Jumat, 9 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Lutim

Viral Luwu Timur: Uang Diduga Palsu Beredar di Burau

30 September 2026 • Admin • 19 kali dibaca
Lembaran uang rupiah, ilustrasi imbauan ketelitian pelaku usaha di Luwu Timur terhadap uang diduga palsu
Gambar: Ilustrasi uang kertas rupiah, Crisco 1492 (Bank Indonesia), Wikimedia Commons, public domain.
ASM Group
Iklan

Lutim, SuaraLutim – Kabar soal uang diduga palsu kembali muncul di Luwu Timur. Seorang pemilik usaha yang juga agen layanan keuangan digital di Desa Lambarese, Kecamatan Burau, melaporkan menerima sejumlah lembar uang yang ia nilai tidak seperti uang asli pada Kamis, 25 September 2026.

Peristiwa itu dilaporkan media lokal Chaneltimur.com dan langsung menjadi perbincangan warga, terutama di kalangan pelaku usaha kecil yang bertransaksi tunai setiap hari. Artikel ini merangkum kronologi yang tersedia, ciri uang yang dicurigai, cara memeriksa keaslian uang rupiah, serta catatan penting bahwa kasusnya belum dikonfirmasi aparat.

Viral Luwu Timur: Kronologi Temuan di Desa Lambarese

Menurut laporan tersebut, uang itu diterima pemilik usaha saat melayani pembayaran dari seorang pelanggan. Awalnya transaksi berjalan seperti biasa karena lembaran uang masih terlihat seperti uang pada umumnya.

Kecurigaan muncul ketika uang diperiksa lebih teliti. Pemilik usaha menyebut bahan uang terasa berbeda, menyerupai tisu atau kertas tipis, tidak memiliki tekstur khas uang kertas, dan gambar maupun tulisannya terlihat tidak jelas.

Tata Atur
Iklan

“Saya sangat terkejut dan kecewa. Selama berdagang, baru pertama kali mengalami hal seperti ini,” ujar pemilik usaha itu sebagaimana dikutip Chaneltimur.com. Ia juga mengaku belum pernah menghadapi kasus serupa sebelumnya.

Dalam laporan media tersebut, pemilik usaha menyampaikan imbauan kepada warga, khususnya pelaku usaha dan agen layanan pembayaran, agar lebih teliti memeriksa uang yang diterima. Ia menyarankan agar uang yang terasa mencurigakan tidak diterima begitu saja.

Sampai artikel ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun bank sentral mengenai peristiwa di Desa Lambarese. Karena itu, status uang tersebut masih disebut sebagai “diduga palsu” dan belum bisa dipastikan sebelum ada pemeriksaan pihak berwenang.

Ciri Uang yang Perlu Dicurigai

Dalam kasus ini, pemilik usaha menyebut tiga hal yang membuatnya curiga. Pertama, bahan kertas yang sangat tipis dan lembut, berbeda dari uang kertas biasa. Kedua, hilangnya tekstur khas yang biasanya terasa saat uang diraba. Ketiga, gambar dan tulisan yang tampak kurang jelas atau tidak tajam.

Tiga ciri itu sejalan dengan hal yang paling sering muncul pada lembaran uang tiruan, terutama yang dicetak di kertas biasa. Uang rupiah asli dicetak pada kertas khusus dengan unsur pengaman tertentu, sehingga bahan dan teksturnya sulit ditiru hanya dengan pencetakan sederhana.

Namun, penilaian dengan mata dan tangan saja tidak cukup untuk menyimpulkan sebuah lembaran uang palsu. Kesimpulan resmi tetap memerlukan pemeriksaan, misalnya oleh bank atau bank sentral, karena ada unsur pengaman yang hanya bisa diverifikasi dengan alat khusus.

Cara Memeriksa Uang dengan Metode 3D

Bank Indonesia menganjurkan masyarakat memakai metode 3D dalam memastikan keaslian uang rupiah: dilihat, diraba, dan diterawang. Metode ini dijelaskan dalam dokumen resmi Bank Indonesia mengenai ciri keaslian uang rupiah.

  • Dilihat. Perhatikan warna dan gambar uang agar terlihat jelas, tidak pucat, dan tidak kabur. Warna uang rupiah asli biasanya tampak tajam dengan kontras yang tegas.
  • Diraba. Rasakan tekstur permukaan uang. Uang asli memiliki bagian tertentu yang terasa kasar karena dicetak dengan teknik tertentu, tidak licin dan tidak setipis kertas biasa.
  • Diterawang. Arahkan uang ke sumber cahaya untuk melihat tanda air dan gambar saling isi. Ketika diterawang, gambar atau logo tertentu akan terlihat utuh dan menyatu.

Untuk transaksi bernilai besar, pengecekan bisa dilengkapi dengan lampu ultraviolet pada tempat-tempat usaha yang biasa melayani pembayaran tunai. Namun cara paling praktis di lapangan tetap 3D karena tidak memerlukan alat bantu.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga