Dampak bagi Ekonomi Warga
Perbaikan akses biasanya berbanding lurus dengan bertambahnya kunjungan. Penginapan sederhana, warung makan, penyewaan perahu, dan jasa pemandu lokal adalah jenis usaha yang paling cepat merasakan dampaknya. Karena itu, pemerintah desa didorong menyiapkan penataan, mulai dari penataan dermaga sampai kebersihan area.
Di sisi lain, hasil pertanian warga Towuti juga bergantung pada jalan. Merica dan kopi dari desa-desa lingkar Towuti selama ini harus melewati ruas yang rusak sebelum sampai ke pengumpul. Dengan jalan yang lebih baik, waktu angkut lebih singkat dan risiko kerusakan hasil kebun menurun.
Pemerintah kabupaten menyebut pembenahan ini sebagai bagian dari pembangunan infrastruktur berbasis skala prioritas. Artinya, ruas yang dinilai paling mendesak dan berdampak langsung pada warga akan dikerjakan lebih dahulu.
FAQ Akses Wisata Towuti
Apakah jalan Mahalona-Bantilang sudah dikerjakan?
Belum. Pemerintah menyatakan proyek masih pada tahap administrasi dan teknis di balai terkait, dengan target pelaksanaan 2026–2027 dan anggaran Rp27 miliar.
Berapa jauh perjalanan dari Makassar ke kawasan danau?
Sekitar 620 kilometer dengan waktu tempuh kurang lebih 12 jam melalui jalur darat. Alternatif lain adalah penerbangan ke Bandara Sorowako lalu melanjutkan perjalanan darat.
Apakah Danau Mahalona boleh dikunjungi wisatawan?
Ya. Kawasan Danau Mahalona berstatus Taman Wisata Alam yang dikelola untuk kepentingan konservasi dan wisata alam. Pengunjung diharapkan menjaga kebersihan dan tidak mengganggu biota setempat.
Kapan waktu terbaik berkunjung?
Umumnya pada musim kemarau ketika cuaca lebih cerah dan permukaan danau lebih tenang. Sebaiknya rencanakan perjalanan pada pagi hari untuk mendapatkan kondisi terbaik.
Yang Perlu Disiapkan ke Depan
Setelah jalan diperbaiki, tantangan berikutnya adalah kesiapan destinasi. Fasilitas dasar seperti toilet, tempat sampah, penunjuk arah, dan area parkir perlu ditata agar kunjungan tidak menimbulkan persoalan lingkungan di kawasan konservasi.
Pemerintah desa bersama kelompok sadar wisata juga perlu memperkuat tata kelola, termasuk penetapan tarif jasa perahu dan pemandu secara musyawarah. Dengan begitu, manfaat ekonomi dari kunjungan bisa tersebar lebih merata ke warga.
Artikel ini disusun dari pemberitaan Fakta Jurnalis soal kepastian jalan Mahalona–Bantilang dan data kawasan dari laman resmi BKSDA Sulawesi Selatan. Baca juga artikel SuaraLutim: Menjelajah TWA Danau Mahalona dan Rp49 Miliar untuk Jalan Mahalona Raya, serta rubrik Pariwisata.


