Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Bus Pariwisata Kecelakaan di Tol Ngawi

18 Oktober 2026 • zul • 22 kali dibaca
Ruas Jalan Tol Trans Jawa sebagai ilustrasi kecelakaan bus pariwisata di Tol Ngawi-Solo
Apri DAV, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita Indonesia hari ini dibuka dengan peristiwa duka di ruas tol Trans Jawa. Bus pariwisata yang membawa rombongan karyawan pabrik menabrak truk tronton di Tol Ngawi-Solo, Jawa Timur, pada Minggu pagi, 18 Oktober 2026. Tiga orang meninggal dan 19 lainnya luka-luka dalam kecelakaan itu.

Berita Indonesia: Kronologi di KM 551

Kecelakaan terjadi di KM 551+200 B, tepatnya di Desa Kedungharjo, Kecamatan Mantingan, Kabupaten Ngawi. Lokasi itu masuk jalur dari arah Surabaya menuju Ngawi. Bus melaju dari arah Surabaya dengan 54 penumpang di dalamnya.

Menurut keterangan kepolisian, truk tronton berada di bahu jalan karena mengalami ban pecah. Bus yang datang dari belakang kemudian menabrak bagian belakang kanan truk. Benturan terjadi pada sisi depan kiri bus, seperti dilaporkan Kompas.com.

Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Ngawi Ipda Agus Harianto menyatakan kecelakaan dipicu kurangnya kehati-hatian kedua pengemudi. Satu korban meninggal di lokasi kejadian. Dua korban lain meninggal setelah dirawat di rumah sakit.

Tata Atur
Iklan

Insiden itu juga dilaporkan media daerah Espos dengan mengutip kepolisian setempat. Laporan tersebut menyebut bus membawa 54 penumpang dan truk berhenti di bahu jalan karena ban pecah. Versi itu sejalan dengan keterangan polisi kepada media nasional, seperti dilaporkan Espos.

Korban dan Rumah Sakit Rujukan

Seluruh korban dievakuasi ke tiga fasilitas kesehatan di Ngawi. Rumah sakit tersebut adalah RSU Widodo, RSI At-Tin Husada, dan RSUD dr Soeroto. Korban luka menjalani perawatan sesuai tingkat cedera masing-masing.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Ngawi AKP Mochamad Imam Reza membenarkan jumlah korban. Menurutnya, satu orang meninggal di lokasi dan dua lainnya meninggal di RSUD dr Soeroto. Identitas korban tidak ditulis dalam artikel ini sesuai kebijakan redaksi.

Sebagian penumpang mengalami luka ringan dan sudah mendapat perawatan jalan. Beberapa di antaranya sempat memberi keterangan kepada wartawan di rumah sakit. Mereka mengaku tidak melihat langsung proses kecelakaan karena sedang tidur saat kejadian.

Penyebab: Kelalaian dan Ban Pecah

Truk tronton yang ditabrak membawa muatan triplek dan berhenti di bahu jalan. Kendaraan itu berhenti karena salah satu bannya pecah. Berhenti di bahu jalan seharusnya disertai penanda peringatan agar pengendara lain waspada.

Polisi menyebut kedua pengemudi kurang hati-hati. Pengemudi bus diduga tidak mampu mengendalikan laju kendaraan saat mendekati truk yang berhenti. Pengemudi truk juga dinilai tidak cukup mengamankan posisi kendaraannya di bahu jalan.

Penyelidikan lebih lanjut akan memeriksa kondisi kendaraan dan jalur. Pemeriksaan mencakup sistem rem, kondisi ban, serta kecepatan bus saat mendekati lokasi. Hasil pemeriksaan itu belum diumumkan kepada publik.

Rombongan Karyawan dan Bus Pariwisata

Bus tersebut membawa rombongan karyawan pabrik sepatu dari Mojokerto. Mereka sedang dalam perjalanan menuju Yogyakarta untuk kegiatan wisata. Perjalanan dimulai dini hari, sebelum pukul tiga pagi, menurut keterangan penumpang kepada detikJatim.

Perjalanan wisata dini hari lazim dipilih agar rombongan tiba lebih awal di tujuan. Pola itu juga membuat pengemudi berisiko mengalami kelelahan. Jam berangkat yang terlalu awal perlu diimbangi dengan istirahat dan pembagian tugas pengemudi.

Bus berkapasitas besar dengan 54 penumpang menuntut pengelolaan keselamatan yang ketat. Operator perlu memastikan kendaraan laik jalan, pengemudi cukup istirahat, dan jadwal perjalanan realistis. Tanpa itu, risiko kecelakaan meningkat meski rute yang dilalui tergolong baik.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga