Kamis, 22 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Gempa M5,7 Sukabumi Tidak Picu Tsunami

11 Oktober 2026 • zul • 16 kali dibaca
Peta tingkat bahaya gempa di wilayah Indonesia terbitan USGS
USGS, domain publik, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita Indonesia pagi ini diwarnai guncangan gempa berkekuatan magnitudo 5,7 di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat. Gempa terjadi pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB dan dipastikan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Kepastian itu disampaikan Direktur Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wijayanto. Menurutnya, hasil pemodelan tsunami menunjukkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

BMKG mencatat gempa berlangsung pada kedalaman 10 kilometer. Pusat gempa berada di laut, sekitar 209 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi. Lokasi itu cukup jauh dari permukiman padat di pesisir.

Berita Indonesia: Rincian Gempa Sukabumi

Berdasarkan posisi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa ini tergolong gempa dangkal. BMKG menyebut pemicunya adalah aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang menunjam ke bawah lempeng lain di selatan Jawa.

Tata Atur
Iklan

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan pergerakan geser naik atau oblique thrust. Pola itu umum ditemukan pada zona pertemuan lempeng di selatan Jawa bagian barat.

Estimasi peta tingkat guncangan BMKG menempatkan gempa pada skala intensitas II MMI. Pada skala itu, getaran dirasakan nyata di dalam rumah, terasa seperti truk yang melintas. Gempa dilaporkan terasa di Surade, Cibitung, dan Tegalbuleud, ketiganya di Kabupaten Sukabumi.

Belum Ada Gempa Susulan

Hingga pukul 10.50 WIB, pemantauan BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa susulan. BMKG menyatakan akan terus memantau dan menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan serta masyarakat.

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Warga juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.

Sejauh ini belum ada laporan kerusakan bangunan maupun korban dari peristiwa ini. Tidak adanya gempa susulan yang tercatat sejalan dengan magnitudo yang moderat dan kedalaman dangkal yang terbatas wilayah dampaknya.

Mengapa Gempa Ini Tidak Berpotensi Tsunami

Tsunami biasanya terbentuk ketika gempa besar dengan mekanisme naik atau turun secara vertikal menggeser dasar laut dalam area luas. Pada gempa dengan magnitudo menengah, energi yang menggerakkan kolom air biasanya tidak cukup untuk membentuk gelombang besar.

Selain itu, kedalaman 10 kilometer dengan mekanisme geser naik tidak selalu memicu deformasi dasar laut yang luas. BMKG tetap menjalankan pemodelan sebagai prosedur baku setiap kali terjadi gempa signifikan di laut.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Apa yang Diketahui

  • Gempa magnitudo 5,7 terjadi pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.
  • Pusat gempa berada di laut, 209 kilometer barat daya Kabupaten Sukabumi, pada kedalaman 10 kilometer.
  • BMKG memastikan gempa tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan.
  • Gempa dirasakan pada skala II MMI di Surade, Cibitung, dan Tegalbuleud.
  • Hingga pukul 10.50 WIB belum tercatat gempa susulan.

Apa yang Belum Terkonfirmasi

Laporan menyeluruh soal dampak di wilayah pesisir belum dirilis instansi terkait. Belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah mengenai pendataan bangunan atau fasilitas umum di sekitar Sukabumi selatan.

Data susulan juga masih bisa berubah karena BMKG melanjutkan pemantauan. Karena itu, informasi resmi terbaru sebaiknya dicek melalui kanal BMKG dan akun resmi pemerintah daerah.

Wilayah Selatan Jawa dan Aktivitas Gempa

Selatan Jawa termasuk kawasan rawan gempa karena menjadi tempat bertemunya Lempeng Indo-Australia dan lempeng Eurasia. Zona ini rutin menghasilkan gempa dengan berbagai magnitudo, mulai dari yang tidak dirasakan hingga yang merusak.

Pola itu membuat kesiapsiagaan menjadi bagian hidup warga pesisir. Beberapa langkah dasar yang dianjurkan antara lain mengenali jalur evakuasi, menyimpan dokumen penting di satu tempat, dan menyiapkan tas darurat berisi air, obat, serta lampu senter.

Penting juga memahami perbedaan instruksi saat gempa dirasakan di darat dan di pesisir. Jika guncangan kuat terjadi tepat setelah melihat air laut surut mendadak, warga pesisir diminta segera menjauh dari garis pantai tanpa menunggu sirene.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga