Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
SUARALUTIM.COM, MALILI — Wisata Luwu Timur di Kecamatan Mangkutana selama ini bergantung pada satu hal yang jarang dibicarakan dalam promosi: jalan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan akan meninjau lapangan untuk memastikan status ruas Jalan Inspeksi Beringin Jaya, yang menghubungkan Kecamatan Tomoni dengan Desa Wonorejo di Kecamatan Mangkutana. Pernyataan itu disampaikan sebagai jawaban pemerintah atas pandangan Fraksi Golkar dalam rapat paripurna DPRD Luwu Timur, Kamis (22/10/2026), seperti dilaporkan Swarnasaktual dan Channelpers.
Peninjauan itu penting karena ruas tersebut disebut sebagai jalan inspeksi irigasi. Kalau statusnya memang jalan inspeksi milik pemerintah pusat, kewenangan perbaikan tidak berada di tangan kabupaten. Bagi warga dan pelaku wisata di Mangkutana, kepastian itu menentukan apakah perbaikan jalan bisa masuk anggaran daerah atau harus diusulkan lewat jalur lain.
Artinya, pembahasan soal akses ini bukan sekadar urusan teknik jalan. Di banyak daerah, destinasi yang layak dikunjungi kalah pamor bukan karena objeknya buruk, melainkan karena ruas terakhir menuju lokasi rusak atau tidak jelas siapa yang bertanggung jawab merawatnya.
Wisata Luwu Timur dan Titik Krusial Akses Jalan
Data Dinas Pariwisata, Kepemudaan, dan Olahraga (Disparmudora) Kabupaten Luwu Timur menempatkan Mangkutana sebagai salah satu kecamatan dengan kunjungan paling kecil. Pada data kunjungan wisata 2025 yang dihimpun dinas tersebut, Mangkutana tercatat 4.170 kunjungan, berdekatan dengan Nuha 4.416 kunjungan. Angka itu jauh di bawah Malili yang mencapai 194.654 kunjungan.
Selisih sebesar itu tidak bisa dijelaskan hanya oleh kualitas destinasi. Malili adalah ibu kota kabupaten dengan ruang publik, pujasera, dan kolam renang yang mudah dijangkau. Mangkutana berada di ujung selatan, berjarak tempuh lebih panjang dari pusat kota, dan sebagian ruas jalannya melewati kawasan pertanian serta perkebunan.
Karena itu, pembahasan soal jalan inspeksi Beringin Jaya punya hubungan langsung dengan pariwisata. Akses yang pasti membuat kendaraan pribadi maupun rombongan kecil lebih berani berkunjung. Sebaliknya, ketidakpastian status jalan membuat perbaikan tertunda bertahun-tahun, karena masing-masing pihak menunggu kewenangan yang lain.
Apa yang disepakati pemerintah
Dalam jawaban atas pandangan Fraksi Golkar, pemerintah daerah menyatakan akan melakukan peninjauan lapangan terhadap ruas Jalan Inspeksi Beringin Jaya. Peninjauan itu dimaksudkan untuk memastikan status ruas, kewenangan, dan aspek perizinannya. Pemerintah menyebut ruas tersebut merupakan jalan inspeksi irigasi yang berpotensi berada dalam kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Keputusan semacam ini lahir dari mekanisme yang biasa di DPRD: fraksi menyampaikan catatan, pemerintah menjawab, lalu jawaban itu menjadi dasar kerja berikutnya. Yang perlu dicatat, jawaban tersebut belum berupa jadwal perbaikan. Ia baru menetapkan langkah pertama, yaitu memastikan siapa yang berwenang.
Channelpers mencatat bahwa rapat paripurna 22 Oktober 2026 itu juga membahas sejumlah persoalan lain, mulai dari daya listrik 4,2 MW yang belum terserap, meteran listrik di Sumasang, abrasi di Dusun Lemo Burau, rencana Bendungan Bantilang, sampai peningkatan jalan inspeksi tersebut. Semua isu itu berada dalam satu dokumen anggaran yang tengah dibahas: Ranperda APBD 2027.
Destinasi yang Bergantung pada Ruas Itu
Mangkutana bukan kecamatan tanpa tujuan wisata. Portal Jejaring Desa Wisata (Jadesta) Kementerian Pariwisata mencatat Desa Wisata Margolembo Green Country sebagai desa wisata yang masuk 500 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023. Desa itu berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat pemerintahan Kecamatan Mangkutana.
Jadesta menyebut Margolembo sebagai destinasi berbasis agro dengan aneka tanaman dan buah unggulan, antara lain kopi malela, durian lokal, pepaya, dan jagung. Titik yang paling sering disebut adalah Watu Maeta, dua batu besar yang terpisah oleh aliran sungai. Nama itu berasal dari bahasa Pamona: watu berarti batu, maeta berarti hitam.
Halaman resmi desa wisata itu juga mencantumkan fasilitas yang sudah tersedia: area parkir, balai pertemuan, kafetaria, jalur jungle tracking, kamar mandi umum, kuliner, musholla, area outbound, spot foto, dan tempat makan. Daftar itu penting bagi calon pengunjung karena menunjukkan bahwa Margolembo sudah menyiapkan layanan dasar, bukan sekadar menawarkan pemandangan.
Selain Margolembo, data objek wisata Kabupaten Luwu Timur yang ditayangkan di portal Satu Data mencatat dua objek lain di Mangkutana, yaitu Permandian Alam Uelanti dan Permandian Watu Maeta Malela. Keduanya bertema wisata air, jenis objek yang paling bergantung pada kondisi jalan dan cuaca.
SuaraLutim pernah mengulas rangkaian 39 objek wisata yang tercatat di Satu Data, termasuk sebarannya per kecamatan. Dari data itu terlihat pola yang konsisten: objek wisata Luwu Timur menyebar dari Nuha di utara sampai Kalaena di selatan, dan Mangkutana menyimpan objek yang jarang masuk daftar promosi utama.
Mengapa status jalan menentukan musim kunjungan
Wisata air di Mangkutana paling ramai pada akhir pekan dan hari libur. Namun kawasan ini juga menerima curah hujan tinggi. Jalan tanah atau jalan rusak akan berubah licin dan berlumpur saat hujan, sehingga kendaraan biasa berisiko tersangkut. Kondisi itu membuat kunjungan menumpuk pada hari yang cerah dan menurun tajam pada musim hujan.
Kalau status ruas jelas dan perbaikan bisa direncanakan, pola kunjungan berpeluang lebih stabil. Pengelola desa wisata bisa menyiapkan paket kunjungan tanpa harus menebak-nebak apakah tamu rombongan akan datang. Pelaku usaha kuliner di sekitar juga bisa menghitung pasokan.
Perlu dicatat, SuaraLutim belum menerima keterangan resmi mengenai jadwal peninjauan lapangan, hasil kajian status ruas, maupun rencana anggaran perbaikan. Artikel ini tidak memuat perkiraan biaya atau jadwal yang belum diumumkan pemerintah.


