Sabtu, 31 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Hilirisasi Nikel Naik Kelas ke Baja Nirkarat Krakatau Steel

29 Oktober 2026 • Admin • 57 kali dibaca
ASM Group
Iklan

Tekanan di Hulu: Harga Bijih dan Lini Smelter Berhenti

Di sisi hulu, tekanannya belum surut. Harga acuan mineral (HMA) nikel paruh kedua Oktober 2026 ditetapkan US$15.847,67 per wmt, turun US$474 dari US$16.322,67 per wmt pada paruh pertama bulan yang sama.

Akibatnya harga patokan mineral (HPM) bijih nikel ikut turun di semua kadar: 1,1% Ni US$22,76; 1,2% Ni US$25,33; 1,3% Ni US$45,83; 1,4% Ni US$50,05; 1,5% Ni US$54,48; 1,6% Ni US$59,12; 1,7% Ni US$63,69; dan 1,8% Ni US$69,00 per wmt. Data itu dirangkum Media Nikel Indonesia dari SMM, Rabu (28/10/2026).

Penurunan saprolit kadar menengah dan tinggi lebih dalam daripada limonit. Menurut analisis SMM, itu menandakan harga pasar bergeser ke limonit seiring meredanya ketatnya pasokan bijih kadar tinggi.

Faktor kedua, permintaan. Persediaan bijih di smelter masih cukup untuk sekitar dua bulan operasi, sehingga smelter menahan pembelian spot.

Tata Atur
Iklan

Faktor ketiga, air. Kemarau panjang akibat El Nino membuat kawasan industri seperti Morowali kekurangan air. Sejak 22 September 2026 beberapa lini smelter RKEF berhenti, produksi turun sekitar 30–40% dari normal.

Di sisi kebijakan, kuota RKAB 2026 sudah direvisi menjadi 290 juta ton.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Kaitan dengan Tambang Nikel Luwu Timur

Di Luwu Timur, PT Vale Indonesia mengolah bijih menjadi matte di Blok Sorowako. Target produksi matte 2026 sebesar 67.645 ton, dengan realisasi semester I 2026 sebanyak 29.773 ton. Produksi 2025 tercatat 72.027 ton.

Izin operasi Vale di Sorowako berstatus IUPK hingga 2035, dengan Blok Tanamalia ditargetkan beroperasi pada 2029. Perusahaan juga menyiapkan proyek hidrometalurgi di Malili berkapasitas 60.000 ton MHP per tahun, dengan kebutuhan limonit 11,5 juta wmt per tahun pada kadar minimum 1,10%.

Listriknya berasal dari tiga PLTA: Larona 165 MW, Balambano 110 MW, dan Karebbe 90 MW, total 365 MW. Sekitar 10,7 MW di antaranya dialirkan ke PLN untuk warga Luwu Timur.

Proyek itu menyerap 1.088 pekerja dengan 85% di antaranya berasal dari daerah. Perusahaan juga mengelola pembibitan 2,5 hektare dengan produksi sekitar 700 ribu bibit per tahun.

Kaitan ke proyek Krakatau Steel bersifat tidak langsung. MIND ID, pemegang saham Vale Indonesia, ikut menandatangani nota kesepahaman pengembangan advanced materials bersama Krakatau Steel, Defend ID, dan Perminas pada Juli 2026.

Namun, sampai berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi yang menyebut matte Sorowako sebagai bahan baku pabrik stainless steel slab itu. Kaitan keduanya masih berupa kerangka kerja sama, bukan kontrak pasokan.

Yang Perlu Dikawal dari Hilirisasi Nikel

Persoalan serapan kerja lokal muncul pekan ini. Ketua Umum Asosiasi Izin Usaha Jasa Pertambangan (IUJP) Bumi Anoa, Rakhmatullah, menilai perubahan RKAB mengurangi peluang kerja jasa pertambangan, terutama pelaku lokal.

“Dengan adanya pembatasan ini, justru ruang-ruang untuk memberikan pekerjaan kepada pelaku usaha lokal itu terbatas. Di IUP itu juga mereka sudah bekerja sama dengan pelaku-pelaku IUJP nasional, sehingga untuk berbagi ke daerah itu kurang maksimal,” katanya kepada nikel.co.id di Kantor DPP APNI, Jakarta, Rabu (27/10/2026).

Asosiasi itu mendorong APNI membicarakan persoalan tersebut dengan pemerintah dan berencana menyurati Komisi XII DPR RI agar pengawasan pelaksanaan RKAB diperkuat.

Bagi daerah tambang seperti Luwu Timur, ada tiga hal yang layak dikawal:

  • Kepastian bahan baku dan pembeli (offtake) pabrik stainless steel slab, termasuk apakah bijih atau matte dari Sulawesi masuk ke rantai pasoknya.
  • Kesesuaian mutu: pabrik baja nirkarat menuntut kadar dan pengotor tertentu, sehingga perlu peta jalan peningkatan mutu produk antara.
  • Alokasi pekerjaan jasa pertambangan dan pelatihan keterampilan, agar nilai tambah tidak berhenti di angka ekspor.

Tanpa tiga hal itu, hilirisasi berisiko hanya menambah daftar proyek tanpa menambah lapangan kerja dan pendapatan daerah. Bagi Luwu Timur, ujiannya justru di situ.

FAQ

Berapa kapasitas proyek hilirisasi nikel Krakatau Steel?
1,2 juta ton stainless steel slab per tahun, investasi US$350 juta, proyeksi pendapatan di atas US$2 miliar per tahun.

Apa kaitannya dengan tambang nikel Luwu Timur?
Tidak langsung. Vale Sorowako memproduksi matte dan menyiapkan proyek MHP di Malili, sementara MIND ID — pemegang saham Vale Indonesia — ikut dalam kerja sama advanced materials dengan Krakatau Steel. Belum ada kontrak pasokan resmi.

Mengapa harga bijih nikel melemah?
HMA dan HPM paruh kedua Oktober turun, stok bijih di smelter sekitar dua bulan, dan beberapa lini smelter RKEF berhenti sejak 22 September 2026 karena kekurangan air.

Baca juga: Tambang Nasional: Danantara Cari Mitra Hilirisasi Nikel, Hilirisasi Nikel: Laba Antam Naik 46%, Sorowako Disorot, dan Hilirisasi Nikel Meluas: Aluminium dan Sorowako Disorot.

Sumber: ANTARA (29 Oktober 2026), CNBC Indonesia (29 Oktober 2026), CNBC Indonesia (14 Oktober 2026), Media Nikel Indonesia/nikel.co.id (28 Oktober 2026).

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar tambang Luwu Timur ada di kanal tambang Luwu Timur.

Gambar: ANTARA/HO-Krakatau Steel.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga