Kabar yang menjadi perhatian viral luwu timur pada awal Oktober ini datang dari kawasan perbukitan di sekitar Markas Kepolisian Resor Luwu Timur. Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda vegetasi kering di area perkantoran tersebut pada Kamis (1/10/2026) sore, dan sempat bergerak ke arah kawasan permukiman warga sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Api dilaporkan mulai terlihat sekitar pukul 16.00 WITA. Karena lokasinya berada di area perbukitan dengan bahan bakar alami berupa rumput dan semak kering, kobaran api bergerak cepat. Situasi itu memicu respons dari aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran Kabupaten Luwu Timur.
Viral luwu timur: kronologi empat jam pemadaman
Menurut pemberitaan TOP NEWS, Kapolres Luwu Timur, AKBP Irwan Kurniadi, turun langsung ke lokasi bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Luwu Timur dan personel kepolisian untuk membantu proses pemadaman. Upaya pengendalian dilakukan terpadu bersama personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Luwu Timur.
Petugas bekerja di sejumlah titik yang masih menyala. Selain memadamkan api, mereka membuat langkah antisipasi agar kobaran tidak menjalar ke kawasan permukiman. Setelah berlangsung sekitar empat jam, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 20.00 WITA.
“Yang paling penting kita cegah jangan sampai api merembet ke permukiman warga. Kita bersama Damkar dan anggota terus melakukan pemadaman,” ujar Kapolres Irwan Kurniadi, dikutip dari TOP NEWS.
Ancaman ke permukiman yang bisa dicegah
Yang membuat peristiwa ini menarik perhatian adalah letak lokasinya. Perbukitan di sekitar kompleks perkantoran Polres bukan kawasan hutan terpencil, melainkan area yang berbatasan dengan permukiman. Dalam kondisi angin dan cuaca panas, jarak itu menjadi tipis.
Berkat upaya gabungan, kobaran yang sempat bergerak menuju kawasan perumahan berhasil dikendalikan sehingga tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap rumah warga. Meski api telah padam, petugas masih melakukan pemantauan di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi kembali membesar dan memicu kebakaran susulan.
Karhutla bukan kejadian tunggal di Luwu Timur
Peristiwa ini menambah daftar kejadian karhutla di Luwu Timur pada musim kemarau tahun ini. Pada Agustus lalu, kebakaran lahan di kawasan Malili dilaporkan menghanguskan sekitar 10 hektare, dan dalam rentang dua hari pernah tercatat sepuluh pemadaman sekaligus di beberapa titik.
Pola kejadian itu menunjukkan dua hal. Pertama, wilayah dengan tutupan rumput dan semak kering sangat rentan ketika curah hujan menurun. Kedua, kapasitas respons daerah terus diuji, terutama pada jam-jam sore hingga malam ketika api lebih sulit dikendalikan. Keterlibatan personel kepolisian bersama Damkar menjadi penopang penting di lapangan.
Pencegahan yang bisa dilakukan warga
Karhutla sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia, mulai dari pembakaran lahan untuk membuka kebun hingga puntung rokok yang dibuang sembarangan. Karena itu, pencegahan paling efektif justru berada di tingkat warga dan pemilik lahan.
- Hindari membuka lahan dengan cara membakar, terlebih ketika angin kencang dan vegetasi kering.
- Laporkan segera titik api atau asap yang mencurigakan kepada pemerintah desa, petugas pemadam, atau kepolisian setempat.
- Bersihkan bahan mudah terbakar di sekitar rumah dan lahan, khususnya pada musim kemarau.
- Pantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini kebakaran lahan dari kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika.
- Pastikan sumber air, ember, atau peralatan sederhana tersedia di sekitar rumah untuk penanganan awal.
- Hindari membakar sampah pada siang hari saat angin bertiup kencang.
Kesiapsiagaan bersama juga menekan biaya. Pemadaman karhutla menuntut tenaga, air, dan waktu; sementara pencegahan hanya memerlukan kehati-hatian dan disiplin warga.


