Kamis, 22 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Asing Jual Saham RI Tembus Rp85 Triliun

13 Oktober 2026 • zul • 8 kali dibaca
Gedung Bursa Efek Indonesia di kawasan Sudirman, Jakarta
Bursa Efek Indonesia, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Tekanan Lain: Obligasi dan Rupiah

Tekanan tidak hanya terasa di pasar saham. Investor asing memangkas kepemilikan surat utang negara sekitar Rp86 triliun atau setara 9 persen sejak Agustus 2025. Obligasi Indonesia tercatat merugi lebih dari 8 persen bagi investor berbasis dolar AS pada 2026, sementara utang negara berkembang secara umum justru untung 1,6 persen.

Nilai tukar rupiah juga masih berada di sekitar Rp17.900 per dolar AS. Pada 13 Oktober, kurs spot tercatat Rp17.872,9 per dolar AS atau menguat tipis 0,11 persen dari penutupan sebelumnya. Namun dalam sebulan terakhir rupiah masih tertekan sekitar 1,38 persen, seperti tercatat pada pemberitaan kami sebelumnya.

Salah satu sorotan analis adalah porsi kepemilikan Bank Indonesia atas surat utang negara. Porsi itu kini sekitar 27 persen, angka yang dinilai tidak biasa bagi negara berkembang. Kekhawatirannya, langkah itu bisa dibaca sebagai pembiayaan defisit yang berpotensi melemahkan nilai tukar dalam jangka panjang.

Bank Indonesia sendiri membantah berada di bawah kendali pemerintah dalam menentukan suku bunga. Gubernur Bank Indonesia menyatakan keputusan bunga acuan sepenuhnya ditentukan bank sentral. Suku bunga acuan bertahan di 5,75 persen pada September setelah kenaikan total 100 basis poin pada Mei dan Juni.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Progres Reformasi dan Ekspektasi Pasar

Otoritas Jasa Keuangan menyebut program reformasi pasar modal sudah sekitar 90 persen selesai. Regulasi mengenai pemegang saham bursa mulai berlaku 15 September 2026 dan menjadi dasar hukum perubahan kepemilikan bursa. Sejumlah rencana lain mencakup penghapusan batas harga saham minimum Rp50 dan pengembalian penjualan saham pinjaman secara terukur.

FTSE Russell tetap mempertahankan klasifikasi Indonesia sebagai emerging market sekunder dan tidak menambahkannya ke daftar pantauan. Namun keputusan itu belum cukup menghentikan arus keluar asing. Ini menunjukkan rasa nyaman investor tidak hanya ditentukan status indeks.

Estimasi Goldman Sachs menyebut potensi arus keluar hingga 13 miliar dolar AS bila Indonesia diturunkan menjadi frontier market. Nilai kapitalisasi pasar saham Indonesia sendiri sudah menyusut dari lebih 900 miliar dolar AS pada Januari menjadi sekitar 601 miliar dolar AS, seperti dikutip The Business Times.

Sebagian analis menilai tekanan beberapa pekan terakhir tidak sepenuhnya berasal dari fundamental ekonomi atau kinerja perusahaan. Mereka menyoroti arus informasi yang tidak terfilter dan reaksi pasar yang berlebihan terhadap sinyal dari penyedia indeks global.

Apa yang Diketahui dan Apa yang Belum Terkonfirmasi

Yang diketahui: IHSG ditutup di 5.925,98 pada 13 Oktober 2026, jual bersih asing mencapai Rp84,99 triliun sampai 9 Oktober, dan MSCI akan mengumumkan hasil indeks pada 11 November 2026. Pemerintah sudah menjalankan sejumlah langkah reformasi pasar modal.

Yang belum terkonfirmasi: angka pasti arus keluar asing karena ada dua catatan yang berbeda, yaitu Rp84,99 triliun dan Rp109,45 triliun. Arah keputusan MSCI pada November juga belum diketahui dan masih menjadi spekulasi pasar.

Dampak akhir dari pembekuan indeks terhadap aliran modal jangka panjang belum bisa dihitung. Perlu diingat, angka tahun berjalan bisa berubah karena masih ada sisa kuartal keempat yang bisa membalik arah arus dana.

Pertanyaan yang Sering Muncul

Berapa nilai jual bersih asing di saham Indonesia tahun ini?

Tercatat Rp84,99 triliun sampai 9 Oktober 2026 menurut satu catatan pasar. Catatan lain menyebut Rp109,45 triliun sampai 7 Oktober, sehingga angkanya masih perlu direkonsiliasi.

Apakah MSCI mengeluarkan Indonesia dari indeksnya?

Tidak. MSCI membekukan perubahan positif pada indeks saham Indonesia, tetapi tidak mengeluarkan seluruh emiten dan tidak mewajibkan investor asing menjual sahamnya.

Kapan keputusan berikutnya dari MSCI?

Pengumuman indeks berikutnya dijadwalkan pada 11 November 2026. Sampai tanggal itu, pasar masih akan bergerak berdasarkan ekspektasi dan bukan keputusan resmi.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga