Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Pariwisata Lutim: Geopark Matano Menanti SK Menteri ESDM

4 November 2026 • Admin • 17 kali dibaca
Rombongan kepala daerah menyusuri Danau Matano dalam rangkaian promosi pariwisata Lutim
Gambar: Dok. Kominfo-SP Luwu Timur via Respublica.id
ASM Group
Iklan

Nilai budaya yang ikut diusulkan

Sejak awal, pengusul menyiapkan geopark ini bukan hanya sebagai kawasan geologi. Pada 2025, Kepala Dinas Parmudora Luwu Timur ketika itu, Andi Tabacina Akhmad, menyebut keragaman budaya (cultural diversity) sebagai salah satu hal yang akan diangkat dalam Geopark Matano. Gagasan itu ia kaitkan dengan rencana menghadirkan kawasan yang memuat rumah adat dan informasi budaya dalam satu tempat.

Pendekatan itu sejalan dengan konsep taman bumi yang menempatkan geologi, biologi, dan budaya sebagai satu kesatuan cerita. Bagi wisatawan, ini membedakan Luwu Timur dari destinasi danau biasa: bukan hanya panorama, tetapi juga narasi tentang masyarakat yang hidup di sekitarnya.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

Tata Atur
Iklan

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Apa artinya bagi warga dan pelaku wisata

Secara ekonomi, status geopark nasional biasanya berdampak pada tiga hal: perhatian anggaran, akses jejaring promosi, dan tuntutan standar pelayanan. Dampak pertama dan kedua bersifat peluang. Dampak ketiga bersifat konsekuensi, karena kawasan yang masuk jaringan geopark dituntut memiliki informasi geosite, jalur interpretasi, dan pengelolaan pengunjung yang tertata.

Bagi pelaku usaha lokal, peluang paling nyata ada di sekitar kebutuhan pengunjung: pemandu, perahu, homestay, kuliner, dan produk oleh-oleh. Namun, semua itu hanya tumbuh jika kunjungan benar-benar meningkat dan tersebar, bukan menumpuk di satu titik.

Data yang pernah dihimpun SuaraLutim memberi gambaran ketimpangan itu. Dari data Disparmudora Luwu Timur untuk 2025, Malili mencatat 194.654 kunjungan, sementara Towuti 8.423 kunjungan. Pembahasan rinci soal pola kunjungan ini pernah dimuat dalam artikel Pariwisata Lutim: Malili Dominasi Kunjungan, Towuti 8.423.

Yang belum pasti dan sebaiknya tidak dikarang

Sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi mengenai jadwal penerbitan SK Menteri ESDM untuk Geopark Matano dan Sistem Danau Malili. Karena itu, artikel ini tidak mencantumkan tanggal target penetapan, nilai anggaran, atau klaim bahwa kawasan sudah berstatus geopark nasional.

Hal serupa berlaku untuk rencana induk. Penyusunan Rencana Induk Geopark pernah menjadi agenda Dinas Parmudora, tetapi dokumen finalnya tidak dipublikasikan secara terbuka. Tanpa dokumen itu, sulit menilai kesiapan tiap geosite, termasuk akses jalan, fasilitas dasar, dan kesiapan warga sebagai penerima manfaat.

Yang bisa dipastikan, prosesnya masih berjalan dan bergantung pada kelengkapan dokumen serta komitmen pemerintah daerah. Bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan wisata Luwu Timur, isu ini layak dipantau karena dampaknya terasa dalam jangka menengah, bukan sepekan dua pekan.

Pertanyaan yang sering muncul

Apa itu Geopark Matano dan Sistem Danau Malili?

Itu adalah usulan kawasan taman bumi yang mencakup Danau Matano dan sistem Danau Malili, dengan penekanan pada warisan geologi, keanekaragaman hayati, dan keragaman budaya. Usulan diajukan agar kawasan mendapat status geopark nasional.

Sudah berstatus geopark nasional?

Belum. Berdasarkan keterangan Badan Geologi, penetapan menunggu rekomendasi dan Surat Keputusan Menteri ESDM. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur masih mempercepat kelengkapan dokumen.

Mengapa kebersihan danau dibahas dalam usulan geopark?

Karena kriteria evaluasi geopark mencakup kebersihan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Persoalan sampah domestik di kawasan Danau Matano karena itu menjadi bagian dari pekerjaan yang harus diselesaikan.

Sumber dan bacaan terkait

Artikel ini disusun dari rilis Badan Geologi Kementerian ESDM “Audiensi Penetapan dan Pengembangan Geoheritage Luwu Timur di Badan Geologi” (17 Juni 2026), laporan Warta Lutim soal verifikasi lapangan 40 geosite (2023), siaran PT Vale Indonesia mengenai aksi bersih Danau Matano, serta keterangan Dinas Parmudora Luwu Timur yang dikutip sejumlah media pada 2025. Rincian kunjungan wisatawan merujuk pada artikel SuaraLutim sebelumnya.

Baca juga: Destinasi Luwu Timur: Rute Tiga Danau Purba Malili, Destinasi Luwu Timur: 39 Objek Wisata Terdata di Satu Data, dan Destinasi Luwu Timur: Permandian Alamiah Asuli Towuti.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar pariwisata Luwu Timur ada di kanal pariwisata Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga