SUARALUTIM.COM, MALILI — Tumpahan solar menutupi badan Jalan Trans Sulawesi di sekitar lampu merah pertama Malili, Kabupaten Luwu Timur, pada Jumat (16/10/2026). Sedikitnya enam pengendara tergelincir karena permukaan aspal berubah licin. Satuan Lalu Lintas Polres Luwu Timur bergerak mengatur arus kendaraan sekaligus menekan risiko kecelakaan susulan dengan menaburkan pasir di ruas jalan yang terkena tumpahan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalur poros tidak hanya soal disiplin pengemudi, tetapi juga soal kelayakan kendaraan pengangkut yang melintas setiap hari.
Berita Luwu Timur: Tiga Kilometer Ruas Terdampak
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Luwu Timur menyebutkan panjang ruas yang tercemar mencapai sekitar tiga kilometer. Cairan itu berserakan mulai dari kawasan Desa Ussu hingga jalur dua menuju kawasan transmigrasi Desa Puncak Indah. Panjangnya ruas terdampak membuat penanganan tidak bisa dituntaskan sekaligus, sehingga petugas menyisir jalan secara bertahap.
Bagian jalan yang paling licin diprioritaskan lebih dulu. Petugas mencari pasir di sekitar lokasi, lalu menaburkannya pada permukaan aspal yang berminyak agar kendaraan kembali memperoleh cengkeraman ban yang memadai.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Enam Pengendara Tergelincir di Beberapa Titik
Laporan dari lokasi menyebutkan sedikitnya enam pengendara kehilangan kendali dan terjatuh di sepanjang ruas yang tercemar solar. Kejadian itu tersebar di beberapa titik, bukan satu kecelakaan tunggal, dan mayoritas melibatkan pengendara sepeda motor.
Keterangan resmi mengenai tingkat luka para pengendara belum dirinci oleh kepolisian. Yang ditekankan petugas di lokasi adalah agar warga tidak memaksakan melintas dengan kecepatan tinggi, terutama pada bagian jalan yang belum ditaburi pasir.
Bagi pengendara yang terjatuh, kejadian seperti ini juga berpotensi menimbulkan kerugian material, mulai dari kerusakan bodi kendaraan hingga biaya pengobatan. Karena itu, penanganan cepat di lokasi menjadi penting agar dampaknya tidak meluas.
Respons Cepat Satlantas Polres Luwu Timur
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Luwu Timur, Iptu Mulkadri Ibrahim, menyatakan personelnya langsung dikerahkan begitu laporan masuk. Menurutnya, keberadaan tumpahan minyak di badan jalan harus segera direspons karena berpengaruh langsung pada keselamatan pengguna jalan.
“Kami mengimbau para pengendara agar berhati-hati karena sepanjang kurang lebih tiga kilometer tumpahan minyak berserakan,” ujarnya.
Selain menaburkan pasir, personel mengatur arus kendaraan agar tidak menumpuk di sekitar titik paling licin. Pengaturan itu juga dimaksudkan memberi ruang bagi petugas untuk bekerja di badan jalan tanpa menambah risiko baru.
Mengapa Solar di Badan Jalan Berbahaya
Solar yang tercecer di aspal membentuk lapisan tipis yang memisahkan ban dari permukaan jalan. Lapisan itu menurunkan daya cengkeram, sehingga jarak pengereman bertambah dan kendaraan mudah tergelincir, terutama saat pengendara harus mengerem mendadak atau bermanuver menghindari lubang.
Risiko terbesar dirasakan pengendara sepeda motor. Roda dua hanya memiliki dua titik kontak dengan jalan, sehingga kehilangan traksi sedikit saja dapat membuat kendaraan langsung terjatuh. Kondisi bertambah buruk pada malam hari ketika jarak pandang terbatas dan pengendara tidak sempat mengenali permukaan jalan yang berminyak.
Langkah Aman bagi Pengendara
Pengendara yang melintas di jalur terdampak disarankan mengikuti panduan sederhana berikut sampai seluruh ruas benar-benar dibersihkan:


