SUARALUTIM.COM, MALILI — Berita Lutim untuk warga yang masih menunda mengurus dokumen kependudukan: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Luwu Timur kembali menggelar layanan jemput bola lewat program Dukcapil AKTIF. Layanan berlangsung lima hari, 19 sampai 23 Oktober 2026, pukul 08.00 hingga 16.00 WITA, dan berpindah ke lima kecamatan sesuai jadwal yang ditetapkan.
Program ini penting bagi warga yang tinggal jauh dari Malili. Dengan sistem pelayanan langsung ke wilayah kecamatan, pengurusan dokumen kependudukan tidak lagi mengharuskan orang menempuh perjalanan panjang ke kantor dinas di ibu kota kabupaten.
Berita Lutim: Jadwal Dukcapil Aktif 19-23 Oktober 2026
Jadwal pelayanan disusun berurutan antarkecamatan. Warga diminta datang sesuai jadwal wilayahnya karena petugas berpindah setiap hari.
| Tanggal | Lokasi layanan |
|---|---|
| Senin, 19 Oktober 2026 | Kecamatan Nuha |
| Selasa, 20 Oktober 2026 | Kecamatan Towuti |
| Rabu, 21 Oktober 2026 | Kecamatan Wasuponda |
| Kamis, 22 Oktober 2026 | Kecamatan Kalaena |
| Jumat, 23 Oktober 2026 | Kecamatan Angkona |
Nama program Dukcapil AKTIF sendiri adalah singkatan dari Akta Tuntas dan IKD Aktif. Penamaan itu menandakan dua sasaran utama: menyelesaikan dokumen pencatatan sipil yang masih tertunggak, dan mengaktifkan identitas kependudukan digital bagi warga yang belum memilikinya.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Layanan Apa Saja yang Bisa Diurus
Dalam layanan ini, warga dapat mengurus sejumlah dokumen administrasi kependudukan sekaligus. Daftar layanannya cukup luas, sehingga satu kunjungan bisa dipakai untuk beberapa keperluan.
- Akta kelahiran bagi anak yang belum memiliki dokumen resmi kelahiran.
- Akta kematian untuk keluarga yang perlu menertibkan administrasi anggota keluarga yang telah meninggal.
- Akta perkawinan dan akta perceraian, termasuk pencatatan yang belum dilakukan sebelumnya.
- Dokumen pencatatan sipil lainnya yang menjadi kewenangan dinas.
- Pembaruan akta lama menjadi dokumen digital yang dilengkapi barcode atau kode QR.
- Aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) bagi warga yang belum mengaktifkan identitas digitalnya.
Dinas menegaskan seluruh pelayanan dalam program ini tidak dipungut biaya. Warga yang datang hanya perlu membawa dokumen pendukung sesuai jenis layanan yang diminta, dan sebaiknya datang lebih awal agar antrean tidak menumpuk menjelang penutupan.
Dukcapil Aktif Sebelumnya: 131 Dokumen Tuntas di Burau
Jadwal pekan ini bukan pengalaman pertama. Sebelumnya, pada Senin (12/10/2026), layanan serupa digelar di Kecamatan Burau. Menurut pemberitaan media lokal, Dukcapil AKTIF menuntaskan 131 dokumen dalam sehari di wilayah itu, mulai dari akta perkawinan sampai identitas kependudukan digital.
Salah satu warga yang memanfaatkan layanan tersebut, seorang petani dari Desa Mabonta, mengurus pencatatan perkawinan tanpa harus ke Malili. Kejadian semacam itu menunjukkan nilai praktis layanan jemput bola: yang biasanya memakan waktu dan biaya perjalanan menjadi urusan yang bisa diselesaikan di kecamatan sendiri.
Peristiwa di Burau itu pernah diulas SuaraLutim dalam artikel Dukcapil Aktif tuntaskan dokumen di Burau.
Mengapa Administrasi Kependudukan Penting
Dokumen kependudukan bukan sekadar kertas. Akta kelahiran menjadi dasar penerbitan kartu identitas anak dan syarat masuk sekolah. Kartu keluarga diperlukan ketika warga mengurus bantuan sosial, beasiswa, atau layanan kesehatan. Akta kematian berdampak pada pemutakhiran data keluarga dan administrasi warisan.
Pada tingkat kabupaten, data kependudukan yang mutakhir memengaruhi kualitas perencanaan. Anggaran untuk sekolah, puskesmas, dan infrastruktur desa dihitung dari data penduduk. Bila data warga tidak terbarui, program bisa salah sasaran.
Karena itu, program seperti Dukcapil AKTIF punya efek ganda: membantu warga secara langsung, sekaligus memperbaiki basis data daerah. Data kependudukan yang rapi juga membuat layanan publik lain lebih cepat, misalnya pengurusan identitas digital yang kini makin dibutuhkan untuk mengakses layanan daring.


