Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Luwu Timur: Bupati Minta PKK Aktif Cegah Kekerasan Anak

27 Agustus 2026 • Admin
Sosialisasi KILAS pencegahan kekerasan pada anak di Luwu Timur yang dibuka Bupati Irwan Bachri Syam
Gambar: Pedomanrakyat.com

Luwu Timur: Bupati Tekankan Pencegahan Kekerasan pada Anak Sejak Dini

Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, menegaskan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, kepedulian, dan pemantauan hingga tingkat desa. Penegasan itu disampaikan saat membuka Sosialisasi Keluarga Indonesia Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual (KILAS) Kabupaten Luwu Timur 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Sasana Praja Kantor Bupati, Rabu (26/8/2026).

Dalam sambutannya, Bupati meminta TP PKK, pemerintah desa, sekolah, dan seluruh pihak terkait aktif memberikan edukasi sekaligus mendeteksi sejak awal persoalan yang berpotensi mengancam perlindungan anak. Menurutnya, upaya pencegahan harus berjalan sebelum persoalan muncul, bukan setelah kejadian terjadi. Pendekatan itu dinilai lebih efektif sekaligus mengurangi dampak yang harus ditanggung anak dan keluarga.

Forum sosialisasi tersebut diikuti pengurus TP PKK kabupaten, kecamatan, dan desa se-Luwu Timur. Kegiatan digelar Pokja I TP PKK bekerja sama dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Luwu Timur. Kehadiran peserta dari tingkat desa menunjukkan bahwa rantai edukasi diarahkan sampai lapisan paling dekat dengan keluarga.

Peran PKK, Desa, dan Sekolah dalam Pencegahan

Bupati Irwan mendorong PKK dan pemerintah desa memperluas edukasi dengan menyambangi sekolah, posyandu, dan puskesmas. Ketiga lokasi itu dinilai strategis karena menjadi titik pertemuan rutin antara warga, anak, dan petugas layanan. Dengan menjangkau tempat-tempat itu, pesan perlindungan anak bisa diterima lebih banyak keluarga.

Sekolah berperan penting karena menjadi lingkungan kedua bagi anak setelah rumah. Guru dan tenaga kependidikan dapat mengenali perubahan perilaku yang tidak biasa pada peserta didik. Jika ada tanda-tanda yang mengarah pada persoalan perlindungan anak, penanganan awal bisa dilakukan lebih cepat.

Posyandu dan puskesmas melengkapi upaya itu dari sisi layanan dasar. Petugas di kedua tempat tersebut berinteraksi langsung dengan ibu dan anak setiap bulan. Karena itu, mereka dapat menjadi penyampai pesan pengasuhan yang aman sekaligus pengamat kondisi keluarga.

Pemerintah desa memegang peran kunci karena memiliki jangkauan paling dekat ke rumah tangga. Melalui kader dan perangkat desa, pemantauan bisa dilakukan tanpa menimbulkan kesan mencampuri urusan keluarga. Pendekatan yang santun dinilai lebih diterima warga.

Pesan Bupati soal Pencegahan dan Pelaporan

Dalam kesempatan itu, Bupati menekankan pentingnya pencegahan dibanding penanganan setelah kejadian. Ia mengingatkan agar seluruh pihak tidak menunggu persoalan membesar sebelum bergerak. Pesan itu disampaikan berulang agar menjadi kesadaran bersama, bukan sekadar seruan seremonial.

“Jangan nanti sudah terjadi baru kita semua sibuk mengurusinya. Sebelum terjadi, harus dilakukan pencegahan melalui edukasi, silaturahmi dan kegiatan seperti ini,” pesan Irwan.

Ia juga meminta masyarakat tidak menutup mata jika menemukan dugaan kekerasan terhadap anak. Warga diharapkan segera melaporkan temuan itu melalui layanan yang tersedia agar dapat ditindaklanjuti pihak berwenang. Pelaporan dini dinilai memperbesar peluang anak memperoleh pendampingan yang tepat.

Menurutnya, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas satu instansi. Pemerintah daerah menyediakan kanal penanganan, sementara keluarga dan lingkungan menjadi benteng pertama. Sinergi antara keduanya menentukan hasil akhir dari setiap upaya perlindungan.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga