SOROWAKO — Bagi warga Luwu Timur yang berobat jauh ke Makassar, biaya tempat tinggal selama rawat jalan sering menjadi beban kedua setelah biaya medis. Lembaga amil zakat kini menggandeng perusahaan untuk menjawabnya. Wahdah Inspirasi Zakat (WIZ) bersama PT Paragon Corp menghadirkan Rumah Singgah Inspirasi, fasilitas gratis bagi pasien prasejahtera dari luar Kota Makassar beserta keluarganya. Pola kemitraan yang sama dipakai menyalurkan modal usaha bagi pelaku usaha mikro.
Zakat Luwu Timur dan Pola Kemitraan Korporasi
Wahdah Inspirasi Zakat adalah lembaga amil zakat nasional yang berizin Kementerian Agama RI. Di laman resminya, WIZ mencatat izin itu dengan Nomor 1209 Tahun 2024, dan menegaskan dana yang dihimpun bukan berasal dari maupun untuk tujuan pencucian uang, termasuk pendanaan terorisme.
Penghimpunan dan penyalurannya dikelompokkan ke dalam lima rumpun program:
- Berkah Hidayah untuk dakwah: pemberdayaan dai, distribusi Al-Qur’an, dan pembinaan muallaf.
- Berkah Juara untuk pendidikan: beasiswa dan bantuan alat sekolah.
- Berkah Sehat untuk kesehatan: bantuan biaya pengobatan, ambulans gratis, dan khitanan massal.
- Berkah Mandiri untuk ekonomi: pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, sarana produksi, dan pendampingan.
- Berkah Peduli untuk kemanusiaan: santunan yatim dan duafa, kegiatan lingkungan, sampai respons bencana.
Dari lima rumpun itu, kemitraan dengan perusahaan menjadi jalur yang menarik dicermati: perusahaan menyalurkan zakat perusahaan atau dana kepeduliannya, lalu lembaga amil mengubahnya menjadi program bersasaran jelas dan berpendampingan. Dua contohnya paling mudah dipahami warga Luwu Timur: rumah singgah pasien daerah dan modal usaha pedagang kecil.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Rumah Singgah Inspirasi untuk Pasien dari Daerah
Berobat ke ibu kota provinsi kerap menjadi beban ganda: selain biaya medis, ongkos tempat tinggal selama rawat jalan di Makassar menguras kantong keluarga. Karena itu WIZ berkolaborasi dengan PT Paragon Corp menghadirkan Rumah Singgah Inspirasi.
Fasilitas itu disediakan khusus dan gratis bagi pasien prasejahtera beserta keluarganya yang berasal dari luar Kota Makassar, agar fokus pada proses penyembuhan tanpa memikirkan biaya akomodasi.
“Kami ingin memastikan tidak ada pasien yang terpaksa menghentikan pengobatannya hanya karena tidak mampu membayar biaya sewa tempat tinggal di kota. Bersama Paragon, Rumah Singgah Inspirasi hadir sebagai rumah kedua yang aman, nyaman, dan penuh suasana kekeluargaan bagi mereka,” ujar Direktur Program WIZ, Muhammad Dwi Aprinandhi, Jumat (3/7/2026).
Rumah singgah itu menampung tiga pasien dari berbagai daerah terpencil yang tengah berobat di sejumlah rumah sakit di Makassar. Salah satu pendamping pasien, Idris, mengaku fasilitas gratis itu sangat meringankan beban mental dan finansial keluarganya.
Meski begitu, kebutuhan operasional harian tetap berjalan: listrik, air, konsumsi pasien, sampai perawatan fasilitas. WIZ juga menyebut keterbatasan armada medis, sehingga peremajaan ambulans menjadi kebutuhan mendesak untuk mobilitas pasien dari rumah singgah ke rumah sakit. Untuk itu WIZ membuka ruang kolaborasi bagi muzakki, donatur, dan mitra perusahaan.
Modal Usaha untuk Sepuluh Pelaku UMKM
Jalur kedua adalah Program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU). WIZ bersama Paragon menyalurkan bantuan modal usaha kepada sepuluh pelaku UMKM di berbagai wilayah Indonesia pada 26–27 Juni 2026, bertahap melalui jaringan Gerai WIZ di masing-masing wilayah.
Sebarannya meliputi Kota Palopo di Sulawesi Selatan, Parigi dan Banggai di Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, NTT, hingga NTB. Dua penerima yang disebut dalam laporan resmi, Aslamuddin dari Palopo dan Rismawati Alda dari Papua Barat Daya, menyatakan akan mengoptimalkan modal itu untuk mengembangkan usaha dan menguatkan perekonomian keluarga.
Yang membedakan bantuan ini dari sekadar pemberian uang adalah kelanjutannya. Penanggung Jawab Program Ekonomi WIZ, Muh. Dwi Aprinandhi, menegaskan kolaborasi itu tidak berhenti pada fase penyerahan modal.
“Setelah penyaluran, para penerima manfaat akan mendapatkan pendampingan berkala, monitoring, serta pelatihan terstruktur agar usaha mereka semakin mandiri dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujarnya.


