Makassar – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin Gelombang 116 posko Luwu Timur meraih juara pertama pada Expo KKN tingkat Sulawesi Selatan di GOR JK Arenatorium Unhas, Makassar, Sabtu, 19 September 2026. Kelompok dari Luwu Timur mengungguli peserta dari 23 kabupaten dan kota lain di Sulawesi Selatan.
Kemenangan itu diraih lewat produk inovatif yang dikembangkan selama pengabdian Juni hingga Agustus 2026 dengan tema Inovasi Daerah. Sebanyak 75 mahasiswa disebar di 12 desa yang berada di tiga kecamatan di Luwu Timur.
Kehadiran Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Luwu Timur, Aini Endis Anrika, pada expo itu menegaskan perhatian pemerintah daerah terhadap karya mahasiswa yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.
Luwu Timur Juara 1 Expo KKN Unhas
Expo KKN Gelombang 116 Unhas menampilkan beragam produk dan inovasi mahasiswa yang dihasilkan selama menjalankan KKN di 24 kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan. Penilaian tidak hanya melihat gagasan, tetapi juga bentuk nyata produk yang bisa dipakai masyarakat desa.
Khusus posko Luwu Timur, pengabdian berlangsung di Desa Balantang, Baruga, Laskap, Pasi-Pasi, Puncak Indah, Nikkel, Sorowako, Balambano, Ledu-Ledu, Parumpanai, Tabarano, dan Wasuponda. Kedua belas desa itu tersebar di tiga kecamatan di Luwu Timur.
Pemilihan lokasi menentukan jenis inovasi yang lahir. Desa dengan kebun nanas menghasilkan olahan minuman, desa dengan lahan pertanian menghasilkan pupuk organik, sementara desa yang berdekatan dengan aktivitas pertanian padi menghasilkan produk berbahan sekam.
Empat Inovasi yang Dipamerkan
Dalam expo tersebut, mahasiswa KKN Unhas dari Luwu Timur menampilkan sejumlah produk yang sudah dibuat bersama warga. Empat di antaranya menjadi sorotan pengunjung.
Minuman Nanas Tepache
Tepache merupakan minuman hasil fermentasi yang memanfaatkan bagian buah dan kulit nanas. Produk ini menyasar kebun nanas yang melimpah di sejumlah desa. Gagasannya sederhana, yaitu menaikkan nilai tambah buah yang selama ini dijual dalam bentuk segar.
Pupuk Organik Cair
Pupuk organik cair dibuat dari bahan-bahan yang tersedia di desa. Bagi petani, produk ini menawarkan cara memanfaatkan limbah organik menjadi input pertanian yang bisa diproduksi sendiri, sehingga ketergantungan pada pupuk pabrikan dapat dikurangi secara bertahap.
Briket dari Sekam Padi
Sekam padi sering dianggap limbah setelah panen. Melalui pembriketan, sekam diolah menjadi bahan bakar alternatif. Produk ini relevan untuk rumah tangga dan usaha kecil yang membutuhkan bahan bakar padat dengan biaya terjangkau.
Lilin dari Minyak Jelantah
Minyak jelantah rumah tangga yang biasanya dibuang dikumpulkan dan diolah menjadi lilin. Selain menghasilkan produk bernilai jual, gagasan ini membantu mengurangi pencemaran akibat pembuangan minyak bekas ke lingkungan.
Dari Expo ke UMKM Desa
Aini Endis Anrika menyampaikan apresiasi atas capaian mahasiswa. Menurutnya, prestasi itu membuktikan kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah daerah dapat menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Ia berharap produk yang dihasilkan selama KKN tidak berhenti sebatas kegiatan expo. Produk tersebut diharapkan terus dikembangkan bersama masyarakat dan pemerintah desa sehingga dapat menjadi bagian dari pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah serta ekonomi masyarakat Luwu Timur.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unhas, Prof. Muhammad Ruslin, juga mengapresiasi karya mahasiswa yang dinilai berpotensi dipatenkan dan dikembangkan menjadi produk UMKM desa setempat. Ia menyampaikan terima kasih kepada pemerintah kabupaten dan kota yang mendukung pelaksanaan KKN, termasuk sejumlah pihak swasta yang memfasilitasi kegiatan.