Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Luwu Timur: Sinjai Gandeng Poltekpar Kembangkan Pariwisata

18 September 2026 • Admin
Penandatanganan kerja sama Pemkab Sinjai dan Poltekpar Makassar untuk pariwisata dan SDM di Sulawesi Selatan, luwu timur
Gambar: Expose Timur

SUARALUTIM.COM, MAKASSAR — Pemerintah Kabupaten Sinjai memperluas kolaborasi dengan lembaga pendidikan tinggi kepariwisataan untuk memperkuat fondasi pengembangan sektor pariwisata dan kebudayaan daerah. Kerja sama dengan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Makassar diarahkan tidak hanya pada pengembangan destinasi, tetapi juga peningkatan kompetensi sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut dituangkan melalui penandatanganan nota kesepakatan antara Bupati Sinjai, Hj. Ratnawati Arif, dan Direktur Poltekpar Makassar, Herry Rachmat Widjaja. Penandatanganan berlangsung di Kampus Poltekpar Makassar, Jalan Tanjung Bunga, Kota Makassar, Jumat (18/9/2026).

Bagi daerah yang sedang membangun sektor pariwisata, langkah semacam ini menandai pergeseran fokus: dari sekadar menambah destinasi menjadi menyiapkan orang yang mengelolanya. Persoalan yang sama juga relevan bagi Luwu Timur, daerah yang memiliki daya tarik wisata dan kebudayaan yang luas.

Luwu Timur: Pelajaran dari Kolaborasi Sinjai dan Poltekpar

Bupati Sinjai Ratnawati Arif mengatakan, kekayaan potensi wisata dan kebudayaan yang dimiliki Sinjai membutuhkan tata kelola yang semakin profesional agar mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Menurutnya, potensi besar tidak otomatis menghasilkan kesejahteraan bila pengelolaannya berjalan tanpa arah.

“Kita menyadari bahwa Sinjai memiliki potensi pariwisata dan kebudayaan yang besar. Namun, potensi tersebut harus dikelola dengan pengetahuan, keterampilan, inovasi, dan tata kelola yang baik agar mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” kata Ratnawati.

Ia menilai kerja sama dengan Poltekpar Makassar menjadi salah satu langkah strategis untuk mempertemukan potensi daerah dengan kapasitas akademik dan keahlian di bidang pariwisata. Pola ini menempatkan perguruan tinggi sebagai mitra kerja pemerintah daerah, bukan sekadar penyusun kajian.

Bagi kabupaten lain yang tengah merintis sektor pariwisata, termasuk Luwu Timur, gagasan utamanya sederhana: destinasi tanpa pengelola terlatih cenderung sulit berkembang, sementara pengelola yang terlatih dapat mengangkat daya tarik yang sebelumnya kurang tergarap.

Penguatan SDM sebagai Fondasi Pembangunan Pariwisata

Penguatan sumber daya manusia, lanjut Ratnawati, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pariwisata. Destinasi yang berkembang membutuhkan tenaga pengelola yang memiliki kompetensi, kreativitas, serta kemampuan memberikan pelayanan yang berkualitas.

Kompetensi itu mencakup banyak hal teknis di lapangan: penataan kawasan, pemanduan, kebersihan dan keselamatan pengunjung, pemasaran digital, hingga pencatatan keuangan usaha wisata. Keterampilan tersebut dapat dipelajari melalui pelatihan terstruktur yang biasanya disiapkan bersama lembaga pendidikan.

“Melalui pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan, hingga kolaborasi penyelenggaraan event pariwisata dan kebudayaan, kita ingin memastikan bahwa pembangunan pariwisata tidak hanya menghasilkan destinasi yang menarik, tetapi juga masyarakat yang berdaya, SDM yang kompeten, dan ekonomi lokal yang semakin tumbuh,” jelasnya.

Dalam kerangka itu, warga tidak diposisikan sebagai penonton pembangunan, melainkan sebagai pelaku yang memperoleh manfaat langsung dari kunjungan wisatawan, misalnya melalui homestay, kuliner khas, jasa pemandu, dan produk kerajinan.

Ruang Kolaborasi yang Disepakati

Nota kesepakatan tersebut selanjutnya diharapkan menjadi landasan untuk melahirkan program kerja yang dapat diterapkan secara konkret di Kabupaten Sinjai. Ruang kolaborasi yang disepakati mencakup pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pendampingan pengelolaan destinasi.

Selain itu, kerja sama mencakup penguatan kegiatan pariwisata dan kebudayaan. Kolaborasi pada penyelenggaraan event dinilai penting karena memberi ruang praktik bagi lulusan sekaligus menghadirkan acara yang lebih tertata bagi daerah.

Pemkab Sinjai berharap kerja sama tersebut tidak berhenti pada seremoni penandatanganan, tetapi diterjemahkan dalam program yang terukur dan berkelanjutan sesuai kebutuhan pengembangan pariwisata daerah. Harapan ini sejalan dengan praktik baik tata kelola kerja sama, di mana setiap kesepakatan memiliki indikator capaian dan jadwal evaluasi.

Penandatanganan nota kesepakatan turut dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesra Setdakab Sinjai, Andi Tenri Rawe Baso; Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Sinjai, H. A. Mandasini; dan Kepala Bagian Kesra Setdakab Sinjai, Hj. Kamriah Yusuf Akbar, beserta jajaran Poltekpar Makassar.

Peran Perguruan Tinggi sebagai Mitra Akademik

Politeknik Pariwisata Makassar merupakan perguruan tinggi yang bergerak di bidang pariwisata dan menyelenggarakan pendidikan vokasi. Keterlibatan lembaga seperti ini memungkinkan daerah mengakses pelatihan, riset terapan, dan pendampingan tanpa harus membangun seluruh kapasitas itu sendiri dari nol.

Bagi pemerintah kabupaten, kerja sama dengan perguruan tinggi memberi dua manfaat sekaligus. Di sisi program, daerah memperoleh tenaga ahli yang memahami standar pengelolaan destinasi; di sisi anggaran, sebagian kegiatan pengembangan kapasitas dapat dikerjakan bersama sehingga pembiayaan menjadi lebih efisien.

Pendekatan yang sama juga lazim dipakai di daerah lain, terutama untuk menyiapkan tenaga terampil di sektor jasa. Pelibatan kampus memberi kerangka akademik pada program pelatihan yang sebelumnya mungkin berjalan hanya sebagai kegiatan insidental.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga