Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Tambang & Industri

Tambang Luwu Timur: Vale Raih Platinum dan Dua Gold

9 Oktober 2026 • Admin • 14 kali dibaca
Penyerahan penghargaan ICA-ISDA 2026 untuk program pemberdayaan masyarakat PT Vale di Luwu Timur
Gambar: Dok. Kabar Lutim
ASM Group
Iklan

Penghargaan dan Agenda Pembangunan Berkelanjutan

ICA dan ISDA diselenggarakan CFCD sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan, program, dan inisiatif yang dinilai berkontribusi pada pencapaian pembangunan berkelanjutan. Pada 2026, penganugerahan ICA dan ISDA digelar bersamaan dengan BERBAKTI Award.

Acara itu dihadiri sejumlah pejabat dan pemangku kepentingan. Tercatat hadir Kepala Badan Standardisasi Nasional Donny Purnomo Januardhi Effyandono, Kepala Sekretariat Nasional SDGs Kementerian PPN/Bappenas Pungkas Bahjuri Ali, serta Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup/BPLH Sigit Reliantoro. Turut hadir pula Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bidang Perlindungan Anak Zahrotun Nihayah, dan Ketua Umum CFCD Thendri Supriatna.

Yusri Yunus menyatakan keterlibatan masyarakat dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program. Menurutnya, masyarakat harus menjadi bagian utama dalam proses pemberdayaan, bukan sekadar penerima manfaat.

“Keberhasilan program pemberdayaan tidak hanya diukur dari kegiatan yang telah dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana masyarakat dapat mengembangkan kapasitas, membuka peluang baru, dan membangun kemandirian,” ujarnya.

Tata Atur
Iklan

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu ICA dan ISDA?

ICA (Indonesian CSR Awards) dan ISDA (Indonesian SDGs Awards) adalah penghargaan yang diselenggarakan Corporate Forum for CSR Development (CFCD), memberi apresiasi pada program perusahaan yang dinilai berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan. Pada 2026, penganugerahannya digelar bersama BERBAKTI Award.

Program apa saja yang membuat Vale Indonesia meraih penghargaan 2026?

Tiga program: Pengembangan Peternakan Ayam Kampung Terpadu “Woliko” (Platinum ICA 2026), Vocational Short-term Training atau VST (Gold ISDA 2026), dan Kampung Singkong Desa Nuha (Gold ISDA 2026).

Apakah penghargaan ini berdampak langsung ke Luwu Timur?

Ketiga program yang dinilai berbasis di Luwu Timur, khususnya di wilayah sekitar operasi perusahaan. Dampak riilnya bergantung pada pelaksanaan program di lapangan, bukan semata pada penghargaan itu sendiri.

Mengapa Program Berbasis Desa Dinilai Tinggi

Penilaian ICA dan ISDA umumnya tidak berhenti pada besarnya anggaran program. Yang dilihat adalah apakah sebuah program menyentuh kebutuhan nyata warga, melibatkan masyarakat sebagai pelaku, dan memiliki peluang berlanjut setelah pendampingan berakhir.

Dari Pendampingan ke Kemandirian

Tiga program Vale yang menang tahun ini menampilkan pola serupa: berangkat dari potensi yang sudah ada di desa, lalu diperkuat dari sisi kapasitas, kelembagaan, dan akses pasar. Pola ini lebih sulit dibangun, tetapi manfaatnya cenderung bertahan lebih lama dibanding bantuan sesaat.

Program Kampung Singkong Desa Nuha misalnya menempatkan warga sebagai penggerak utama produk olahan. Adapun VST menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu bersaing di sektor industri yang tumbuh di sekitarnya. Sementara Woliko mengubah peternakan menjadi ekosistem usaha yang terhubung dengan pertanian.

Konteks Industri dan Sosial Luwu Timur

Luwu Timur adalah salah satu daerah dengan aktivitas pertambangan dan pengolahan nikel terbesar di Indonesia. Kehadiran industri membawa konsekuensi ganda: di satu sisi membuka lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi, di sisi lain memunculkan kebutuhan menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar agar tetap seimbang.

Dalam konteks itu, program pemberdayaan menjadi salah satu jembatan. Ketika warga punya keterampilan, akses pasar, dan kelembagaan ekonomi yang kuat, ketergantungan pada satu sektor berkurang. Perusahaan pun memiliki tanggung jawab yang lebih jelas: memastikan program tidak berhenti sebagai seremoni.

Penghargaan dari lembaga independen seperti CFCD tentu bukan ukuran tunggal keberhasilan. Namun, capaian itu setidaknya menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan di desa-desa Luwu Timur mendapat perhatian di tingkat nasional. Pekerjaan berikutnya ada di lapangan: memastikan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga sekitar tambang.

Sumber artikel: Kabar Lutim, Timur Online, dan Luwuraya.com.

Baca juga: Tambang Lutim: Nilai Tambah Limonit Sorowako Dimulai dan Tambang Lutim: Vale Raih Dua Gold Awards InTechSEA 2026.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga