Perang Nuklir dan Risiko Kelaparan Nuklir
Bagian lain laporan membahas dampak perang nuklir yang melampaui korban langsung. Ledakan nuklir berpotensi mengganggu rantai pasok pangan, memicu kelangkaan, menurunkan stabilitas pemerintahan, dan memperbesar peluang konflik lanjutan.
Dalam skenario terburuk, konflik nuklir dapat menyuntikkan cukup banyak partikel ke atmosfer atas sehingga menghalangi sinar matahari. Akibatnya produksi pertanian menurun drastis dan kelaparan menyebar ke wilayah yang jauh dari lokasi konflik. Fenomena itu disebut kelaparan nuklir.
Laporan mencatat antara 1948 dan 2010 tercatat 22 kecelakaan senjata nuklir dan 21 insiden yang mendekati bencana. Dikatakan bahwa risiko terbesar bukan berasal dari ledakan tak sengaja atau aksi terorisme, melainkan dari krisis internasional antara negara pemilik senjata nuklir.
Komisi memperkirakan tindakan pencegahan konflik nuklir dapat menyelamatkan sekitar 133 juta nyawa. Angka itu dihitung dari skenario di mana eskalasi berhasil ditahan sebelum berubah menjadi perang penuh.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Perbedaan Taksiran di Kalangan Ahli
Laporan itu mengakui tingkat ketidakpastian penilaian risiko sangat tinggi. Kelompok superforecaster, yaitu peramal yang rekam jejaknya terbukti lebih akurat, menaksir peluang bencana besar sebesar 2,1 persen dan peluang kepunahan 0,4 persen sampai 2100.
Sebaliknya, para ahli kecerdasan buatan yang dilibatkan menaksir peluang bencana besar jauh lebih tinggi, yaitu 12 persen. Untuk risiko kepunahan, taksiran kelompok ini mencapai 3 persen, seperti diperinci El Pais.
Selisih taksiran itu menunjukkan belum ada kesepakatan tunggal soal besaran risiko. Namun, kedua kelompok sepakat bahwa dampak yang mungkin muncul bersifat sangat besar sehingga tidak bisa diabaikan.
Laporan juga menyoroti bahwa banyak ancaman saling memperkuat. Krisis iklim, melemahnya layanan kesehatan, dan ketegangan geopolitik dapat memperbesar peluang munculnya ancaman lain secara bersamaan.
Apa yang Diminta Komisi
Komisi meminta para pemimpin negara bertindak sebelum risiko berubah menjadi krisis. Salah satu rekomendasinya adalah investasi pada inovasi teknologi dan penguatan sistem kesehatan di tingkat nasional maupun global. Laporan itu juga menjadi sorotan media nasional, seperti dirangkum CNN Indonesia.
Ketua bersama komisi, Christopher Murray, menyatakan keputusan yang diambil pemimpin hari ini akan menentukan kesehatan dan kesejahteraan generasi berikutnya. Ia juga menilai pemerintah perlu mengalokasikan anggaran serta tenaga khusus untuk mengantisipasi ancaman yang jumlahnya jauh lebih banyak dari perkiraan awal.
Menurut Murray, proses penilaian ini dimulai tiga tahun lalu dengan asumsi hanya ada tiga ancaman besar, yaitu konflik, iklim, dan pandemi. Setelah dipetakan, jumlah ancaman yang perlu diwaspadai ternyata jauh lebih banyak.
Anggota komisi menegaskan bahwa laporan ini tidak dibuat untuk menakut nakuti. Tujuannya memberi para pembuat kebijakan gambaran besaran dampak yang bisa dicegah bila tindakan diambil lebih awal.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa isi utama laporan Lancet soal ancaman global itu?
Komisi Lancet memetakan 17 ancaman besar terhadap kesehatan global sampai 2100. Dua di antaranya, yaitu konflik nuklir dengan kelaparan nuklir dan penyalahgunaan kecerdasan buatan, dinilai berpotensi menyebabkan kepunahan manusia.
Seberapa besar peluang risiko tersebut menurut laporan itu?
Peluangnya dinilai rendah, tetapi dampaknya sangat besar. Peramal profesional menaksir peluang bencana besar 2,1 persen dan kepunahan 0,4 persen, sedangkan kelompok ahli kecerdasan buatan menaksir 12 persen dan 3 persen sampai 2100.
Apa yang diminta komisi kepada pemerintah?
Komisi meminta pemerintah mengalokasikan anggaran dan tenaga untuk mengantisipasi ancaman, memperkuat sistem kesehatan, serta mengembangkan tata kelola teknologi. Penilaian risiko itu akan diperbarui setiap tahun dengan data terbaru.


