Minggu, 20 September 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Pendidikan

Berita Luwu Timur: Vokasi Harus Berbuah Kemandirian Usaha

27 Agustus 2026 • Admin
Pembukaan pelatihan vokasi Tailor Made Training di Burau, Luwu Timur
Gambar: Expose Timur

Berita Luwu Timur — Pemerintah Kabupaten Luwu Timur mendorong penguatan keterampilan masyarakat agar tidak berhenti sebatas pelatihan. Keterampilan yang diperoleh warga diharapkan menjadi modal membangun usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi. Pesan itu disampaikan Bupati Luwu Timur, Irwan Bachri Syam, saat membuka program Tailor Made Training (TMT) di Gedung Multiguna Kecamatan Burau, Kamis (27/8/2026).

Berita Luwu Timur: TMT Dibuka, Peserta Diminta Serius

Program pelatihan tersebut diselenggarakan Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP). Peserta dibekali sejumlah bidang keterampilan yang menyentuh kebutuhan pasar kerja sekaligus peluang usaha rumahan.

Dalam sambutannya, Bupati Irwan meminta peserta memanfaatkan kesempatan tersebut secara maksimal. Menurutnya, keterampilan yang diperoleh akan memiliki nilai lebih apabila diterapkan dan dikembangkan sesuai potensi masing-masing peserta.

“Jangan berhenti sampai di sini. Lanjutkan dengan bidang yang digeluti saat ini. Apa yang sebelumnya tidak kita ketahui, melalui pelatihan ini bisa kita ketahui,” ujarnya.

Bidang Keterampilan yang Dilatih

TMT mencakup pelatihan komputer, administrasi perkantoran, menjahit, serta Junior Make Up Artist (MUA). Kombinasi bidang itu menyasar dua arah sekaligus: keterampilan yang dicari perusahaan dan keahlian yang bisa dijalankan sebagai usaha sendiri.

Pelatihan komputer dan administrasi perkantoran membuka peluang bagi peserta untuk masuk ke dunia kerja formal, terutama pada sektor jasa dan perkantoran. Sementara menjahit dan tata rias memberi ruang lebih besar untuk membangun usaha dari rumah.

Bagi banyak warga, dua jalur itu sama pentingnya. Ada peserta yang ingin bekerja di perusahaan, tetapi tidak sedikit pula yang melihat keterampilan tersebut sebagai pintu masuk membuka layanan jasa di lingkungan tempat tinggalnya.

Vokasi Harus Bermuara pada Kemandirian Ekonomi

Bupati Irwan menilai peningkatan kompetensi masyarakat merupakan langkah penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja. Kemampuan membaca peluang ekonomi di lingkungan sendiri dinilai sama pentingnya.

Karena itu, peserta didorong tidak hanya berorientasi menjadi tenaga kerja, tetapi juga melihat keterampilan yang dimiliki sebagai peluang untuk menciptakan usaha baru. Dengan cara itu, hasil pelatihan tidak bergantung pada ketersediaan lowongan kerja di sekitar.

“Jangan sampai setelah pelatihan ini selesai, kemudian berhenti. Keterampilan yang diperoleh harus dikembangkan, baik secara mandiri maupun melalui kerja sama dan kolaborasi,” tegasnya.

Dari Pencari Kerja Menjadi Pelaku Usaha

Perubahan cara pandang itu membutuhkan dukungan yang berbeda. Peserta yang ingin berusaha memerlukan pengetahuan dasar soal pengelolaan keuangan, penetapan harga, hingga pemasaran sederhana agar usaha yang dirintis tidak berhenti di tahap awal.

Di sinilah kolaborasi antarpeserta menjadi penting. Peserta yang memiliki keterampilan menjahit bisa menggandeng peserta tata rias untuk menawarkan paket layanan, sementara peserta administrasi perkantoran bisa membantu pembukuan usaha kecil tersebut.

Bupati juga membuka ruang bagi peserta untuk membangun jejaring dan mengembangkan potensi secara berkelompok. Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, lembaga pelatihan, dan dunia usaha diperlukan agar hasil pelatihan benar-benar berdampak ekonomi.

Kolaborasi dengan Dunia Usaha

Pemkab Luwu Timur, kata Irwan, menyambut baik pelaksanaan TMT dan berharap program peningkatan kompetensi semacam ini dapat dilaksanakan secara berkelanjutan serta diperluas ke wilayah kecamatan lainnya.

Pemerintah daerah menyatakan siap mendorong keberlanjutan program melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan perusahaan yang beroperasi di wilayah Luwu Timur.

“Kami ingin teman-teman terus mengembangkan apa yang sudah diperoleh dan mengajukan dukungan, baik kepada pemerintah daerah maupun perusahaan, untuk kepentingan bersama,” tandasnya.

Mengapa Pelatihan Vokasi Relevan bagi Warga Lutim

Peluang keterampilan yang dikuasai warga menjadi penting karena struktur kebutuhan tenaga kerja terus bergerak. Dunia kerja kini menuntut kemampuan teknis yang siap pakai, sementara usaha kecil menuntut kemandirian dan ketekunan.

Program vokasi menyasar keduanya. Pelatihan yang dirancang bersama lembaga pelatihan memungkinkan materi disesuaikan dengan kebutuhan nyata peserta, bukan sekadar kurikulum umum yang sama untuk semua daerah.

Bagi Luwu Timur, penguatan keterampilan juga menjadi cara memperluas pilihan ekonomi warga. Selama ini banyak rumah tangga bergantung pada sektor tertentu; keterampilan baru membuka alternatif pendapatan yang lebih beragam.

Adaptasi dengan Kebutuhan Dunia Kerja

Kemampuan beradaptasi menjadi kata kunci. Peserta yang lulus dari pelatihan diminta terus memperbarui keterampilan seiring perubahan teknologi, misalnya dengan menguasai aplikasi perkantoran terbaru atau teknik menjahit yang lebih efisien.

Untuk itu, keterampilan perlu dirawat. Peserta bisa memanfaatkan jejaring antaralumni, berlatih bersama, atau mencari pendampingan lanjutan dari lembaga pelatihan ketika menemui kesulitan teknis.

Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga