Sabtu, 24 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Lutim: Duta Pelajar Edukasi AI di SMPN 1 Malili

22 Oktober 2026 • Admin • 36 kali dibaca
Duta Pelajar Luwu Timur 2026 saat kegiatan edukasi di SMPN 1 Malili
Gambar: Dok. Luwuraya.com (kunjungan Duta Pelajar Luwu Timur ke SMPN 1 Malili, 20 Oktober 2026)
ASM Group
Iklan

Berita Lutim: Tiga Kebiasaan yang Bisa Ditiru Siswa

Dari pesan yang dibawa dalam kunjungan itu, ada beberapa kebiasaan praktis yang bisa langsung diterapkan siswa tanpa perlu perangkat tambahan.

  • Mulai dari pertanyaan sendiri. Gunakan AI untuk menguji pemahaman, bukan menggantikan proses membaca. Setelah mendapat jawaban, coba jelaskan ulang dengan bahasa sendiri.
  • Periksa ulang fakta. Jawaban mesin bisa keliru. Bandingkan dengan buku, situs resmi, atau penjelasan guru sebelum dipakai dalam tugas.
  • Jaga data pribadi. Tidak mengunggah alamat, nomor telepon, atau foto dokumen ke layanan yang tidak jelas aturannya.
  • Akui bantuan teknologi. Jika memakai bantuan AI, sampaikan secara jujur dalam tugas. Kejujuran akademik tetap berlaku.

Kebiasaan semacam ini kecil, tetapi berdampak panjang. Siswa yang terbiasa memeriksa dan menjelaskan ulang akan lebih siap menghadapi ujian, wawancara, maupun dunia kerja yang menuntut penalaran, bukan hafalan.

Peran Guru dan Orang Tua

Edukasi di sekolah tidak berhenti pada satu kunjungan. Guru memegang peran utama dalam mengarahkan penggunaan teknologi di kelas: memberi tugas yang mendorong analisis, meminta sumber, dan menilai proses, bukan hanya hasil akhir.

Orang tua juga perlu memahami bahwa larangan total jarang berhasil. Yang lebih efektif adalah kesepakatan: kapan ponsel dipakai, untuk apa, dan bagaimana pengawasannya. Tanpa kesepakatan, anak akan mencari celah, dan orang tua kehilangan kesempatan mendampingi.

Tata Atur
Iklan

Di Luwu Timur, persoalan ini bersinggungan dengan kualitas jaringan dan akses perangkat yang belum merata. Karena itu, pendekatan literasi digital sebaiknya tidak mengasumsikan semua siswa memiliki ponsel canggih atau kuota cukup. Materi tentang etika dan cara berpikir kritis bisa disampaikan tanpa perangkat.

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Dari Panggung Sekolah ke Kebijakan Pendidikan

Kegiatan duta pelajar bersifat tambahan, bukan pengganti kurikulum. Namun, kegiatan semacam ini berguna sebagai cermin: bila siswa antusias membahas AI, berarti kebutuhan literasi digital nyata di lapangan.

Sekolah dapat menindaklanjuti dengan langkah sederhana: memasukkan sesi literasi digital ke kegiatan ekstrakurikuler, membentuk klub teknologi, atau mengundang praktisi lokal. Biayanya relatif kecil, tetapi dampaknya terasa karena berulang.

Bagi pemda, catatan dari kunjungan seperti ini bisa menjadi masukan, sejalan dengan perhatian pada penguatan vokasi dan kemandirian usaha muda, untuk program pengembangan sumber daya manusia. Luwu Timur telah memiliki perhatian pada peningkatan kapasitas generasi muda melalui berbagai program pendidikan dan pelatihan. Literasi digital layak masuk sebagai bagian dari agenda tersebut.

Yang perlu dijaga adalah keseimbangan. Teknologi tidak seharusnya menggantikan kemampuan dasar membaca, menulis, dan berhitung. Ia justru perlu dipakai untuk memperkuat ketiganya. Pesan inilah yang relevan disampaikan kepada siswa pada tahap awal pengenalan.

FAQ: Edukasi AI untuk Pelajar Luwu Timur

Kegiatan apa yang dilakukan Duta Pelajar Luwu Timur di SMPN 1 Malili?

Kunjungan edukasi bertajuk On Duty Edukasi Duta Pelajar Luwu Timur 2026 pada Selasa, 20 Oktober 2026, berisi berbagi pengalaman, motivasi, dan pengenalan penggunaan AI secara bijak.

Siapa yang menyampaikan materi AI?

Dehvy Scantika Mantong, peraih gelar Best Personal Branding Duta Pelajar Luwu Timur 2026, yang membawakan materi pengenalan AI dan mengajak siswa memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab.

Apakah AI boleh dipakai untuk mengerjakan tugas sekolah?

Boleh sebagai alat bantu, dengan syarat siswa memahami materi, memeriksa kebenaran jawaban, dan terbuka kepada guru mengenai penggunaan bantuan tersebut. Menyalin tanpa memahami tetap tidak dibenarkan.

Penutup

Kunjungan duta pelajar ke SMP Negeri 1 Malili menunjukkan satu hal: edukasi teknologi tidak harus dimulai dari laboratorium komputer atau pelatihan mahal. Percakapan yang terarah, contoh yang dekat, dan pengulangan di sekolah bisa menjadi awal yang cukup.

Bagi siswa, pesan yang paling penting sederhana: teknologi adalah alat, bukan pengganti cara berpikir. Bagi sekolah dan orang tua, tugasnya memastikan alat itu dipakai dengan arah yang benar. SuaraLutim akan terus mencatat kegiatan pendidikan di Luwu Timur, termasuk program duta pelajar pada tahap berikutnya.

Sumber: Luwuraya.com (21/10/2026), arsip pemberitaan SuaraLutim soal Duta Pelajar Luwu Timur 2026, dan kerangka kompetensi AI untuk siswa UNESCO.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga