Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pemerintahan

Sungai Malili Dikeruk, Material untuk Infrastruktur Lutim

19 Oktober 2026 • Admin • 28 kali dibaca
Bupati dan Wakil Bupati Luwu Timur meninjau lokasi pengerukan Sungai Malili
Gambar: Dok. Kabar Tana Luwu (kabartanaluwu.id), peninjauan Sungai Malili, 12 Oktober 2026.
ASM Group
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Penanganan pendangkalan Sungai Malili mulai diarahkan pada dua kepentingan sekaligus: memperbaiki kondisi sungai dan memanfaatkan material hasil pengerukan untuk pembangunan infrastruktur daerah. Rencana itu ditindaklanjuti Pemerintah Kabupaten Luwu Timur bersama PT Vale Indonesia melalui peninjauan lokasi oleh Bupati Irwan Bachri Syam dan Wakil Bupati Hj. Puspawati Husler, Senin (12/10/2026).

Peninjauan menjadi bagian dari koordinasi sebelum pekerjaan dimulai. Pemerintah daerah tidak hanya melihat kondisi sungai yang mengalami pendangkalan, tetapi juga menaruh perhatian pada potensi material yang nantinya dihasilkan. Bagi pembaca yang mengikuti berita Luwu Timur, langkah ini penting karena menyentuh dua persoalan yang sering muncul bersamaan: ancaman banjir dan kebutuhan material untuk jalan serta fasilitas publik.

Berita Luwu Timur: Apa yang Disepakati soal Sungai Malili

Dalam peninjauan tersebut, Bupati Irwan menyebut keterlibatan PT Vale sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, khususnya dalam merespons kondisi Sungai Malili yang memerlukan penanganan. Ia berharap pengerukan memberi manfaat langsung bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran.

“Pengerukan ini merupakan komitmen PT Vale dari sisi lingkungan. Kita melihat Sungai Malili mengalami pendangkalan, sehingga upaya pengerukan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Irwan seperti dikutip Expose Timur.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pihak yang mendukung rencana tersebut dan berharap material hasil pengerukan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Luwu Timur. Pernyataan itu memberi sinyal bahwa pemerintah daerah ingin agar pekerjaan tidak berhenti sebagai proyek pembersihan sungai, tetapi juga menghasilkan bahan yang berguna.

Dari sisi pelaksana, Supervisor Project PT Vale Indonesia, Wicki Dharmawan, menjelaskan bahwa pengerukan belum dapat dimulai sebelum seluruh proses administrasi dan pemeriksaan internal perusahaan diselesaikan serta persetujuan operasional diperoleh. Pekerjaan direncanakan mencakup bentang sungai kurang lebih satu kilometer.

Sejumlah kebutuhan pendukung telah disiapkan, termasuk kendaraan, alat berat, dan lokasi penampungan material hasil pengerukan. Meski begitu, realisasi pekerjaan tetap bergantung pada penyelesaian tahapan administrasi dan persetujuan operasional.

Mengapa Pendangkalan Sungai Malili Perlu Ditangani

Sungai Malili bukan sekadar bentang air yang melintas di tengah kota. Ia menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga: jalur transportasi kecil, sumber air untuk kebutuhan tertentu, tempat mencari ikan bagi sebagian keluarga, dan saluran alami yang menentukan arah limpasan air hujan dari wilayah sekitarnya.

Ketika dasar sungai meninggi akibat endapan, kapasitas tampung air berkurang. Pada musim hujan dengan curah tinggi, air lebih cepat meluap ke permukiman dan jalan. Pendangkalan juga menyulitkan perahu kecil yang masih dipakai warga untuk mengangkut hasil kebun atau barang dagangan.

Endapan biasanya datang dari erosi di bagian hulu, aktivitas pembukaan lahan, dan material yang terbawa arus. Karena itu, pengerukan bersifat penanganan jangka pendek. Bila sumber endapan tidak dikendalikan, sedimentasi akan kembali terjadi dalam beberapa tahun. Pemda dan perusahaan pelaksana perlu memikirkan langkah pencegahan agar pekerjaan tidak menjadi rutinitas mahal tanpa hasil permanen.

Di sisi lain, material hasil pengerukan berupa pasir dan kerikil memiliki nilai ekonomi. Kabupaten Luwu Timur sedang membangun banyak infrastruktur dasar, mulai jalan desa hingga fasilitas pelayanan publik. Memanfaatkan material lokal bisa menekan biaya pengadaan, asalkan kualitasnya memenuhi standar teknis dan pengelolaannya sesuai ketentuan.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga