Lutim, SuaraLutim – Peristiwa viral Luwu Timur kembali datang dari antrean bahan bakar bersubsidi. Antrean kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak jenis Pertalite masih mengular di SPBU Pancakarsa, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (29/9/2026). Hari itu memang jadwal kendaraan berpelat nomor ganjil untuk mengisi Pertalite dalam penerapan sistem ganjil-genap yang berjalan di daerah ini. Meski kendaraan yang boleh mengisi sudah dibatasi berdasarkan nomor pelat, barisan kendaraan di depan pompa tetap panjang hingga ke badan jalan.
Pantauan di lokasi memperlihatkan warga memilih datang lebih awal agar tidak kehabisan kesempatan pada hari jadwal pelatnya. Sejumlah warga menyebut sistem ganjil-genap setidaknya membuat pola antrean lebih teratur dibanding kondisi sebelum aturan itu diberlakukan. Karena itu, tidak sedikit dari mereka berharap kebijakan tersebut diperpanjang.
Fenomena viral luwu timur ini menjadi gambaran bahwa pengaturan distribusi bahan bakar bersubsidi tidak berhenti pada aturan saja, tetapi juga bergantung pada kesiapan layanan di lapangan. Kebutuhan Pertalite di wilayah utara Luwu Timur terbilang tinggi, sementara jumlah titik pengisian yang melayani kendaraan pribadi tidak bertambah.
Viral Luwu Timur: Antrean Pertalite di SPBU Pancakarsa Mangkutana
Lokasi SPBU Pancakarsa berada di Kecamatan Mangkutana, salah satu kecamatan yang menjadi jalur utama pergerakan warga dari arah Malili menuju Tomoni, Kalaena, hingga perbatasan Sulawesi Tengah. Posisinya membuat stasiun pengisian umum itu menjadi titik favorit, bukan hanya bagi warga Mangkutana, tetapi juga pengendara yang melintas dari kecamatan sekitar.
Pada Selasa (29/9/2026), antrean terlihat sejak pagi. Kendaraan roda dua dan roda empat yang pelat nomornya berangka ganjil mengantre untuk mengisi Pertalite. Beberapa pengendara memilih menunggu di luar antrean sambil memeriksa kembali tanggal dan nomor pelat kendaraan agar tidak salah hari.
“Kalau aturan ini bisa membuat antrean lebih teratur, kami berharap bisa diperpanjang,” ujar seorang warga yang ditemui di lokasi, seperti dikutip laporan Luwurayapos.com dalam pemberitaan 29 September 2026.
Harapan itu muncul karena warga merasakan sendiri perbedaan pola antrean. Dengan pembatasan berdasarkan pelat nomor, jumlah kendaraan yang mengisi pada satu hari berkurang sehingga barisan lebih pendek daripada masa sebelum aturan diterapkan. Namun, laporan hari itu juga menegaskan satu hal: tingginya kebutuhan masyarakat terhadap Pertalite masih menjadi persoalan utama.
Bagaimana Sistem Ganjil-Genap BBM Bersubsidi Berjalan
Penerapan sistem ganjil-genap pengisian bahan bakar bersubsidi di Kabupaten Luwu Timur mulai berjalan pada 10 September 2026. Skema ini mengatur hari pengisian berdasarkan angka terakhir pada pelat nomor kendaraan. Kendaraan dengan pelat berangka ganjil mengisi pada tanggal ganjil, sedangkan pelat berangka genap mengisi pada tanggal genap.
Kebijakan tersebut dirancang untuk menertibkan distribusi bahan bakar bersubsidi agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Gagasan dasarnya sederhana: ketika volume kendaraan yang mengisi pada satu hari dibatasi, antrean dan penumpukan di stasiun pengisian dapat dikendalikan, sementara pasokan yang tersedia bisa terbagi lebih merata sepanjang bulan. Penjelasan kebijakan itu pernah dilaporkan Luwuraya.com pada saat aturan mulai diberlakukan.
Hari ganjil untuk pelat ganjil
Pada Selasa (29/9/2026), tanggal 29 adalah tanggal ganjil. Karena itu, kendaraan dengan nomor pelat berakhiran angka ganjil yang mendapat jadwal pengisian Pertalite. Kendaraan berpelat genap harus menunggu hari berikutnya atau mengisi pada tanggal genap di bulan yang sama.
Pola ini memaksa pengendara lebih disiplin mengatur jadwal. Sebagian warga mengaku mulai menghitung kebutuhan harian dan memilih mengisi penuh pada hari jadwalnya. Sebagian lain mengaku harus menyesuaikan jadwal perjalanan, terutama mereka yang menggunakan kendaraan untuk mengangkut hasil pertanian atau barang dagangan.


