Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Kadin Soroti Kelas Menengah Terhimpit

21 Oktober 2026 • zul • 6 kali dibaca
Lembar uang rupiah Indonesia sebagai ilustrasi daya beli masyarakat
Jonny-mt (CC BY 3.0), Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Risiko Sosial yang Disebut Kadin

Dalam paparannya, Aviliani menyebut kelompok kelas menengah yang terhimpit berpotensi menyuarakan
kekecewaan secara terbuka. Menurut dia, kelompok inilah yang biasanya turun ke jalan.

Pernyataan itu menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar angka ekonomi. Tekanan yang berlarut
dapat memengaruhi stabilitas sosial dan kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Karena itu, ekonom menilai pemulihan pekerjaan dan upah menjadi kunci. Tanpa itu, program bantuan
hanya menahan dampak di ujung, bukan memperbaiki akarnya.

Iklan

Tata Atur
Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Pandangan Ekonom Lain

Sejumlah ekonom menilai garis batas kelas menengah perlu diperjelas. Data resmi menunjukkan rentang
pengeluaran kelompok ini sangat lebar, sehingga kebijakan sulit disasar dengan tepat.

Pendapat berbeda muncul soal proyeksi suku bunga acuan pada Oktober 2026. Sebagian ekonom
memperkirakan suku bunga bertahan, sebagian lain melihat kemungkinan kenaikan, seperti dirangkum
ANTARA.

Bagi rumah tangga kelas menengah-bawah, perbedaan arah suku bunga itu terasa pada cicilan kredit.
Beban bunga yang naik akan langsung menekan sisa kemampuan menabung mereka.

Apa yang Diketahui dan Apa yang Belum Terkonfirmasi

Yang diketahui: Kadin menilai kelas menengah-bawah sebagai kelompok paling rentan, jumlah kelas
menengah sekitar 46,7 juta orang, dan desil 8 sampai 10 menyumbang sekitar 53 persen belanja.

Yang belum terkonfirmasi: rencana kebijakan resmi pemerintah untuk kelompok ini, besaran insentif
yang akan diberikan, serta apakah data penerima bantuan akan diperluas ke desil 4 sampai 7.

Kritik atas Pembagian Desil

Pembagian warga berdasarkan desil tidak selalu menggambarkan kondisi ekonomi sebenarnya. Desil
adalah alat pemeringkatan, bukan kelas sosial yang kaku.

Desil teratas sangat beragam karena batas bawahnya jelas tetapi batas atasnya tidak ada. Sebagian
penghuni desil itu sebenarnya masih berada di kelas menengah.

Karena itu, sejumlah ekonom meminta pemerintah memakai indikator yang lebih mencerminkan kemampuan
ekonomi. Dasar penyaringan yang terlalu longgar berisiko membuat kebijakan meleset.

Bagi kelompok kelas menengah-bawah, kejelasan status ini penting karena menentukan akses mereka pada
program bantuan. Bila datanya keliru, kelompok paling rentan justru bisa tertinggal.

Respons Sektor Keuangan dan Ritel

Peritel mulai menyesuaikan strategi menghadapi perubahan pola belanja. Produk berukuran kecil dan
harga menengah disebut lebih diminati saat daya beli tertekan.

Di sisi lain, lembaga keuangan memantau kualitas kredit rumah tangga. Kenaikan kredit bermasalah
pada kelompok pendapatan menengah menjadi tanda awal tekanan daya beli.

Pemerintah sendiri menempatkan konsumsi rumah tangga sebagai penopang utama pertumbuhan. Karena itu,
kondisi kelas menengah dan calon kelas menengah akan terus menjadi sorotan kebijakan.

Definisi Kelas Menengah yang Sering Diperdebatkan

Tidak ada satu definisi baku untuk kelas menengah di Indonesia. Sebagian lembaga memakai garis
pengeluaran, sebagian lain memakai jenis pekerjaan dan kepemilikan aset.

Perbedaan definisi itu membuat angka jumlah kelas menengah bisa berbeda antar lembaga. Karena itu,
pembacaan data perlu menyertakan metode yang dipakai.

Yang lebih penting bagi kebijakan adalah apakah kelompok tersebut mampu menjaga konsumsi dan
menabung. Dua hal itu yang menentukan perannya sebagai penopang pertumbuhan.

Arah Kebijakan yang Ditunggu Pelaku Usaha

Pelaku usaha menunggu kepastian soal insentif bagi perusahaan yang menggandeng usaha kecil. Skema
pengurangan pajak disebut sebagai salah satu bentuk yang bisa dipertimbangkan.

Selain itu, kepastian iklim usaha menjadi pertimbangan sebelum perusahaan menambah kapasitas.
Penambahan kapasitas itulah yang pada akhirnya membuka lapangan kerja baru.

Pemerintah sendiri menyiapkan perbaikan data penerima bantuan agar penyaluran lebih tepat. Perbaikan
itu diharapkan menutup celah kelompok rentan yang selama ini tidak terjangkau program.

FAQ Seputar Kelas Menengah dan Bansos

Siapa yang dimaksud kelas menengah-bawah oleh Kadin?

Yaitu kelompok rumah tangga pada desil pengeluaran 4 sampai 7. Jumlahnya disebut sekitar 33 persen
populasi, dengan pendapatan yang menurun tetapi tidak masuk daftar penerima bantuan.

Mengapa grup ini disebut paling rentan?

Karena mereka tidak miskin sehingga tidak menerima bantuan, tetapi juga tidak cukup kuat menghadapi
kenaikan biaya hidup. Penurunan pendapatan membuat mereka mudah turun kelas.

Apa usulan Kadin untuk memperbaiki keadaan?

Kadin mendorong penciptaan lapangan kerja dan insentif bagi perusahaan yang menggandeng usaha kecil
masuk rantai pasok. Dengan begitu pendapatan rumah tangga diharapkan ikut naik.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga