Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Berita Lutim: Jalan Aroepala Dibeton 40 Cm Makassar-Gowa

17 September 2026 • Admin
Berita Lutim soal Jalan Aroepala dibeton 40 cm penghubung Makassar dan Gowa
Gambar: Pedomanrakyat.com

Berita Lutim — Program peningkatan ruas Jalan Aroepala yang menghubungkan Kota Makassar dan Kabupaten Gowa memasuki babak baru. Jalan strategis tersebut kini tuntas dibeton melalui program Multi Years Project (MYP) Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

Berdasarkan pantauan di lokasi, dua lajur Jalan Aroepala arah ke Kabupaten Gowa sudah sepenuhnya dapat diakses pengendara. Arus lalu lintas pun mulai lancar, setelah sebelumnya pengguna jalan harus melewati masa pengerjaan yang panjang.

Sementara untuk arah sebaliknya, yakni menuju Kota Makassar, baru satu lajur yang difungsikan. Kondisi ini masih memengaruhi arus kendaraan pada jam-jam sibuk di ruas tersebut.

Meski berada di wilayah Makassar dan Gowa, proyek jalan ini menjadi bagian dari gambaran besar pembangunan infrastruktur Sulawesi Selatan yang juga menyentuh daerah lain, termasuk kabupaten di timur provinsi seperti Luwu Timur.

Berita Lutim: Tahapan Pembukaan Lajur Jalan Aroepala

Kepala Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Ihsan, menjelaskan bahwa sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan bertahap dengan mempertimbangkan kekuatan konstruksi.

“Sebagian lajur masih ditutup karena umur betonnya belum mencukupi. Pembukaan dilakukan secara bertahap mempertimbangkan kekuatan konstruksi. Jika sudah mencapai usia 29 hingga 35 hari, seluruhnya akan dibuka,” jelas Andi Ihsan, Kamis (16/9/2026).

Penjelasan itu menegaskan bahwa penutupan lajur bukan karena persoalan lain, melainkan bagian dari prosedur teknis pematangan beton. Membuka jalan sebelum waktunya berisiko menurunkan kekuatan struktur.

Ketebalan Beton dan Alasan Pemilihannya

Jalan Aroepala dibeton dengan total ketebalan 40 cm. Rinciannya adalah lean concrete atau beton dasar setebal 10 cm dan concrete pavement atau beton utama setebal 30 cm.

Total panjang Jalan Aroepala yang ditangani sekitar 1,8 kilometer dan masuk dalam Paket 1 MYC Tahun Anggaran 2025–2027. Dengan skema lintas tahun, pekerjaan dapat diselesaikan sesuai tahapan tanpa terpotong siklus anggaran tahunan.

Andi Ihsan menjelaskan bahwa beton membutuhkan waktu minimal 28 hari untuk mencapai kekuatan standar agar mampu menahan beban kendaraan sesuai perencanaan teknis. Untuk memberi faktor keamanan ekstra, masa pematangan dapat diperpanjang hingga sekitar 35 hari.

Jika dipaksakan dibuka sebelum waktunya, risiko kerusakan struktur sangat besar. Karena itu, pengaturan waktu pembukaan lajur dilakukan dengan hati-hati meski hal itu memperpanjang masa penyesuaian bagi pengguna jalan.

Mengapa Beton, Bukan Aspal

Keputusan Pemprov Sulsel menerapkan konstruksi beton semen atau rigid pavement didasari oleh kondisi geografis kawasan tersebut yang kerap tergenang air saat hujan.

Sebelumnya, lapisan aspal di ruas ini sudah berkali-kali diperbaiki tetapi selalu kembali rusak. Kondisi itu membuat biaya pemeliharaan menjadi tidak efisien dalam jangka panjang.

“Daerah lintasan Aroepala itu sering banjir. Kalau terus menggunakan aspal, biaya pemeliharaannya menjadi sangat tinggi. Padahal anggaran pembangunan berasal dari pajak masyarakat. Karena itu, kami memilih rigid beton agar lebih awet dan penggunaan anggaran jangka panjang lebih efisien,” tegas Andi Ihsan.

Pilihan konstruksi beton umumnya dipakai pada ruas dengan beban lalu lintas tinggi atau kondisi drainase yang menantang. Permukaan beton dinilai lebih tahan terhadap genangan dan tidak mudah berlubang seperti lapisan aspal.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga