Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Berita Lutim: FKPPI ke-48 Perkuat Persatuan dan Pengabdian

14 September 2026 • Admin
Berita Lutim: Ketua FKPPI Sulawesi Selatan Aliyah Mustika Ilham pada rangkaian HUT ke-48 FKPPI di Jakarta
Gambar: Pedomanrakyat.com

Pesan Persatuan dan Pengabdian dari Aliyah Mustika Ilham

Aliyah Mustika Ilham menyampaikan bahwa peringatan HUT FKPPI bukan sekadar agenda seremonial. Menurutnya, momen itu harus menjadi titik kembali untuk memperkuat semangat kebersamaan, persaudaraan, dan pengabdian keluarga besar FKPPI.

Ia menilai FKPPI memiliki sejarah panjang dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi wadah silaturahmi bagi putra-putri purnawirawan serta putra-putri TNI-Polri di seluruh Indonesia.

“HUT ke-48 FKPPI menjadi momentum untuk terus memperkuat persatuan, soliditas, dan semangat pengabdian. Sebagai bagian dari keluarga besar FKPPI, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai perjuangan dan terus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, daerah, dan bangsa,” ujar Aliyah Mustika Ilham.

Harapan Konsolidasi hingga Tingkat Daerah

Ia juga berharap konsolidasi yang terbangun melalui Rapimnas dapat semakin memperkuat organisasi FKPPI dari tingkat pusat hingga daerah, termasuk FKPPI Sulawesi Selatan. Konsolidasi itu dinilai penting agar program organisasi sampai ke basis anggota.

“Semoga FKPPI semakin solid, semakin bermanfaat dan mampu terus hadir memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat serta mendukung pembangunan bangsa dan daerah,” tambahnya.

Bagi daerah, harapan tersebut menyangkut hal yang cukup praktis. Organisasi yang solid dinilai lebih mudah dilibatkan dalam kerja-kerja sosial, kegiatan bakti, hingga pendampingan masyarakat di kabupaten dan kota, termasuk di wilayah Luwu Timur dan sekitarnya.

Makna HUT ke-48 FKPPI bagi Generasi Muda

Usia 48 tahun membuat FKPPI berada pada fase yang matang sebagai organisasi. Dari sisi keanggotaan, FKPPI saat ini tidak hanya menghimpun putra-putri purnawirawan, tetapi juga putra-putri TNI-Polri yang masih aktif berdinas.

Karena itu, pembinaan karakter menjadi salah satu pekerjaan rumah yang berulang muncul. Nilai disiplin, kesetiaan pada negara, dan kesediaan mengabdi dinilai perlu diterjemahkan dalam tindakan yang relevan dengan kehidupan anak muda sekarang.

Nilai Bela Negara dan Pengabdian Sosial

Keteladanan menjadi kunci. Menurut pandangan yang berkembang di internal keluarga besar FKPPI, nilai kebangsaan lebih mudah dipahami generasi muda ketika hadir melalui contoh nyata: terlibat dalam kegiatan warga, membantu korban bencana, atau mengambil peran di kegiatan sosial di lingkungan sendiri.

Dari rangkaian peringatan HUT ke-48, hal itu tergambar pada dua hal sederhana. Pertama, penghormatan kepada para pahlawan lewat ziarah di TMP Kalibata. Kedua, penegasan bahwa organisasi ini dibangun dari cerita keluarga besar TNI-Polri yang tersebar di seluruh provinsi.

FAQ: Pertanyaan yang Sering Muncul soal HUT ke-48 FKPPI

Apa itu FKPPI?

FKPPI adalah singkatan dari Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI-Polri. Organisasi ini menghimpun putra-putri purnawirawan serta putra-putri TNI dan Polri di seluruh Indonesia.

Kapan HUT ke-48 FKPPI diperingati?

HUT ke-48 FKPPI jatuh pada 12 September 2026. Peringatannya dirangkai dengan Rapimnas Keluarga Besar FKPPI Tahun 2026 di Jakarta, 11–12 September 2026, ditutup dengan syukuran di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan.

Apa agenda Rapimnas Keluarga Besar FKPPI 2026?

Agendanya meliputi pembukaan, sambutan Ketua Umum FKPPI dan Menteri Pertahanan RI, sidang paripurna, penyampaian pandangan Mabes TNI dan Mabes Polri, sesi tanya jawab, rapat tim perumus, serta pembacaan keputusan Rapimnas. Peserta juga mengikuti ziarah dan tabur bunga di TMP Nasional Utama Kalibata.

Penutup

Rangkaian Rapimnas dan HUT ke-48 FKPPI di Jakarta menjadi penanda satu hal: organisasi yang lahir dari lingkungan purnawirawan dan TNI-Polri menempatkan persatuan sebagai modal utama, bukan sekadar tema acara. Arahan yang dihasilkan forum itu kini menunggu diturunkan menjadi program di tingkat wilayah.

Bagi SuaraLutim, agenda semacam ini tetap relevan dibaca dari sudut pandang daerah. Keputusan organisasi di tingkat nasional pada akhirnya menyentuh cara kerja pengurus di kabupaten dan kota, termasuk saat mereka mengambil bagian dalam kegiatan sosial di tengah warga.

Baca juga berita Sulawesi Selatan lain di kanal Pemerintahan SuaraLutim dan pembahasan DPRD Makassar bahas tata tertib. Referensi: Pedomanrakyat.com, kemhan.go.id, dan sulselprov.go.id.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga