Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Harga Nikel Tertekan Stok 750.000 Ton, Kuota 2027 Dikaji

30 Oktober 2026 • Admin • 37 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Sorowako: matte 18.341 ton, harga jual melemah

Di Kabupaten Luwu Timur, dampak harga terlihat pada angka penjualan PT Vale Indonesia Tbk (INCO). Produksi nikel matte perseroan mencapai 18.341 ton pada kuartal III/2026, tertinggi sepanjang tahun ini setelah agenda pemeliharaan besar pada awal 2026, naik dari 16.153 ton pada kuartal II. Namun sepanjang Januari–September 2026 produksi matte tercatat 48.114 ton, lebih rendah dari 54.975 ton pada periode yang sama tahun lalu.

Volume pengiriman matte naik menjadi 20.158 ton pada kuartal III dari 13.932 ton pada kuartal sebelumnya. Sebaliknya, harga realisasi matte turun menjadi US$14.053 per ton dari US$14.765 per ton, atau di bawah level LME cash pada periode yang sama, sementara biaya tunai penjualan naik menjadi US$10.404 per ton dari US$10.005 per ton akibat kenaikan konsumsi dan harga energi. Selisih itu menjelaskan mengapa harga nikel menjadi persoalan bagi daerah penghasil. “Perseroan terus berfokus pada keandalan operasional dan konsistensi produksi untuk menjaga kinerja pada triwulan terakhir tahun ini,” kata Direktur sekaligus Chief Financial Officer INCO Rizky Putra dalam keterbukaan informasi, dikutip Bisnis.com.

Pendapatan INCO pada kuartal III mencapai US$353 juta, naik dari US$290 juta, ditopang penjualan bijih dari Blok Bahodopi dan Pomalaa. Secara kumulatif pendapatan Januari–September 2026 mencapai US$896 juta atau tumbuh 27 persen secara tahunan, dengan EBITDA US$297 juta. Untuk 2027, perseroan menyiapkan optimalisasi produksi matte dan peningkatan kontribusi penjualan bijih.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Hilirisasi butuh ekosistem, bukan hanya smelter

Dewan Ekonomi Nasional (DEN) menilai Indonesia tidak bisa berhenti pada hilirisasi pengolahan. Direktur Eksekutif DEN Tubagus Nugraha memperkirakan nilai ekspor hilirisasi tambang pada akhir 2026 mencapai sekitar US$50 miliar: US$32 miliar nikel, US$7 miliar bauksit dan aluminium, serta US$3 miliar material baterai. Yang belum dibangun, katanya, adalah industri penolong dan bahan baku ikutan, termasuk asam sulfat yang bisa dipasok dari produk samping industri tembaga, serta litium hidroksida dan litium karbonat meski Indonesia tidak memiliki tambang litium.

Senada, Koordinator Kerja Sama dan Investasi Minerba Ditjen Minerba ESDM Yan Abrar menyebut ekspor nikel sudah US$25,96 miliar sampai Agustus 2026 dengan target sedikitnya US$45 miliar untuk setahun penuh. Argumen nilai tambah dipakai menjaga arah kebijakan: nikel sulfat bernilai 11,4 kali bijih, prekursor 19,4 kali, katoda 37,5 kali, dan sel baterai 67,7 kali. Anggota Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menyebut hilirisasi nikel hingga baterai sebagai pengubah peta permainan ekonomi, sambil mengingatkan bahwa baterai berbasis litium masih impor.

Apa artinya bagi Luwu Timur

Bagi Luwu Timur, kuota nasional adalah pintu masuk pertama: tanpa ruang produksi, penerimaan negara bukan pajak, bagi hasil daerah, dan pengadaan lokal ikut terpengaruh. Penerimaan negara dari sektor nikel sudah sekitar Rp21 triliun sampai 31 Agustus 2026 dari total PNBP minerba Rp108,13 triliun.

Blok Sorowako sendiri sebelumnya memperoleh persetujuan RKAB penuh, sehingga target produksi matte 67.645 ton pada 2026 tidak ikut terpangkas kebijakan nasional. Izin Vale di Sorowako berbentuk IUPK yang berlaku sampai 2035, dengan wilayah pengembangan Tanamalia dijadwalkan masuk pada 2029. Di Malili, proyek HPAL berkapasitas 60.000 ton MHP per tahun disiapkan dengan kebutuhan bijih limonit 11,5 juta wet metric ton per tahun.

Rantai nilai itu bertumpu pada energi dan manusia: tiga PLTA memasok 365 megawatt dan proyek hilir di Malili melibatkan 1.088 pekerja dengan 85 persen berasal dari daerah setempat per September 2026. Yang belum terbuka adalah angka kuota 2027 dan dampaknya bagi masing-masing wilayah: ESDM belum menyebut besaran kuota nikel tahun depan dan belum ada keterangan resmi soal alokasi khusus blok tambang di Luwu Timur. Sampai keterangan itu keluar, yang bisa dibaca adalah arah kebijakannya — produksi disesuaikan dengan kebutuhan smelter dalam negeri sekaligus kelebihan pasokan global, bukan semata mengejar volume.

Pertanyaan yang sering muncul

Berapa kuota bijih nikel dalam RKAB 2026 hasil revisi?

ESDM menetapkan 290 juta hingga 300 juta metrik ton, naik dari alokasi awal 260–270 juta ton. Seluruh dokumen RKAB nikel hasil revisi untuk 2026 dinyatakan sudah terbit.

Kapan kuota nikel 2027 ditetapkan?

Belum ada tanggal pasti. Pengajuan dibuka 1 Oktober dan ditutup 15 November 2026, sementara ESDM menargetkan banyak dokumen sudah terbit pada Desember 2026. Besaran kuota nikel 2027 masih dievaluasi.

Sumber: Katadata.co.id (29/10/2026), CNBC Indonesia (29/10/2026), AKURAT.CO (30/10/2026), keterbukaan informasi PT Vale Indonesia Tbk melalui Bisnis.com (30/10/2026), data Westmetall dan Trading Economics, serta proyeksi INSG dan data ESDM.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar tambang Luwu Timur ada di kanal tambang Luwu Timur.

Gambar: AKURAT.CO/Lukman Nur Hakim.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga