Berita indonesia sepanjang pekan ini didominasi tekanan di pasar saham. Investor asing mencatat jual bersih Rp84,99 triliun di saham Indonesia sampai 9 Oktober 2026, angka yang melampaui total jual bersih sepanjang krisis keuangan 2008 dan pandemi 2020. Tekanan itu berlanjut pada perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, ketika Indeks Harga Saham Gabungan kembali ditutup melemah tipis.
Berita Indonesia: Jual Bersih Asing Lampaui Krisis
Dengan patokan angka Rp84,99 triliun, jual bersih asing tahun ini sudah melewati capaian 2020 yang tercatat Rp53,84 triliun. Selisihnya sekitar Rp31,15 triliun atau setara 58 persen lebih tinggi. Angka itu juga di atas capaian 2008 yang hanya Rp50,17 triliun, atau sekitar 69 persen lebih besar, sebagaimana dirangkum Asia Daily.
Ada satu catatan penting soal angka tersebut. Laporan lain pada Oktober menyebut arus keluar kumulatif mencapai Rp109,45 triliun sampai 7 Oktober 2026. Dua angka itu belum direkonsiliasi karena memakai cakupan pasar dan metode penghitungan yang berbeda.
Perbedaan itu bukan hal baru di pasar keuangan. Sebagian lembaga menghitung hanya transaksi di pasar reguler, sebagian lain memasukkan pasar negosiasi dan pasar tunai. Karena itu, membaca angka jual bersih sebaiknya disertai sumber dan periodenya.
Yang tidak diperdebatkan adalah arahnya. Arus keluar asing berlangsung konsisten sejak awal tahun, bukan hanya dalam beberapa hari terakhir. Tekanan ini berjalan seiring penurunan indeks yang membuat pasar saham Indonesia menjadi salah satu yang terlemah di Asia Pasifik pada 2026.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Angka IHSG pada Penutupan 13 Oktober
IHSG ditutup melemah 0,17 persen ke level 5.925,98 pada Selasa, 13 Oktober 2026. Sepanjang sesi pagi indeks sempat menyentuh titik terendah harian di 5.828,68. Pelemahan ini melanjutkan koreksi sehari sebelumnya, ketika indeks anjlok 2,59 persen, seperti kami catat pada laporan penutupan 12 Oktober. Data penutupan terbaru tercatat pada Databoks Katadata.
Sektor teknologi menjadi penekan terdalam dengan penurunan 0,95 persen. Sektor barang konsumsi non-primer dan sektor keuangan masing-masing turun 0,61 persen dan 0,18 persen. Delapan sektor lain justru menguat, dipimpin properti yang naik 1,83 persen, disusul kesehatan 0,53 persen dan energi 0,40 persen.
Nilai transaksi harian tercatat Rp10,75 triliun dari 1,47 juta kali transaksi. Sebanyak 36,51 miliar saham berpindah tangan dalam sesi itu. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, 336 ditutup naik, 290 turun, dan 168 stagnan.
Menariknya, bursa Asia lain justru menguat pada hari yang sama. Hang Seng naik 0,30 persen, indeks Shanghai bertambah 0,095 persen, dan Straits Times menguat 0,28 persen, sementara Nikkei turun 1,82 persen. Artinya, tekanan di Jakarta lebih bersifat lokal dibanding regional.
Apa Itu Pembekuan MSCI dan Batasnya
Tekanan asing tidak lepas dari keputusan penyedia indeks global MSCI pada 27 Januari 2026. Kala itu MSCI membekukan sejumlah perubahan indeks untuk saham Indonesia. Pembekuan mencakup penambahan saham baru, kenaikan faktor inklusi asing, dan perpindahan segmen dari kapitalisasi kecil ke standar.
Pembekuan itu dipicu kekhawatiran atas struktur kepemilikan yang tidak transparan dan risiko perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu harga. MSCI menilai porsi saham yang benar-benar tersedia untuk publik sulit diukur ketika hubungan kepemilikan tidak jelas, seperti dijelaskan dalam analisis The Straits Times.
Perlu ditegaskan, pembekuan itu bukan larangan membeli saham Indonesia. Langkah MSCI juga tidak otomatis mengeluarkan seluruh emiten Indonesia dari indeksnya dan tidak mewajibkan investor asing menjual. Yang dibatasi adalah perubahan yang biasanya memicu pembelian dari dana yang mengikuti indeks tersebut.
MSCI menjadwalkan pengumuman indeks berikutnya pada 11 November 2026. Sejumlah analis memperkirakan pembatasan bisa berlanjut sampai 2027 bila perbaikan dinilai belum cukup. Perkiraan itu masih proyeksi, bukan keputusan resmi.


