Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Indonesia: Subsidi LPG Bengkak Dekati Rp100 Triliun

15 Oktober 2026 • zul • 16 kali dibaca
Tabung gas elpiji di Indonesia
SATELITBM via Wikimedia Commons, CC BY-SA 4.0
ASM Group
Iklan

Berita indonesia hari ini menyoroti beban subsidi energi yang kembali membengkak. Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan total subsidi liquefied petroleum gas atau LPG kini mencapai sekitar Rp100 triliun.

Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat meresmikan Kilang LPG Cilamaya di Karawang, Jawa Barat, pada Kamis 15 Oktober 2026. Ia juga merangkap sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral dalam kabinet saat ini.

Lonjakan subsidi itu dipicu kenaikan harga minyak mentah dunia yang mendorong naiknya harga rata-rata minyak mentah Indonesia. Pemerintah menegaskan harga LPG bersubsidi untuk rumah tangga tidak dinaikkan.

Berita Indonesia: Subsidi LPG Bengkak Dekati Rp100 Triliun

Bahlil membandingkan dua rentang harga minyak sebagai dasar perhitungan subsidi. Ketika harga minyak Indonesia berada di 70 dolar AS per barel, subsidi LPG mencapai Rp87 triliun.

Tata Atur
Iklan

Saat rata-rata harga minyak kini bergerak di kisaran 90 sampai 100 dolar AS per barel, kebutuhan subsidi naik mendekati Rp100 triliun. Ia menyebut kenaikan itu sebagai konsekuensi langsung dari gejolak harga energi global.

Ketidakpastian geopolitik menjadi penyebab utama. Bahlil menyebut eskalasi konflik di Timur Tengah, perang Rusia dan Ukraina, serta meluasnya konflik ke kawasan Arab Saudi sebagai faktor yang membuat pasar energi tidak stabil.

Keterangan lengkap soal angka subsidi itu dipublikasikan ANTARA dan CNBC Indonesia pada hari yang sama.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Kilang LPG Cilamaya Mulai Beroperasi

Fasilitas yang diresmikan berada di Cilamaya, Karawang, dan dioperasikan PT Energi Nusantara Perkasa. Kilang itu mengolah gas dari wilayah kerja Offshore North West Java yang dioperasikan Pertamina.

Kapasitas produksinya mencapai 160 ton per hari atau sekitar 52.800 ton per tahun. Menurut laporan ANTARA English, fasilitas itu memproses 40 juta standar kaki kubik gas per hari.

Produksi kilang diperkirakan memenuhi 10 sampai 15 persen kebutuhan LPG di Jawa Barat dan Jakarta. Setaraannya sekitar 18,7 juta tabung LPG ukuran 3 kilogram per tahun.

Kilang ini memakai teknologi refrigerasi mekanik dan turbo expander untuk memisahkan komponen LPG dari aliran gas. Fasilitas tersebut menambah kapasitas pengolahan domestik di tengah tingginya kebutuhan impor.

Kilang itu memanfaatkan gas yang sebelumnya belum diolah optimal dari wilayah kerja lepas pantai. Produksi kondensat juga dihasilkan sebagai produk samping pengolahan gas tersebut.

Kenapa Harga Minyak Melonjak

Kementerian ESDM menetapkan harga minyak mentah Indonesia untuk September 2026 sebesar 112,81 dolar AS per barel. Angka itu naik 23,38 dolar AS dibandingkan Agustus 2026 yang berada di level 89,43 dolar AS per barel.

Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 395.K/MG.03/MEM.M/2026. Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Laode Sulaeman menyebut kenaikan itu mencerminkan dinamika pasar global dan meningkatnya risiko gangguan pasokan.

Menurut Laode, eskalasi konflik militer dan kebuntuan diplomasi di Timur Tengah meningkatkan risiko keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Jalur itu merupakan pintu vital ekspor minyak dunia.

Faktor lain adalah penundaan kuota produksi oleh OPEC+ serta serangan lanjutan terhadap infrastruktur kilang dan terminal ekspor minyak. Kombinasi itu memperketat pasokan minyak mentah global.

Harga minyak yang tinggi menguntungkan sisi penerimaan negara dari sektor migas. Namun dampaknya bagi anggaran subsidi energi justru berlawanan arah.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga