Menyusun Rute Wisata ke Tabarano dan Sekitarnya
Kecamatan Wasuponda berada di jalur utama yang menghubungkan Malili sebagai pusat pemerintahan kabupaten dengan kawasan Danau Towuti dan Nuha. Karena posisinya, Wasuponda sering dilewati perjalanan menuju Sorowako dan kawasan danau. Kantor kecamatan Wasuponda berada di Desa Ledu-Ledu, dan kecamatan ini tercatat memiliki enam desa dengan luas wilayah sekitar 834 kilometer persegi.
Dari arah Malili, perjalanan darat menuju Wasuponda melewati jalan poros kabupaten. Kondisi dan waktu tempuh sangat bergantung pada cuaca serta perbaikan jalan yang sedang berjalan, sehingga wisatawan sebaiknya menyiapkan waktu cadangan. Untuk perjalanan jauh, Bandara Sorowako di Kecamatan Nuha menjadi pintu masuk udara yang biasa dipakai menuju kawasan timur Luwu Timur.
Wasuponda memiliki satu daya tarik alam yang sudah cukup dikenal, yakni Air Terjun Mata Buntu di Desa Ledu-Ledu. Keberadaan agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta di Desa Tabarano memberi pilihan tambahan bagi perjalanan yang menggabungkan wisata alam dan wisata pertanian dalam satu rute. Kombinasi itu cocok untuk kunjungan keluarga maupun kunjungan kelompok dengan waktu terbatas.
Wisata Berbasis Komunitas di Luwu Timur
Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta memperkuat pola wisata berbasis komunitas yang sudah muncul di beberapa titik Luwu Timur. Pola serupa terlihat pada pengelolaan destinasi ekowisata mangrove Banua Pangka di Kecamatan Wotu, yang menjadi objek studi akademik mengenai tata kelola kolaboratif berbasis komunitas. Kajian itu menyoroti pentingnya keterlibatan warga agar manfaat wisata tidak hanya dinikmati segelintir pihak.
Dari sisi kebijakan daerah, pemerintah kabupaten menyiapkan sejumlah instrumen untuk mendorong desa mengembangkan potensi unggulannya. Program Pandu Juara dengan 33 desa pilot menjadi salah satu kerangka yang dipakai, dengan alokasi anggaran untuk tiap desa pilot agar potensi desa berkembang menjadi sumber pendapatan warga.
Tips Berkunjung ke Agrowisata Desa
Sebelum berkunjung, ada beberapa hal praktis yang sebaiknya diperhatikan. Pertama, hubungi pemerintah desa atau pengelola untuk memastikan waktu kunjungan yang tepat, karena aktivitas kebun mengikuti musim tanam dan panen. Kedua, hindari memetik atau memindahkan tanaman tanpa izin petani pengelola. Ketiga, bawa perlengkapan sederhana seperti pelindung kepala dan air minum karena sebagian besar kawasan berupa lahan terbuka.
Keempat, biasakan membeli hasil kebun langsung dari warga. Cara ini membuat manfaat kunjungan tersebar lebih luas dan memperkuat semangat agrowisata sebagai alat pemberdayaan ekonomi desa. Kelima, jaga kebersihan lokasi dengan membawa kembali sampah pribadi, karena kebersihan menjadi salah satu penilaian penting bagi destinasi wisata berbasis alam.
Pemerintah desa dan warga tentu berharap kunjungan yang tertib. Dengan begitu, agrowisata dapat tumbuh tanpa mengganggu kegiatan usaha tani yang menjadi dasar penghidupan warga Desa Tabarano. Prinsip itu menjadi kunci agar wisata Luwu Timur dari desa ini bertahan lama dan tidak sekadar ramai sesaat.
FAQ Tentang Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta
Di mana lokasi Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta berada?
Agrowisata Kebun Nanas Ponda’ta berada di Desa Tabarano, Kecamatan Wasuponda, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan. Wasuponda adalah kecamatan yang dilewati jalur menuju kawasan Danau Towuti dan Nuha.
Apakah kebun nanas ini bisa dikunjungi wisatawan?
Kawasan ini dikembangkan sebagai ruang wisata sekaligus lahan pertanian, sehingga kunjungan biasanya diatur bersama pengelola dan pemerintah desa. Waktu kunjungan sebaiknya dikonfirmasi lebih dulu agar tidak bentrok dengan aktivitas tanam atau panen.
Apa saja yang bisa dipadukan dalam rute wisata ke Wasuponda?
Perjalanan ke Wasuponda dapat dipadukan dengan kunjungan ke Air Terjun Mata Buntu di Desa Ledu-Ledu serta perjalanan lanjutan ke kawasan danau di sisi timur Luwu Timur. Susunan rute sebaiknya disesuaikan dengan waktu tempuh dan kondisi cuaca setempat.
Pembaca SuaraLutim yang ingin menelusuri konteks wisata daerah bisa membaca tulisan terkait, antara lain pesona Air Terjun Mata Buntu, Sorowako dan Danau Matano sebagai magnet wisata, serta bahasan penghargaan daerah dan program desa. Sumber eksternal yang bisa dicek adalah liputan Kabar Lutim tentang Desa Tabarano dan kajian akademik tentang ekowisata mangrove Banua Pangka, Luwu Timur.


