Kamis, 22 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Emiten Sepeda BIKE Caplok Tambang Batu Bara

12 Oktober 2026 • zul • 9 kali dibaca
Sepeda listrik yang dipakai untuk mobilitas harian di perkotaan
Addmotor Electric Bikes, CC0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Jakarta, SuaraLutim – Artikel ini disusun dari pemberitaan media arus utama dan keterbukaan informasi bursa pada 12 Oktober 2026.

Berita viral dari pasar modal datang lewat saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk yang
melesat ke batas auto rejection atas pada perdagangan Senin, 12 Oktober 2026. Lonjakan itu terjadi
setelah emiten yang sebelumnya dikenal sebagai pedagang sepeda ini mengumumkan akuisisi saham
perusahaan tambang batu bara di Kalimantan Timur. Saham BIKE terkunci di level Rp2.670 per lembar
atau naik 24,77 persen. Antrean beli menumpuk di harga tersebut.

Berita Viral: Emiten Sepeda BIKE Caplok Tambang Batu Bara

Berdasarkan data perdagangan, saham BIKE dibuka di level Rp2.270 per lembar. Harga sempat
menyentuh titik terendah Rp2.000 sebelum berbalik menguat tajam. Setelah pengumuman aksi korporasi,
saham bergerak ke batas auto rejection atas di Rp2.670. Posisi itu naik 530 poin dari penutupan
sebelumnya di Rp2.140.

Volume perdagangan tercatat 75,92 ribu lot dengan nilai transaksi Rp17,98 miliar. Harga
rata rata transaksi berada di Rp2.368 per lembar. Di level auto rejection atas, antrean beli
menumpuk sebanyak 4.673 lot. Saham ini juga menjadi pemenang teratas di Bursa Efek Indonesia pada
hari itu.

Tata Atur
Iklan

Kenaikan tersebut membuat harga saham BIKE melambung sekitar 1.470 persen dibanding harga
penawaran umum perdana. Perseroan mencatatkan saham di bursa pada 21 Maret 2022 dengan harga IPO
Rp170 per lembar. Saat itu perseroan melepas 323.334.000 saham dan meraup dana Rp55 miliar.

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Rincian Akuisisi 45 Persen Saham Tambang

Dalam keterbukaan informasi kepada bursa tertanggal 9 Oktober 2026, perseroan menyampaikan
telah mengakuisisi 45 persen saham PT Sumber Bara Abadi. Transaksi dilakukan melalui anak usaha,
yaitu PT Prambanan Nusantara Energi. Perseroan menyebut langkah itu untuk memperluas portofolio
usaha di sektor pertambangan.

PT Sumber Bara Abadi merupakan pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi. Wilayah
konsesinya mencakup area seluas 4.909 hektare di Kecamatan Sebulu dan Muara Kaman, Kabupaten Kutai
Kartanegara, Kalimantan Timur. Salah satu aktivitas operasionalnya tercatat di Desa Manunggal
Daya, Sebulu. Manajemen menyebut kandungan batu bara di konsesi itu sekitar 86 juta metrik ton.

Akuisisi tersebut juga mencakup fasilitas pelabuhan beserta inventaris conveyor belt, kantor,
dan peralatan pendukung. Perseroan menilai transaksi ini sebagai langkah memperkuat portofolio
bisnis sekaligus mengamankan rantai pasok. Nilai transaksi akuisisi tidak diungkapkan dalam
keterbukaan informasi. Perseroan menyatakan akan menyampaikan informasi lanjutan seiring
perkembangan proyek.

Target Produksi dan Proyeksi Pendapatan

Dengan asumsi rata rata produksi dua juta metrik ton per tahun, perseroan memproyeksikan
pendapatan sekitar 84 juta dolar Amerika Serikat. Nilai itu setara Rp1,5 triliun dengan asumsi
kurs Rp17.900 per dolar Amerika Serikat. Proyeksi tersebut disampaikan dalam keterbukaan
informasi kepada bursa pada Senin, 12 Oktober 2026.

Perseroan juga membidik kenaikan produksi hingga empat juta metrik ton per tahun mulai 2029.
Target itu ditetapkan setelah akuisisi resmi dilakukan melalui anak usaha. Direktur I perseroan
menyatakan pihaknya melihat potensi besar pada tata kelola aset tambang tersebut. Perseroan
berkomitmen membawa keahlian teknologi dan manajemen untuk mengoptimalkan efisiensi produksi.

Sebelum melirik sektor tambang, perseroan memang memiliki riwayat akuisisi di sektor yang
sama. Pada 9 Oktober 2026, perseroan juga mengumumkan akuisisi 72 persen saham perusahaan tambang
batu bara lain di Berau, Kalimantan Timur. Area tambangnya sekitar 500 hektare dengan cadangan
yang dilaporkan sekitar 22 juta ton. Perseroan menyebut akan mendorong produksi bertahap di
konsesi tersebut.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga