Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pariwisata

Wisata Luwu Timur: Suso Fest 2026 Jaga Pantai Ujung Suso

22 September 2026 • Admin • 7 kali dibaca
Suso Fest 2026 di Pantai Ujung Suso, agenda wisata luwu timur berbasis lingkungan di Kecamatan Burau
Gambar: Penalutim.com
ASM Group
Iklan

Harapan Panitia untuk Pantai Ujung Suso

Sekretaris Panitia Suso Fest 2026, Wildam, menegaskan festival ini lebih dari sekadar pesta di tepi pantai. Menurutnya, ada pesan yang ingin dititipkan kepada wisatawan maupun warga.

“Harapan kami, melalui kegiatan ini wisatawan dan masyarakat semakin sadar menjaga lingkungan wisata. Pantai Ujung Suso bukan hanya tempat wisata, tetapi juga salah satu sumber ekonomi masyarakat,” katanya.

Ia menyebut pariwisata dan kelestarian harus berjalan beriringan. “Kami ingin wisatanya maju, lingkungannya tetap bersih, dan masyarakat semakin sejahtera dengan meningkatnya kunjungan wisata,” ujarnya.

Wildam juga berharap Suso Fest tidak berhenti sebagai event tahunan saja, melainkan tumbuh menjadi contoh bagi kegiatan serupa. “Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan menjadi event percontohan dengan konsep ramah lingkungan di Luwu Timur,” tutupnya.

Tata Atur
Iklan

Mengapa Isu Sampah Menentukan Masa Depan Wisata Lutim

Luwu Timur menyimpan modal wisata alam yang tidak kecil. Ada Danau Towuti, Danau Mahalona, dan Danau Matano, ditambah kawasan konservasi serta sejumlah pantai dan air terjun. Modal itu menarik wisatawan, tetapi sekaligus membawa risiko yang bisa diprediksi.

Semakin banyak orang datang, semakin besar volume sampah yang harus diurus. Kalau pengelolaan tidak disiapkan sejak awal, biaya kebersihan akan jatuh ke warga sekitar dan ke citra destinasi itu sendiri. Wisatawan berikutnya datang ke tempat yang bersih, bukan ke pantai yang penuh sisa kemasan.

Karena itu, konsep zero waste dalam sebuah festival bukan sekadar gaya-gayaan. Ia semacam uji coba berskala kecil untuk melihat apakah kawasan wisata mampu mengelola sampahnya sendiri saat pengunjung membludak. Bila berhasil di satu pantai, pola serupa bisa diadopsi di destinasi lain.

Pendekatan ini juga menempatkan warga sebagai pemilik manfaat, bukan penonton. Ketika pantai bersih dan kunjungan naik, warung, penginapan, penyewaan perahu, dan usaha kecil di sekitarnya ikut merasakan dampaknya. Itulah yang dimaksud panitia ketika menyebut pantai sebagai sumber ekonomi masyarakat.

Catatan untuk Calon Pengunjung

Pantai Ujung Suso berada di Kecamatan Burau dan bisa dijangkau lewat jalur darat dari kawasan Malili sebagai pusat pemerintahan kabupaten. Rute ini biasa dilewati warga yang menuju kecamatan di sisi timur Luwu Timur.

Perlu dicatat secara terbuka: publikasi yang menjadi rujukan artikel ini tidak menyebutkan tarif masuk maupun jam operasional harian Pantai Ujung Suso. SuaraLutim tidak mencantumkan angka yang tidak bisa dipastikan. Calon pengunjung sebaiknya menanyakan langsung kepada pengelola atau memeriksa kanal resmi Disparmudora Luwu Timur sebelum berangkat.

Tips yang bisa dipegang adalah prinsip yang diusung festival: bawa tumbler sendiri, kurangi kemasan sekali pakai, dan sisakan pantai dalam keadaan lebih bersih daripada saat kedatangan. Pantai di Burau bukan hanya latar foto, tetapi ruang hidup warga sekitarnya.

FAQ Suso Fest 2026

Kapan dan di mana Suso Fest 2026 berlangsung?

Festival ini berlangsung selama dua hari, 19 sampai 20 September 2026, di Pantai Ujung Suso, Kecamatan Burau, Kabupaten Luwu Timur.

Apa tema dan konsep kegiatan itu?

Temanya “Eco-Escape: Fun, Clean and Connect” dengan konsep green event dan zero waste. Pengunjung diminta mengurangi wadah sekali pakai dan membawa tumbler sendiri.

Siapa saja penyelenggaranya?

Karang Taruna Kecamatan Burau, Selaras Batara Guru, Famajjah Art, dan PIK Remaja Matundreng SMAN 7 Luwu Timur, dengan dukungan Pemkab Luwu Timur melalui Disparmudora dan Dinas Lingkungan Hidup serta sejumlah mitra usaha.

Apakah kegiatan ini akan digelar rutin setiap tahun?

Panitia berharap Suso Fest dapat berlanjut dan menjadi event percontohan berwawasan lingkungan. Kepastian jadwal tahun berikutnya belum diumumkan dalam sumber yang dirujuk artikel ini.

Yang Perlu Dipantau

Setelah festival usai, pertanyaan yang tersisa menyangkut jejaknya. Apakah aksi bersih pantai berlanjut menjadi rutinitas warga, dan apakah pengelolaan sampah di kawasan itu benar-benar ditata untuk kunjungan harian, bukan hanya saat ada acara.

Jawaban atas pertanyaan itu ada di tangan penyelenggara, pemerintah daerah, dan warga Burau. Untuk sementara, Suso Fest 2026 sudah menunjukkan satu hal: wisata di Luwu Timur bisa dibangun tanpa mengorbankan lingkungan yang menjadi daya tariknya.

Artikel ini disusun dari laporan Penalutim soal Suso Fest 2026, dengan rujukan kanal Pariwisata Warta Lutim. Artikel terkait di SuaraLutim: Sorowako dan Danau Matano yang jadi magnet wisatawan, Mangkasa Point dan konservasi Malili, serta kanal Pariwisata SuaraLutim.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga