Dampak Lingkungan dan Manfaat Lanjutan
Munafri berharap seluruh air lindi yang dihasilkan dari timbunan sampah dapat dikelola dengan baik. Ia menargetkan air hasil pengolahan tidak lagi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar kawasan TPA.
“Ini untuk memastikan air lindi, sistem pengelolaan air lindi yang ada di TPA ini benar-benar terkelola dengan baik, tidak lagi memberikan dampak negatif terhadap lingkungan,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menilai pengelolaan kolam lindi yang baik tidak hanya berkaitan dengan pengendalian pencemaran. Menurutnya, kawasan TPA berpotensi memberikan manfaat lanjutan bila sistemnya ditata dengan benar.
Apabila kualitas air hasil pengolahan sudah memenuhi ketentuan dan sistemnya dikelola secara baik, kawasan tersebut dinilai dapat dikembangkan untuk aktivitas produktif dan edukatif.
“Selama ini kan belum ditata dengan baik, maka kita mulai benahi perlahan,” tuturnya.
“Sebenarnya kalau ini bisa dikelola dengan baik, ini bisa menjadi hebat. Kolam pemancingan ikan dan sebagainya. Maka dari itu, ini sangat penting,” sambung Munafri.
TPA sebagai Bagian Sistem Persampahan
Menurut Appi, TPA tidak boleh dipandang semata-mata sebagai lokasi pembuangan akhir sampah. Kawasan tersebut merupakan bagian dari sistem pengelolaan persampahan yang memiliki sejumlah turunan persoalan dan membutuhkan penanganan menyeluruh.
“TPA ini bisa berdiri sendiri, TPA adalah satu bagian yang mempunyai turunan yang harus kita selesaikan secara bersama-sama,” jelasnya.
Wali Kota Makassar itu menegaskan pembenahan TPA Tamangapa merupakan bagian dari desain besar pengelolaan persampahan Kota Makassar yang akan dijalankan secara baik.
“Sudah ada desain yang benar-benar, kita tata sehingga muncul yang namanya alur proses persampahan yang ada di Kota Makassar secara maksimal,” pungkasnya.
Pengelolaan air lindi dan persampahan menjadi bagian dari kebijakan lingkungan yang dijalankan Kementerian Pekerjaan Umum melalui program infrastruktur air limbah dan persampahan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui https://sulselprov.go.id/ juga mendorong pengelolaan sampah di kabupaten dan kota.
Verifikasi Kualitas Air sebagai Penentu
Kunci dari seluruh rangkaian pengolahan adalah uji kualitas air. Tanpa hasil uji yang dipublikasikan, klaim bahwa air hasil olahan sudah aman sulit dibuktikan dan justru memicu kecurigaan warga.
Karena itu, istilah yang tepat untuk hasil pengolahan adalah memenuhi baku mutu, bukan sekadar “bersih”. Yang dinilai adalah parameter pencemar tertentu, seperti kandungan organik dan logam, sesuai standar yang berlaku.
Pemantauan rutin juga membuat perbaikan bisa dilakukan lebih cepat. Jika satu parameter melewati batas, operator dapat segera mencari unit kolam mana yang bermasalah tanpa harus menghentikan seluruh sistem.
Mengurangi Beban Air Lindi dari Sumbernya
Pengolahan di kolam hanyalah separuh pekerjaan. Beban air lindi bisa ditekan sejak dari sumbernya dengan memisahkan sampah organik dan anorganik di tingkat rumah tangga.
Sampah organik yang bercampur dengan air hujan mempercepat pembentukan lindi dengan beban pencemar tinggi. Ketika sampah organik dipisahkan dan diolah lebih dulu, volume maupun kualitas air lindi yang masuk ke kolam menjadi lebih ringan.
Karena itu, upaya pengolahan di TPA perlu didampingi program pemilahan dari rumah. Tanpa itu, kapasitas kolam pengolahan akan terus dikejar kebutuhan, sekalipun unitnya ditambah.
Kolam Bertingkat dan Tantangan Perawatan
Sistem kolam bertingkat yang saling terhubung terlihat sederhana, tetapi menuntut kedisiplinan operasional. Setiap kolam harus dibersihkan berkala dan ketinggian airnya dijaga agar aliran tetap sesuai rancangan.
Endapan lumpur yang menumpuk di dasar kolam mengurangi kapasitas tampung. Lumpur itu perlu dipindahkan secara berkala dan dikelola agar tidak menjadi sumber masalah baru di kawasan.
Perawatan itu membutuhkan anggaran rutin. Karena itu, perencanaan pengelolaan sampah yang baik selalu menyertakan biaya operasional, bukan hanya biaya pembangunan kolam.
Peran Warga sekitar Kawasan
Warga di sekitar TPA merasakan langsung hasil pengelolaan air lindi. Bau, kualitas air sumur, dan kebersihan saluran di permukiman terdekat menjadi indikator yang paling mudah dirasakan, bahkan sebelum data laboratorium terbit.
Kanal pengaduan yang terbuka membuat persoalan bisa ditangani lebih awal. Ketika warga melaporkan perubahan warna atau bau air, operator bisa memeriksa unit kolam mana yang perlu diperbaiki.
Sebaliknya, kolam pengolahan yang benar-benar berfungsi dapat menjadi sarana belajar. Sekolah dan kelompok warga bisa diundang melihat langsung proses pengolahan limbah, sesuatu yang jarang bisa disaksikan di perkotaan.
FAQ: Pengelolaan Air Lindi di TPA Tamangapa
Apa itu air lindi?
Air lindi adalah air yang terbentuk dari rembesan timbunan sampah dan mengandung zat pencemar. Karena itu, air lindi harus diolah lebih dulu agar tidak mencemari lingkungan sekitar kawasan TPA.
Teknologi apa yang dipakai di TPA Tamangapa?
Pengolahan air lindi di TPA Tamangapa memanfaatkan teknologi EcoTru yang mengandalkan bakteri. Treatment dilakukan bertahap dari kolam pertama hingga kolam terakhir.
Apa rencana lanjutan untuk kawasan ini?
Pemerintah Kota Makassar merencanakan penambahan unit kolam pengolahan yang saling terhubung. Bila kualitas air memenuhi ketentuan, kawasan tersebut berpotensi dikembangkan untuk aktivitas produktif dan edukatif.
Langkah pembenahan di TPA Tamangapa menunjukkan pengelolaan sampah tidak berhenti pada pengangkutan dari permukiman. Pembaca yang ingin mengikuti laporan pengelolaan sampah dan lingkungan di daerah dapat mengakses rubrik pemerintahan SuaraLutim, termasuk laporan tentang penghargaan pengelolaan sampah tingkat Sulawesi.
Referensi berita: Pedomanrakyat.com.