Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Wisata Luwu Timur: Margolembo Green Country di Mangkutana

27 September 2026 • Admin • 24 kali dibaca
Air terjun Malela di Desa Wisata Margolembo Green Country, Luwu Timur
Gambar: Dok. Jadesta Kementerian Pariwisata - Desa Wisata Margolembo Green Country, Mangkutana, Luwu Timur.
ASM Group
Iklan

Fasilitas, Atraksi, dan Tarif yang Dipublikasikan

Desa wisata ini termasuk lengkap untuk ukuran desa berkembang. Fasilitas yang tercatat pada laman Jadesta antara lain areal parkir, balai pertemuan, cafetaria, jungle tracking, kamar mandi umum, kuliner, mushola, area outbound, spot foto, dan tempat makan.

Beberapa atraksi juga sudah dipublikasikan beserta tarifnya. Perlu dicatat, tarif tersebut adalah data yang diunggah pengelola ke sistem desa wisata nasional, sehingga bisa berubah sewaktu-waktu mengikuti kesepakatan warga.

  • Rafting ban – atraksi wisata alam dengan tarif yang dipublikasikan Rp10.000.
  • Camping area – area berkemah dengan tarif yang dipublikasikan Rp10.000.
  • Homestay Malela – penginapan warga dengan tarif yang dipublikasikan Rp150.000.
  • Kopi Malela – suvenir khas desa dengan harga dipublikasikan Rp20.000.

Untuk kegiatan kelompok, balai pertemuan dan area outbound bisa dimanfaatkan. Ini membuat Margolembo cocok untuk kegiatan sekolah, komunitas, maupun pertemuan kecil di luar kota.

Homestay dan penyediaan makan

Ketersediaan homestay menunjukkan desa ini sudah berupaya menahan pengunjung lebih lama. Dengan menginap, waktu kunjungan biasanya bertambah, dan belanja wisatawan pun tersebar ke lebih banyak rumah tangga.

Tata Atur
Iklan

Dari sisi pengunjung, menginap di desa memberi pengalaman yang berbeda dari menginap di hotel. Suasananya lebih tenang, dan interaksi dengan warga jadi lebih dekat.

Menuju Desa Wisata yang Berkelanjutan

Margolembo tidak berdiri sendiri. Pada sistem yang sama, tercatat desa wisata lain di sekitar kawasan itu, yakni Desa Wisata Mandiri Bersinar yang berjarak sekitar 8 kilometer. Artinya, ada peluang rute kunjungan yang saling melengkapi.

Pengembangan yang berkelanjutan menuntut beberapa hal dasar: kebersihan terjaga, fasilitas umum terawat, dan kesepakatan warga soal tarif tetap konsisten. Tanpa itu, desa wisata mudah kehilangan pengunjung setelah ramai sesaat.

Yang juga penting adalah penataan informasi. Laman resmi desa wisata memuat fasilitas dan atraksi, tetapi data kunjungan, jumlah UMKM, serta jumlah tenaga kerja belum terisi. Bagi calon mitra dan wisatawan, data semacam itu membantu menilai kesiapan desa.

Luwu Timur punya modal wisata alam yang kuat. Kombinasi danau purba dan desa wisata agro seperti Margolembo membuat peta wisata daerah ini lebih beragam, sekaligus lebih tahan terhadap perubahan minat pasar.

FAQ Wisata Luwu Timur ke Margolembo

Di mana lokasi Desa Wisata Margolembo?

Desa Wisata Margolembo berada di Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, sekitar 15 kilometer dari pusat pemerintahan kecamatan menurut profil resminya di sistem desa wisata nasional.

Apa yang paling khas dari desa wisata ini?

Keunikan utamanya adalah Watu Maeta, dua batu yang terpisah oleh aliran sungai, serta hasil kebun warga seperti kopi Malela, durian lokal, pepaya, dan jagung. Desanya juga menyediakan atraksi rafting ban dan area berkemah.

Apakah tersedia penginapan di desa?

Ada. Pada laman desa wisata tercatat Homestay Malela yang dikelola warga dengan tarif yang dipublikasikan Rp150.000. Karena tarif dan ketersediaan kamar dapat berubah, sebaiknya dikonfirmasi lebih dahulu sebelum berkunjung.

Informasi lengkap mengenai fasilitas dan atraksi desa wisata ini bisa dibaca pada profil Jadesta Desa Wisata Margolembo Green Country dan portal wisata resmi Kabupaten Luwu Timur. Bagi yang ingin membandingkan destinasi lain di daerah ini, bacaan berikut bisa menjadi bahan pertimbangan: agrowisata nanas Ponda’ta Tabarano, Bura-Bura hingga Goa Air Matano, serta Taman Kehati Wallacea di Sorowako.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga