Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Luwu Timur: Dialog Ekoteologi Perkuat Kerukunan di Luwu

16 September 2026 • Admin
Dialog kerukunan umat beragama dan penguatan ekoteologi di Kabupaten Luwu
Gambar: Luwuraya

Berita Lutim — Pemerintah Kabupaten Luwu bersama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Ruang Lounge Bupati Luwu pada Rabu (16/9/2026). Forum itu membahas dua hal sekaligus: memperkuat kerukunan umat beragama dan menumbuhkan kepedulian lingkungan melalui pendekatan ekoteologi. Bagi kabupaten-kabupaten di kawasan Luwu Raya, termasuk Luwu Timur, cara pandang ini menawarkan pendekatan baru dalam merawat toleransi yang berpijak pada tanggung jawab bersama terhadap alam.

Kegiatan bertema “Kerukunan, Cinta Kemanusiaan dan Penguatan Ekoteologi” itu diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Luwu. Tujuannya menjadi ruang dialog untuk meningkatkan komunikasi antarpemuka agama, bukan sekadar forum seremonial.

Berita Lutim: Kerukunan Dikaitkan dengan Kepedulian Alam

FGD tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Luwu Muhammad Rudi, Kepala Kantor Kementerian Agama Luwu Sukardi Yusuf, Kepala Kesbangpol Luwu Enrika, serta Ketua FKUB Luwu Armin. Kehadiran lintas instansi itu memperlihatkan bahwa persoalan kerukunan tidak bisa diserahkan hanya kepada satu perangkat daerah.

Dalam sambutannya, Muhammad Rudi menyampaikan bahwa keberagaman agama, suku, budaya, dan latar belakang sosial di Kabupaten Luwu merupakan kekayaan daerah yang harus dijaga bersama. Menurutnya, perbedaan bukan ancaman, melainkan modal sosial yang justru memperkuat daerah.

“Perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun persatuan dan memperkokoh kehidupan sosial masyarakat,” ujar Rudi.

Ia juga menekankan peran strategis FKUB sebagai jembatan komunikasi yang diharapkan aktif membangun dialog dan kerja sama lintas agama guna mencegah potensi konflik di tengah masyarakat.

Peran FKUB sebagai Jembatan Komunikasi

FKUB dibentuk di setiap kabupaten dan kota sebagai wadah komunikasi antarumat beragama. Peran sehari-harinya mencakup dialog rutin, penanganan isu sensitif keagamaan, serta pendampingan pendirian rumah ibadah sesuai ketentuan.

Dalam forum ini, FKUB Luwu diharapkan tidak berhenti pada pertemuan formal. Dialog perlu turun ke tingkat kecamatan dan desa, tempat gesekan sosial biasanya lebih cepat muncul dan lebih mudah diselesaikan bila komunikasi antarwarga terbangun baik.

Pentingnya Pendekatan Ekoteologi

Selain kerukunan dan kemanusiaan, diskusi ini membahas penguatan ekoteologi untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan hidup yang dinilai erat kaitannya dengan nilai moral dan spiritual. Pendekatan ini menempatkan alam sebagai bagian dari tanggung jawab keimanan, bukan sekadar objek pemanfaatan.

“Alam bukan hanya tempat kita hidup, tetapi juga merupakan bagian dari ciptaan Tuhan yang harus kita jaga, rawat dan lestarikan,” ungkap Rudi.

FGD ini juga menghadirkan tiga pemateri, yaitu Kepala Kesbangpol Luwu Enrika, Ketua FKUB Luwu Armin, dan Pastor Paroki St Petrus Padang Sappa, Pastor Oktovianus Tandilolo. Susunan pemateri lintas latar belakang itu memperlihatkan semangat dialog yang ingin dibangun.

Dari Dialog ke Aksi Lingkungan

Pendekatan ekoteologi bisa diterjemahkan menjadi aksi konkret di tingkat warga: pengelolaan sampah rumah tangga, penghijauan pekarangan rumah ibadah, hingga penghematan air. Kegiatan semacam ini mudah dilakukan bersama karena tidak menuntut anggaran besar.

Di Luwu Timur, praktik serupa sudah terlihat dalam program pengelolaan sampah daerah yang mendapat pengakuan tingkat provinsi, sebagaimana dibahas dalam artikel tentang Luwu Timur meraih terbaik I pengelolaan sampah Sulawesi. Pengalaman itu menunjukkan bahwa isu lingkungan bisa menjadi perekat sosial saat dikerjakan bersama.

Melalui forum ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih baik antarpemuka agama serta melahirkan rekomendasi konkret bagi Pemerintah Kabupaten Luwu dan FKUB dalam memperkuat toleransi.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga