Respons Pemerintah Pusat
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan akan menindaklanjuti laporan kematian penyintas gempa selama berada di pengungsian. Ia menyebut akan menanyakan langsung penyebab dan lokasi kejadian kepada Gubernur NTT.
Pemerintah pusat mengalokasikan dana belanja tidak terduga tambahan senilai Rp20 miliar untuk masing-masing dari tujuh kabupaten dan kota terdampak, serta Rp40 miliar untuk Pemerintah Provinsi NTT.
Bantuan logistik, tenaga kesehatan, dan fasilitas layanan darurat terus dikirim ke titik-titik pengungsian. Pemerintah daerah masih melakukan pendataan penyintas menurut nama dan alamat untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Sejumlah organisasi masyarakat sipil meminta fase transisi darurat menuju pemulihan disiapkan secara paralel. Mereka menilai pemulihan tidak bisa menunggu masa tanggap darurat benar-benar berakhir.
Iklan

Paviliun Akademika: punya kost tanpa repot kelola
Paviliun Akademika menghadirkan pilihan investasi kost terkelola di Akademika Townhouse, Gowa. Unit disiapkan untuk disewakan, dengan pengelolaan kawasan yang ditangani pemilik proyek.
Apa yang Diketahui
Gempa magnitudo 7,7 mengguncang Flores pada 15 Agustus 2026 dengan pusat di laut dekat Nagekeo. Dampaknya menjangkau tujuh kabupaten, yaitu Manggarai, Manggarai Timur, Manggarai Barat, Sikka, Ende, Ngada, dan Nagekeo.
Hingga akhir September 2026, BNPB mencatat 156 orang meninggal. Sebanyak 48 orang meninggal akibat dampak langsung gempa, sedangkan 108 orang lainnya masuk kategori kematian tidak langsung.
Ribuan warga masih mengungsi dan ribuan rumah serta fasilitas publik masih dalam proses penanganan. Pemerintah daerah menyatakan layanan dasar dan bantuan pangan terus disalurkan.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Belum ada audit independen yang memastikan proporsi penyebab setiap kematian tidak langsung di pengungsian. Kategorisasi saat ini bersandar pada keterangan tim medis dan data pemerintah daerah.
Angka pengungsi dan kerusakan rumah masih dapat berubah karena pendataan lapangan belum selesai sepenuhnya. Perbedaan tipis angka antar instansi juga masih muncul.
Belum ada kepastian soal tindak lanjut rekomendasi DPR terkait anggaran kebencanaan dan evaluasi tata kelola pengungsian. Klaim angka korban yang beredar di media sosial sebaiknya tidak dijadikan rujukan sebelum dikonfirmasi instansi resmi.
Perbandingan Angka Antar Instansi
Angka korban gempa NTT bergerak dari waktu ke waktu. Pada 15 September 2026, BNPB mencatat 142 orang meninggal, terdiri atas 48 korban dampak langsung dan 94 korban dampak tidak langsung yang sebagian besar berada di pengungsian.
Dua pekan kemudian, jumlah korban bertambah menjadi 156 orang. Kategori kematian tidak langsung ikut naik dari 94 menjadi 108 orang seiring verifikasi terhadap warga yang meninggal di rumah, rumah sakit, puskesmas, dan posko.
Jumlah pengungsi juga berubah cepat. Pada pertengahan September tercatat 46.461 orang masih mengungsi, setelah sebelumnya sempat menembus lebih dari 150 ribu jiwa pada masa tanggap darurat awal.
Gempa susulan yang masih terjadi membuat sebagian warga menahan diri untuk pulang. BMKG mencatat lebih dari 7.000 gempa susulan hingga akhir Agustus, dengan 143 di antaranya dirasakan warga.
Pelajaran untuk Mitigasi dan Kesiapsiagaan
Guru besar manajemen kebencanaan UPN Veteran Yogyakarta, Eko Teguh Paripurno, menilai tingginya kematian setelah bencana harus menjadi bahan evaluasi. Menurut dia, pengelolaan pengungsi perlu dilihat kembali secara menyeluruh.
Kelompok lanjut usia dengan stroke, diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung membutuhkan perlakuan berbeda dari pengungsi pada umumnya. Kebutuhan mereka bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga akses obat dan kontrol kesehatan berkala.
Pendataan penyintas menurut nama dan alamat menjadi kunci. Tanpa data yang rapi, lembaga penyalur bantuan sulit memastikan siapa yang paling membutuhkan bantuan lebih dulu.
Forum pengurangan risiko bencana daerah menyarankan fase transisi dari darurat menuju pemulihan disiapkan paralel. Penyiapan hunian sementara dan layanan kesehatan dinilai tidak boleh menunggu status darurat dicabut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa jumlah korban meninggal gempa NTT?
BNPB mencatat 156 orang meninggal hingga akhir September 2026, terdiri atas 48 korban dampak langsung dan 108 korban dampak tidak langsung.
Mengapa banyak korban meninggal di pengungsian?
Sebagian besar korban adalah lansia dengan penyakit kronis. Keterbatasan air bersih, sanitasi, dan layanan kesehatan memperburuk kondisi mereka setelah gempa.
Apakah data korban masih bisa berubah?
Bisa. Pendataan lapangan dan verifikasi pemerintah daerah masih berjalan, sehingga angka dapat dimutakhirkan.
Rujukan laporan ini: BBC News Indonesia, Mongabay Indonesia, Kompas.com, dan ANTARA News.
SuaraLutim juga pernah memberitakan berita gempa NTT di SuaraLutim.
Ikuti terus perkembangan berita viral dan peristiwa nasional lain di SuaraLutim.com.


