Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Pariwisata Lutim: Taman Kehati Wallacea di Sorowako

26 September 2026 • Admin • 28 kali dibaca
Ekowisata Danau Matano dalam pengembangan pariwisata Lutim
Gambar: Respublica.id (dokumentasi kunjungan ekowisata kawasan Danau Matano).
ASM Group
Iklan

Rangkaian Destinasi dalam Kunjungan Agen Perjalanan

Agenda kunjungan yang didampingi Disparmudora tidak berhenti di Taman Kehati. Menurut informasi yang dihimpun dari pemberitaan soal kunjungan tersebut, rombongan menelusuri beberapa destinasi di kawasan Danau Matano dengan urutan perjalanan sebagai berikut:

  • Taman Kehati Sawerigading Wallacea di Sorowako sebagai titik pembuka;
  • Objek Wisata Mata Air Bura-Bura di Desa Wisata Matano, Kecamatan Nuha;
  • Laa Waa River Park, destinasi berbasis sungai dan pesisir danau;
  • Goa Air di kawasan Danau Matano sebagai penutup rangkaian.

Pola perjalanan seperti ini memberi gambaran bahwa wisatawan tidak hanya bisa menikmati satu titik. Dalam satu hari perjalanan, mereka bisa berpindah dari taman koleksi tumbuhan, mata air yang muncul di dasar danau, sungai berair jernih, lalu gua berair.

Mata Air Bura-Bura dan Goa Air

Bura-Bura dikenal karena gelembung alami yang muncul dari dasar danau, sementara Goa Air menawarkan pengalaman wisata yang lebih menantang bagi pengunjung yang menyukai eksplorasi. Keduanya berada di wilayah Nuha, kecamatan yang mencakup Sorowako dan Matano.

Laa Waa River Park dan Pengelolaan oleh Desa

Laa Waa River Park dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Matano bersama kelompok sadar wisata. Menurut laporan Teraskabar.id, pengelolaan kawasan ini dikuatkan lewat peraturan desa pada awal 2022, dan akses utama menuju lokasi ditempuh melalui perairan Danau Matano dengan perahu sekitar satu jam dari dermaga.

Tata Atur
Iklan

Laporan yang sama mencatat bahwa rata-rata kunjungan ke destinasi ini berada di kisaran ratusan orang per bulan, dan pada momentum libur besar jumlahnya bisa melonjak. Angka itu disertai keterangan soal retribusi kunjungan serta tarif sewa perahu. Untuk tarif terbaru, calon pengunjung sebaiknya mengonfirmasi langsung ke pengelola desa, karena besaran retribusi dan sewa sarana dapat berubah.

Desa Wisata Matano dan Jejak ADWI

Nama Desa Matano sendiri pernah tercatat pada ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022 dengan capaian juara pada kategori kelembagaan desa wisata. Pengakuan itu berkaitan dengan cara desa mengelola destinasi secara kolektif, melibatkan pemuda setempat, dan menjadikan wisata sebagai sumber pendapatan tambahan bagi warga.

Pelajaran dari Matano relevan bagi desa lain di Luwu Timur: destinasi yang tumbuh dari inisiatif warga sering lebih bertahan karena pemiliknya adalah masyarakat itu sendiri. Tantangannya ada pada tata kelola, mulai dari penjadwalan petugas, kebersihan kawasan, hingga pembagian hasil yang adil.

Yang Perlu Disiapkan Calon Wisatawan

Menjelang musim kunjungan, beberapa hal praktis bisa dipertimbangkan siapa pun yang berencana menjelajah destinasi wisata di kawasan Danau Matano dan Towuti:

  • Pastikan jenis perjalanan yang dipilih, apakah berbasis darat dengan kendaraan atau perjalanan air dengan perahu.
  • Koordinasikan kunjungan dengan pengelola desa atau BUMDes, terutama untuk rombongan besar.
  • Tanyakan langsung ketersediaan perahu, pemandu, dan tempat makan di lokasi tujuan.
  • Perhatikan kondisi cuaca harian karena perjalanan air sangat bergantung pada gelombang dan angin.
  • Siapkan bekal dan kelengkapan pribadi, sekaligus rencanakan waktu pulang sebelum gelap.

Kebiasaan tidak meninggalkan sampah juga menjadi pesan berulang bagi pengunjung. Kawasan danau di Luwu Timur menyimpan jenis ikan endemik yang hanya hidup di sistem Danau Malili, sehingga menjaga kebersihan dan tidak menangkap ikan secara sembarangan merupakan bagian dari upaya melestarikan daya tarik wisata itu sendiri.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Apakah Taman Kehati Sawerigading Wallacea terbuka untuk umum?

Kawasan ini dikenal sebagai lokasi kunjungan agen perjalanan dan kegiatan edukasi. Untuk kunjungan perorangan atau kelompok, jadwal dan mekanismenya sebaiknya ditanyakan kepada pengelola atau dinas pariwisata daerah.

Apakah semua destinasi di kawasan Matano bisa dicapai dalam satu hari?

Rangkaian kunjungan bisa mencakup beberapa titik, tetapi perjalanan antar-destinasi tetap memakan waktu, terutama jika aksesnya melalui perairan danau. Rombongan disarankan menyusun urutan kunjungan bersama pengelola.

Kapan waktu terbaik berkunjung?

Laporan perjalanan wisata menyebut akhir pekan dan hari libur sebagai waktu paling ramai. Bagi yang ingin suasana lebih tenang, kunjungan pada hari kerja umumnya memberi ruang lebih lapang.

Upaya memperluas jejaring agen perjalanan menunjukkan arah promosi pariwisata Lutim yang makin terencana: tidak hanya memasarkan keindahan, tetapi juga menyiapkan jalur distribusi wisatawan. Baca juga artikel SuaraLutim soal homestay Danau Matano dan cuan warga, Bura-Bura hingga Goa Air Matano, serta rubrik Pariwisata. Rujukan pemberitaan: Respublica.id dan HNM Indonesia, ditambah laporan Teraskabar.id soal Laa Waa River Park.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga