Kamis, 5 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Suara Warga

Wahdah Lutim dan Semangat Sumpah Pemuda Anak Muda Sorowako

29 Oktober 2026 • Admin • 56 kali dibaca
Peserta munaqosyah Dirosa DPC Wahdah Islamiyah Nuha berfoto bersama di Masjid Nurul Afiat Sorowako, Luwu Timur
Dok. Wahdah Islamiyah (wahdah.or.id)
ASM Group
Iklan

SUARALUTIM.COM, SOROWAKO — Peringatan Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2026 membawa pesan yang sama seperti tahun-tahun sebelumnya: masa depan generasi muda tidak bisa diserahkan pada harapan kosong. Di Luwu Timur, salah satu jawaban paling sederhana justru datang dari ruang belajar Al-Qur’an. Pada Ahad, 10 Agustus 2025, delapan peserta munaqosyah Pendidikan Al-Qur’an Orang Dewasa (Dirosa) di Masjid Nurul Afiat, Sorowako, menuntaskan ujian bacaan setelah menempuh 20 pertemuan. Panitia mencatat, mayoritas peserta berasal dari kalangan anak muda. Bagi Wahdah Lutim, peristiwa kecil itu adalah wajah lain dari semangat Sumpah Pemuda: pemuda yang dirawat, bukan hanya diminta.

Wahdah Lutim dan Pesan Sumpah Pemuda 2026

Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, KH Dr. Muhammad Zaitun Rasmin, Lc., M.A., mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan Sumpah Pemuda sebagai momentum menyelamatkan masa depan generasi muda sekaligus memperkokoh persatuan nasional. Ajakan itu disampaikan lewat laporan resmi Wahdah Islamiyah pada 29 Oktober 2026, sehari setelah peringatan Sumpah Pemuda.

Menurut Ustaz Zaitun, persoalan yang dihadapi pemuda hari ini bukan satu-dua hal. Ia menyebut sulitnya lapangan pekerjaan, ancaman narkoba dan judi online, krisis keteladanan, hingga derasnya pengaruh negatif media sosial sebagai tantangan yang saling berkait.

“Kita tidak boleh hanya menuntut pemuda menjadi generasi unggul, sementara berbagai persoalan yang mengancam masa depan mereka belum kita tangani dengan sungguh-sungguh. Negara, keluarga, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat harus hadir memberikan solusi,” kata Ustaz Zaitun seperti dikutip laporan resmi Wahdah Islamiyah.

Tata Atur
Iklan

Ia juga mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda 1928 lahir dari keberanian generasi muda melampaui perbedaan demi kepentingan bangsa.

“Dahulu pemuda menyatukan bangsa yang terpisah oleh jarak dan perbedaan. Hari ini, jangan sampai teknologi yang menghubungkan kita justru menjadi sarana perpecahan. Pemuda harus menjadi perekat persatuan, bukan pemicu permusuhan,” tegasnya.

Ustaz Zaitun yang juga menjabat Ketua MUI Bidang Ukhuwah menegaskan bahwa menyongsong Indonesia Emas 2045 tidak cukup dengan optimisme dan slogan. Diperlukan langkah nyata membuka kesempatan, memperkuat pendidikan karakter, serta menyiapkan generasi muda yang mandiri, berintegritas, dan berjiwa kepemimpinan.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Dirosa di Sorowako, Saat Anak Muda Kembali ke Huruf Hijaiyah

Di Luwu Timur, langkah nyata itu tidak selalu berbentuk program besar. Departemen Khidmatul Qur’an DPC Wahdah Islamiyah Nuha menggelar munaqosyah Dirosa pada Ahad, 10 Agustus 2025, di Masjid Nurul Afiat, Sorowako. Kegiatan itu menjadi uji kemampuan membaca Al-Qur’an bagi peserta yang telah menyelesaikan pembelajaran metode Dirosa.

Materi ujian meliputi bacaan huruf hijaiyah, tajwid, dan kelancaran membaca Al-Qur’an. Tim penguji terdiri dari para pengajar dan pembina Dirosa yang berpengalaman membimbing peserta dewasa memperbaiki bacaan.

Yang menarik, munaqosyah itu diikuti delapan peserta dari wilayah Sorowako dan mayoritas berasal dari kalangan anak muda. Seluruh peserta telah menyelesaikan 20 kali pertemuan pembelajaran sebelum dinyatakan layak mengikuti ujian. Kegiatan berlangsung sehari, dari pagi hingga menjelang salat zuhur, diawali pembukaan oleh Ketua DPC dan ditutup dengan foto bersama.

Ketua Departemen Khidmatul Qur’an DPC Wahdah Islamiyah Nuha, Ust. Eki Arif, menyampaikan rasa syukur atas antusiasme peserta.

“Kami bangga melihat perkembangan para peserta. Harapannya, setelah munaqosyah ini, semangat belajar Al-Qur’an terus terjaga, bahkan bisa menularkan motivasi kepada masyarakat sekitar,” ujarnya seperti dilaporkan laporan resmi Wahdah Islamiyah.

Bagi warga Sorowako, delapan orang mungkin terdengar sedikit. Namun di kawasan yang sibuk dengan ritme kerja industri, delapan anak muda yang bersedia meluangkan 20 pertemuan adalah tanda minat belajar tidak hilang — hanya perlu dijemput dengan cara yang tepat.

Mengapa Dirosa Dirancang Berbeda

Dirosa adalah program pembelajaran Al-Qur’an untuk orang dewasa, bagian dari gerakan melek aksara Al-Qur’an yang dijalankan Wahdah Lutim. Sasaran utamanya bukan anak-anak yang masih duduk di bangku sekolah, melainkan pekerja, ibu rumah tangga, dan anak muda yang tidak sempat belajar mengaji sejak kecil, atau yang belajar tetapi belum pernah tuntas.

Karena itu metodenya disusun berbeda. Peserta dewasa sering malu memulai dari huruf hijaiyah di ruang yang sama dengan anak-anak, sehingga kelas dipisahkan menurut usia dan pendampingan berjalan bertahap.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga