Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Berita Luwu Timur dari Kecamatan Malili menyoroti kelanjutan program Pejuang Subuh yang kini diberi dorongan hadiah bagi guru dan siswa. Bupati Luwu Timur Irwan Bachri Syam disebut menyiapkan undian umroh gratis untuk guru pendamping yang istiqomah mendampingi murid melaksanakan shalat subuh berjamaah. Siswa yang rajin juga disiapkan hadiah sepeda yang akan diundi.
Informasi itu disampaikan Bupati Irwan saat menghadiri acara yasinan dan tahlilan mengenang tiga hari wafatnya almarhumah Hj. Ramlah di Desa Baruga, Kecamatan Malili, Senin, 12 Oktober 2026. Input Rakyat dan Luwuraya Pos sama-sama memuat pernyataan Bupati bahwa program Pejuang Subuh diharapkan tidak sekadar menjadi program, tetapi gerakan kebaikan yang istiqomah. Karena menyasar guru pendamping dan siswa, isu ini berkaitan langsung dengan pendidikan karakter di Luwu Timur.
Berita Luwu Timur: Dorongan Baru untuk Pejuang Subuh
Program Pejuang Subuh sebelumnya sudah dikenal sebagai bagian dari pembinaan pelajar. Dalam konteks terbaru, pemberian hadiah tidak ditempatkan sebagai tujuan utama, tetapi sebagai cara menjaga semangat guru dan siswa. Guru pendamping memiliki peran penting karena mereka tidak hanya mengingatkan murid, tetapi ikut hadir dalam proses pembiasaan. Tanpa pendampingan yang konsisten, program berbasis kebiasaan mudah berhenti setelah masa awal sosialisasi.
Hadiah umroh untuk guru pendamping menjadi simbol apresiasi yang cukup kuat. Penghargaan semacam ini menunjukkan bahwa kerja mendampingi siswa di luar jam sekolah dilihat sebagai kontribusi serius. Guru yang hadir pada waktu subuh, memantau kedisiplinan, dan menjaga komunikasi dengan murid serta orang tua menjalankan tugas yang tidak ringan. Karena itu, apresiasi dapat membantu menjaga moral pendamping, terutama jika mekanisme penilaiannya jelas dan adil.
Untuk siswa, hadiah sepeda lebih mudah dibaca sebagai motivasi sederhana. Anak-anak dan remaja sering membutuhkan penguatan positif agar kebiasaan baru terasa menyenangkan. Namun pemerintah daerah dan sekolah tetap perlu memastikan bahwa hadiah tidak menggeser tujuan utama. Yang hendak dibangun adalah kedisiplinan, tanggung jawab, kebersamaan, dan pembiasaan ibadah, bukan sekadar mengejar undian.
Pendidikan Karakter Butuh Pendampingan Nyata
Pendidikan karakter tidak cukup ditulis dalam spanduk atau dokumen sekolah. Ia perlu diulang dalam kegiatan yang nyata, terukur, dan dekat dengan kehidupan siswa. Pejuang Subuh menyasar kebiasaan bangun pagi, disiplin waktu, dan keterlibatan di lingkungan masjid. Bagi keluarga yang mendukung, kegiatan seperti ini dapat memperkuat rutinitas anak. Bagi sekolah, program ini menjadi ruang untuk menghubungkan pembinaan karakter dengan kehidupan sehari-hari.
Namun program semacam ini juga menuntut kehati-hatian. Tidak semua siswa tinggal dekat masjid, tidak semua keluarga memiliki kondisi yang sama, dan tidak semua wilayah memiliki akses aman pada waktu subuh. Karena itu pendampingan guru, orang tua, dan lingkungan menjadi penting. Program harus tetap memperhatikan keselamatan anak, jarak tempuh, kondisi cuaca, dan kemampuan keluarga. Kedisiplinan tidak boleh dibangun dengan mengabaikan keamanan.
Peran sekolah adalah membuat aturan teknis yang manusiawi. Bila ada pencatatan kehadiran, mekanismenya harus jelas. Bila ada pendampingan, tanggung jawab guru perlu diatur agar tidak membebani tanpa dukungan. Bila ada hadiah, syaratnya harus diumumkan terbuka. Dengan cara itu, Pejuang Subuh dapat menjadi gerakan pendidikan, bukan sekadar kegiatan yang ramai di awal lalu membingungkan di pelaksanaan.


