkan dukungan Disparmudora terhadap upaya Pemerintah Kabupaten Luwu Timur meraih Piala Adipura. Ia berharap kawasan Anjungan Sungai Malili dan Andi Nyiwi Park tetap bersih dan siap saat tim penilai turun ke lapangan.

Pariwisata Lutim dan Dua Titik di Malili

Anjungan Sungai Malili berada di tepi sungai yang membelah kota, dengan jalur pedestrian dan ruang terbuka yang biasa dipakai warga untuk berolahraga pada pagi dan sore. Kawasan itu kerap menjadi lokasi kegiatan komunitas, senam bersama, hingga festival tahunan. Posisinya yang dekat dengan pusat pemerintahan membuatnya mudah dijangkau tanpa rute khusus.

Tata Atur
Iklan

Andi Nyiwi Park juga berfungsi sebagai ruang publik. Berbeda dari destinasi alam yang menuntut perjalanan jauh, taman kota semacam ini melayani kebutuhan rekreasi harian: tempat duduk, area bermain, dan ruang berkumpul keluarga pada akhir pekan. Bagi pengunjung dari luar daerah, dua lokasi ini biasanya menjadi titik singgah sebelum melanjutkan perjalanan ke kawasan danau.

Karena itu, kebersihan di dua titik tersebut punya efek berbeda dibanding kebersihan di destinasi terpencil. Kesannya langsung terbentuk. Seorang tamu yang melihat sampah berserakan di tepi sungai kota bisa menyimpulkan hal yang sama tentang tempat lain, meski danau di utara kabupaten sebenarnya terawat.

SuaraLutim pernah mengulas kawasan ini dalam artikel Wisata Luwu Timur: Landmark Puncak Indah di Malili dan Wisata Luwu Timur: Sungai Malili dan Festival Tahunan. Keduanya memperlihatkan bahwa ruang publik kota adalah bagian dari ekosistem wisata, bukan pelengkap.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Adipura: Apa yang Dinilai

Adipura adalah penghargaan di bidang pengelolaan lingkungan dan kebersihan kota yang dikelola Kementerian Lingkungan Hidup. Penilaiannya tidak hanya melihat kondisi taman atau jalan, tetapi juga tata kelola sampah, kebersihan pasar, ruang terbuka hijau, dan partisipasi masyarakat. Rincian kriteria dapat dibaca pada laman Kementerian Lingkungan Hidup.

Karena cakupannya luas, Adipura sering menjadi momentum bagi pemerintah daerah merapikan hal-hal yang biasanya tertunda. Pengecatan median jalan, pembersihan saluran air, dan penataan taman biasanya dilakukan menjelang penilaian. Persoalannya kemudian: apakah perbaikan itu bertahan setelah tim penilai pulang.

Bagi daerah yang ingin menjadikan kebersihan sebagai bagian dari citra wisata, jawabannya harus bertahan. Kota yang bersih menarik kunjungan, tetapi kota yang hanya bersih menjelang penilaian akan kembali ke kondisi lama dalam beberapa minggu. Di titik itu, Adipura sebaiknya dibaca sebagai alat disiplin, bukan tujuan akhir.

Jumat Bersih Juara Lintas OPD

Gerakan Jumat Bersih Juara (JBJ) melibatkan seluruh organisasi perangkat daerah, bukan hanya Dinas Lingkungan Hidup. Pada hari yang sama, jajaran Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) mengecat ulang median Jalan Soekarno-Hatta. Kepala BKPSDM Luwu Timur, Parha Arief, menyebut kegiatan itu sebagai tindak lanjut instruksi Bupati dan agenda rutin yang melibatkan semua OPD.

“Penilaian Adipura bukan hanya tugas DLH, tapi tugas kita semua. Kalau Malili bersih, indah, dan tertata, itu cerminan kinerja seluruh ASN,” ujarnya, seperti dikutip Expose Timur.

Dua hari sebelumnya, jajaran Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) juga melakukan pembersihan lingkungan dan pengecatan median jalan. Pola yang sama terlihat: setiap OPD mengambil titik tertentu, lalu bekerja bersama pada jadwal yang ditetapkan.

Pendekatan lintas OPD punya sisi baik dan sisi risiko. Sisi baiknya, beban pekerjaan tidak menumpuk di satu dinas dan rasa memiliki tumbuh. Sisi risikonya, tanggung jawab pemeliharaan menjadi kabur setelah kegiatan selesai. Tanpa pembagian wilayah yang jelas, fasilitas yang baru dicat bisa kembali kusam karena tidak ada yang merasa bertanggung jawab.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga