Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Gunung Ibu Meletus Lima Kali Sehari

20 Oktober 2026 • zul • 31 kali dibaca
Gunung Ibu di Halmahera Barat, Maluku Utara, dengan lontaran abu vulkanik dari kawah puncak
Agus Karim, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, domain publik, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Berita Indonesia hari ini menyorot aktivitas vulkanik Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, yang kembali melontarkan abu lima kali berturut-turut dalam hitungan jam pada Selasa (20/10/2026). Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mencatat tinggi kolom abu vulkanik berkisar 300 sampai 500 meter di atas puncak. Status gunung setinggi 1.325 meter di atas permukaan laut itu masih berada di Level II atau Waspada.

Berita Indonesia: Lima Letusan dalam Hitungan Jam

Kepala Badan Geologi Lana Saria menyebut rangkaian letusan tercatat sejak dini hari sampai siang. Letusan pertama terjadi pukul 03.52 WIT dengan tinggi kolom abu sekitar 300 meter di atas puncak.

Abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang teramati condong ke arah timur. Letusan itu terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 37 detik.

Letusan kedua terjadi pukul 09.55 WIT dengan tinggi kolom abu 300 meter yang mengarah ke timur laut. Getarannya terekam dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 1 menit 24 detik.

Tata Atur
Iklan

Letusan ketiga tercatat pukul 10.30 WIT dengan kolom abu mencapai 500 meter di atas puncak dan bergerak ke barat laut. Letusan itu berlangsung 1 menit 13 detik dengan amplitudo maksimum 28 milimeter.

Dua Letusan Terakhir pada Siang Hari

Aktivitas berlanjut pada siang hari. Pukul 13.10 WIT tercatat letusan keempat dengan tinggi kolom abu 300 meter yang condong ke arah barat.

Letusan kelima terekam pukul 14.39 WIT dengan kolom abu 300 meter mengarah ke timur laut. Sebagian besar letusan memiliki amplitudo maksimum yang sama, yaitu 28 milimeter.

Pola letusan pendek dengan amplitudo serupa menunjukkan aktivitas didominasi lontaran abu, bukan aliran lava baru. Pemantauan tetap dilakukan dari pos pengamatan di Gam Ici, Halmahera Barat.

Laporan aktivitas harian mencatat gempa letusan yang cukup banyak sepanjang hari. Jumlah gempa letusan itu menandakan suplai magma ke permukaan kawah masih berjalan aktif.

Status Masih Level II atau Waspada

Badan Geologi menyatakan status Gunung Ibu masih berada pada Level II atau Waspada. Status itu tidak berubah meski jumlah letusan harian relatif tinggi.

Pada level tersebut, aktivitas gunung dinilai masih terkendali dan belum memerlukan evakuasi besar-besaran. Namun, warga diminta tidak melakukan aktivitas di area yang masuk zona terlarang.

Rekomendasi resmi menetapkan radius dua kilometer dari kawah aktif sebagai kawasan yang tidak boleh dimasuki. Ada pula perluasan sektoral sejauh 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara.

Badan Geologi juga mengingatkan warga yang beraktivitas di luar ruangan agar memakai masker dan pelindung mata bila terjadi hujan abu. Masyarakat diminta mengikuti arahan pemerintah daerah serta pos pengamatan gunung.

Rekor Letusan Sepanjang 2026

Sepanjang 2026, Gunung Ibu tercatat sebagai salah satu gunung paling aktif di Indonesia. Data pemantauan menempatkannya di bawah Gunung Semeru dalam jumlah letusan terbanyak tahun ini.

Gunung Semeru di Jawa Timur masih memimpin dengan lebih dari 2.000 letusan tercatat. Gunung Ibu menyusul dengan jumlah letusan yang menembus angka 1.700 sepanjang tahun.

Secara keseluruhan, lebih dari 5.000 letusan gunung api tercatat di seluruh Indonesia sepanjang 2026. Angka itu menunjukkan wilayah Indonesia memang berada di jalur cincin api dengan aktivitas tinggi.

Dalam sepekan terakhir saja, Gunung Ibu dilaporkan erupsi berkali-kali dengan tinggi abu bervariasi antara 100 sampai 800 meter di atas puncak. Arah angin membuat sebaran abu bergerak ke beberapa penjuru.

Frekuensi setinggi itu membuat pemantauan berjalan terus menerus. Pos pengamatan mencatat gempa letusan, gempa hembusan, dan gempa harmonik setiap hari untuk menilai perkembangan aktivitas gunung.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga