Jumat, 23 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Investasi Kuartal III Tembus Rp528,7 T

21 Oktober 2026 • zul • 128 kali dibaca
Kawasan bisnis Sudirman di Jakarta pada malam hari
Muhammad Rasyid Prabowo, CC BY-SA 2.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita Indonesia hari ini dibuka dengan capaian realisasi investasi kuartal III 2026 sebesar Rp528,7 triliun. Angka itu membuat total investasi Januari sampai September 2026 menembus Rp1.539,2 triliun atau 75,4 persen dari target tahun ini. Pemerintah menyebut capaian tersebut ditopang hilirisasi dan pergeseran investasi ke luar Jawa.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM Rosan Roeslani menyampaikan angka itu dalam konferensi di Istana, Senin (19/10/2026). Ia melaporkan capaian tersebut kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bidang ekonomi. Laporan yang sama memuat serapan tenaga kerja dan sebaran investasi antardaerah.

Berita Indonesia: Investasi Kuartal III Tembus Rp528,7 Triliun

Realisasi kuartal III 2026 lebih tinggi dibanding dua kuartal sebelumnya. Pada kuartal I 2026 investasi tercatat Rp498,79 triliun, sedangkan kuartal II mencapai Rp511,8 triliun. Artinya, laju penanaman modal bergerak naik sepanjang tahun meski tekanan global belum mereda.

Komposisi modal menunjukkan penanaman modal asing masih sedikit lebih besar. PMA menyumbang Rp777,8 triliun atau 50,5 persen dari total Januari sampai September. Sementara itu, penanaman modal dalam negeri mencapai Rp761,4 triliun atau 49,5 persen.

Tata Atur
Iklan

Pemerintah menargetkan investasi Rp2.041,3 triliun sepanjang 2026. Dengan capaian 75,4 persen hingga September, sisa pekerjaan pada kuartal IV sekitar Rp502 triliun. Angka itu harus dikejar di tengah pelemahan permintaan ekspor dan biaya pendanaan yang masih tinggi, seperti dilaporkan Tirto.id.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Hilirisasi Menjadi Mesin Pertumbuhan

Kontribusi hilirisasi terhadap investasi naik cukup tajam. Pada kuartal III 2024 porsinya sekitar 26 persen, lalu meningkat menjadi 35 persen pada kuartal III 2026. Secara kumulatif Januari sampai September 2026, kontribusinya berada di kisaran 31 persen.

Sebaran hilirisasi juga didorong keluar Jawa. Investasi hilirisasi di luar Jawa mencapai Rp373,1 triliun atau sekitar 78 persen dari total hilirisasi. Sisanya, Rp106,9 triliun atau 22 persen, berada di Jawa.

Rosan menegaskan investasi yang masuk harus berujung pada industrialisasi, bukan sekadar penambahan nilai penanaman modal. Ia menyebut hilirisasi sebagai salah satu jalur utama untuk mencapainya. Pernyataan itu sejalan dengan arah kebijakan yang sudah dibahas dalam artikel Tambang Nasional: Ekspor Hilirisasi Diproyeksi US$50 Miliar.

Sebaran Investasi di Luar Jawa

Investasi di luar Jawa mencapai Rp779,4 triliun atau 50,6 persen dari total. Adapun investasi di Jawa tercatat Rp759,8 triliun atau 49,4 persen. Selisih keduanya tipis, tetapi arah pergeseran ke luar Jawa terlihat jelas dibanding tahun-tahun sebelumnya.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan realisasi terbesar, yakni Rp249,3 triliun atau 16,2 persen dari total nasional. Posisi berikutnya ditempati Jawa Barat Rp229,1 triliun, Sulawesi Tengah Rp116 triliun, Jawa Timur Rp110,5 triliun, dan Maluku Utara Rp96 triliun.

Dua provinsi di luar Jawa, Sulawesi Tengah dan Maluku Utara, masuk lima besar karena proyek nikel dan smelter. Pola itu menunjukkan investasi sumber daya masih menjadi penopang utama. Namun, ketergantungan pada satu komoditas menyimpan risiko ketika harga global berubah.

Tenaga Kerja dan Target 2026

Investasi Januari sampai September 2026 menyerap 2.194.496 tenaga kerja. Angka itu dilaporkan sebagai tambahan serapan pada periode sembilan bulan pertama. Pemerintah memakai data tersebut untuk menilai dampak investasi terhadap lapangan kerja.

Jika dihitung sejak kuartal IV 2024 hingga kuartal III 2026, total investasi mencapai Rp3.923,2 triliun. Selama periode dua tahun itu, investasi menyerap sekitar 5,48 juta tenaga kerja. Angka ini menjadi bahan laporan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, seperti dikutip CNN Indonesia.

Serapan tenaga kerja menjadi indikator yang sering dipakai untuk menilai mutu investasi. Masalahnya, tidak semua proyek padat modal menyerap banyak pekerja. Proyek smelter dan kawasan industri biasanya menyerap tenaga kerja lebih sedikit dibanding nilai investasinya.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga