Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Peristiwa

Viral Luwu Timur: Kabut Asap Tebal Selimuti Malili

15 Oktober 2026 • Admin • 36 kali dibaca
Personel Damkar Luwu Timur memadamkan kebakaran lahan yang memicu kabut asap, viral luwu timur pekan ini
Gambar: Dok. Top-News.co.id (personel Damkar Luwu Timur saat menangani kebakaran lahan di sejumlah titik, 4 Oktober 2026).
ASM Group
Iklan

Iklan

Kawasan Paviliun Akademika di Akademika Townhouse Gowa

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola

Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.

Buka paviliun.site

Tata Atur
Iklan

SUARALUTIM.COM, MALILI — Viral Luwu Timur beberapa hari terakhir bukan soal politik atau ekonomi, melainkan soal langit. Kabut asap pekat menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Luwu Timur. Pegunungan yang biasanya terlihat jelas dari kota Malili tertutup kabut, dan cahaya matahari pagi sulit menembus lapisan asap.

Laporan Penalutim.com pada Rabu (14/10/2026) menyebut kabut asap masih bertahan hingga siang, bukan hanya muncul pada pagi hari. Warga di sekitar Malili mulai mengeluhkan kondisi itu, terutama karena jarak pandang terganggu dan anak-anak tetap harus berangkat ke sekolah.

Seorang warga Desa Puncak Indah, Kecamatan Malili, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Ia menyebut kabut yang biasanya hilang setelah pagi justru bertahan hingga siang.

“Sudah berapa hari saya perhatikan ini kabut, saya kira kabut pagi, tapi kenapa sampai siang tidak hilang, jarak pandang kita jadi terganggu,” ujarnya seperti dikutip Penalutim.com.

Viral Luwu Timur: Kabut Asap dan Kualitas Udara

Kabut asap yang bertahan lama berkaitan langsung dengan mutu udara. Berdasarkan data AccuWeather yang dirujuk laporan tersebut, indeks kualitas udara (AQI) di Malili pada Rabu (14/10/2026) tercatat 215 dengan kategori “Sangat Tidak Sehat”. Suhu udara saat itu tercatat 29 derajat Celsius.

Angka itu penting dicatat sebagai rujukan sementara, bukan angka resmi pemerintah. SuaraLutim belum memperoleh konfirmasi resmi dari instansi daerah mengenai hasil pemantauan kualitas udara, sehingga pembaca sebaiknya memantau pembaruan resmi dari pemerintah kabupaten atau BMKG. Prakiraan cuaca wilayah Luwu Timur sendiri dapat dipantau melalui kanal resmi BMKG.

Pada kategori AQI 215, dampak tidak hanya dirasakan kelompok rentan. Orang dewasa yang sehat pun bisa mengalami keluhan bila beraktivitas di luar ruang dalam waktu lama.

Gejala yang perlu diwaspadai

  • Sesak napas dan nyeri dada.
  • Iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan.
  • Batuk berkepanjangan.
  • Memburuknya keluhan asma dan gangguan jantung.
  • Risiko lebih berat pada anak-anak, lansia, dan ibu hamil.

Keluhan saluran pernapasan memang menjadi dampak paling umum saat kabut asap bertahan. Karena itu, warga yang memiliki penyakit penyerta sebaiknya menyiapkan obat pribadi dan tidak menunda pemeriksaan bila keluhan berlanjut.

Langkah Pengurangan Risiko di Tengah Kabut Asap

Beberapa langkah sederhana dapat menekan paparan asap, terutama saat kualitas udara memburuk:

  • Gunakan masker jenis N95 bila harus keluar rumah.
  • Tutup rapat jendela, pintu, dan ventilasi rumah agar asap tidak masuk.
  • Tunda aktivitas olahraga dan kegiatan di luar ruangan.
  • Perbanyak minum air putih dan siapkan obat pribadi bagi yang punya riwayat penyakit.
  • Segera ke fasilitas kesehatan terdekat bila mengalami sesak napas.

Untuk sekolah dan kegiatan anak, penyesuaian jadwal aktivitas luar ruang biasanya menjadi pilihan pertama. Kegiatan belajar di dalam kelas tetap dapat berjalan, sementara aktivitas lapangan bisa ditunda sampai kondisi udara membaik.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga