Malili — Pemuda asal Luwu Timur, Irfan Syauqi Madani, meraih Honorable Mention dalam ajang 22nd Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN) yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, 21–24 Agustus 2026. Penghargaan itu ia terima dari UN Tourism Council, forum yang membahas isu pariwisata dalam simulasi sidang internasional. Capaian tersebut menambah deretan cerita tentang anak muda Luwu Timur yang mampu mengambil kesempatan di panggung global.
Keterlibatan Syauqi bukan sekadar keikutsertaan biasa. Ia tampil sebagai delegasi United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland pada UN Tourism Council, salah satu forum di dalam rangkaian simulasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tersebut. Penugasan itu menempatkannya pada posisi yang menuntut kesiapan berargumen, membangun koalisi, dan merumuskan usulan kebijakan bersama delegasi dari berbagai negara.
Nama Irfan Syauqi Madani tercatat dalam laman resmi AYIMUN. Data peserta yang ditampilkan mencantumkan asal institusi Tarumanagara University, dengan Council Allocation UN Tourism Chamber 2 dan Country Allocation United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland. Data tersebut memperlihatkan bahwa Syauqi memperoleh penugasan negara dan forum tertentu, bukan menjadi peserta umum tanpa peran.
Luwu Timur: Delegasi UN Tourism Council Raih Honorable Mention
Dalam forum simulasi seperti ini, setiap peserta mewakili satu negara dan satu komisi. Peran sebagai wakil Inggris di UN Tourism Council menuntut peserta memahami posisi kebijakan negara yang diwakilinya, termasuk kepentingan sektor pariwisata yang diusungnya. Pemahaman itu kemudian diuji lewat perdebatan terbuka bersama delegasi lain.
Hasilnya, Syauqi membawa pulang Honorable Mention dari UN Tourism Council. Penghargaan tersebut diberikan atas performa selama rangkaian simulasi berlangsung. Bagi peserta dari daerah, capaian seperti ini menunjukkan bahwa kualitas argumen tidak ditentukan oleh asal sekolah atau daerah asal.
Penghargaan itu juga menempatkan isu pariwisata sebagai topik yang serius dibicarakan anak muda. Sektor ini memang kerap dibicarakan dari sisi kunjungan dan pendapatan, padahal di dalamnya melekat persoalan pengelolaan, keberlanjutan, serta pelibatan masyarakat setempat.
Rangkaian Simulasi Diplomasi yang Diikuti Syauqi
Selama mengikuti AYIMUN, Syauqi terlibat dalam berbagai rangkaian simulasi diplomasi. Ia mengikuti proses negosiasi, menyampaikan gagasan, membangun komunikasi dengan delegasi dari berbagai negara, hingga ikut dalam penyusunan resolusi. Setiap tahapan menuntut kemampuan membaca kepentingan pihak lain sekaligus menjaga posisi yang diperjuangkan.
Ia juga mendapat kesempatan memimpin sebuah bloc yang terdiri dari delegasi sejumlah negara. Peran itu menuntut kemampuan menyatukan pandangan yang berbeda tanpa kehilangan arah pembahasan. Pengalaman tersebut menjadi ruang untuk mengasah kepemimpinan, komunikasi, negosiasi, sekaligus diplomasi.
Lingkungan forum mempertemukan anak muda dari berbagai latar belakang. Perbedaan bahasa, kebiasaan, dan cara berpikir menjadi bagian dari proses belajar. Dari situ, peserta berlatih menyampaikan gagasan secara ringkas namun tetap meyakinkan.
Makna Honorable Mention bagi Pemuda Daerah
Bagi Syauqi, capaian tersebut tidak semata-mata menjadi penghargaan pribadi. Keikutsertaannya di AYIMUN menjadi kesempatan membawa identitas sebagai pemuda Luwu Timur ke ruang internasional, khususnya dalam isu pariwisata, kepemudaan, dan pengabdian kepada masyarakat. Ia menilai kesempatan itu lebih besar daripada hasil akhir perlombaan.
“Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi saya untuk membawa semangat dan identitas sebagai pemuda Luwu Timur yang aktif dalam bidang pariwisata, kepemudaan, dan pengabdian masyarakat ke ruang diplomasi internasional,” ujar Syauqi.
Pernyataan itu menggambarkan cara pandang yang menempatkan daerah sebagai bagian dari percakapan global. Isu yang dibawa bukan hal yang jauh dari kehidupan sehari-hari, melainkan hal yang dekat dengan pengalaman masyarakat di kampung sendiri.
Rekam Jejak Syauqi di Pariwisata dan Kepemudaan
Latar belakang Syauqi menunjukkan ketertarikannya pada bidang pariwisata dan kepemudaan. Ia tercatat pernah menjadi Grand Winner Duta Wisata Sulawesi Selatan 2025 serta Grand Winner Duta Pariwisata Remaja Indonesia 2024. Dua capaian itu memperlihatkan konsistensi pada bidang yang sama selama beberapa tahun.
Syauqi merupakan lulusan Fakultas Hukum Universitas Tarumanagara. Sebelumnya, ia juga pernah menempuh pendidikan di Universitas Hasanuddin pada bidang pendidikan pariwisata. Kombinasi latar belakang hukum dan pariwisata itu memberinya bekal untuk berbicara tentang kebijakan, regulasi, dan pengelolaan sektor secara bersamaan.
Pengalaman di berbagai kegiatan kepemudaan dan pariwisata menjadi bagian dari perjalanan yang kemudian membawanya ke forum internasional. Jalur yang dilalui bukan jalur instan, melainkan akumulasi dari kegiatan demi kegiatan. Karena itu, capaian di Kuala Lumpur dapat dibaca sebagai hasil dari proses panjang.