Perjalanan Perusahaan dari Sepeda ke Energi
BIKE sebelumnya bernama PT Sepeda Bersama Indonesia Tbk. Perseroan bergerak di bidang
perdagangan besar sepeda dan tercatat pada subindustri olahraga serta hobi. Perusahaan memegang
merek Genio Bike dan menjadi distributor merek sepeda United Bike serta Avand. Jaringan
distribusinya mencakup ratusan toko di berbagai provinsi.
Perubahan nama dilakukan setelah keputusan rapat umum pemegang saham pada 2 Juli 2026.
Sejalan dengan perubahan itu, perseroan mengumumkan transformasi usaha secara bertahap. Identitas
baru yang diusung menyebut bidang ketahanan teknologi, laut, pangan, infrastruktur, energi, dan
data. Langkah masuk ke sektor tambang dinilai sebagai bagian dari transformasi tersebut.
Perubahan haluan bisnis seperti ini bukan hal baru di bursa. Sejumlah emiten menyasar komoditas
untuk memperbaiki kinerja keuangan. Namun, pergeseran yang terlalu jauh dari bisnis awal biasanya
mendapat perhatian pemodal. Mereka menilai perlu ada penjelasan soal kesinambungan strategi
perusahaan.
Iklan

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus
C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.
Catatan Bursa dan Risiko bagi Investor
Saham BIKE sebelumnya pernah menjadi perhatian otoritas bursa. Pada 21 September 2026, bursa
menghentikan sementara perdagangan saham perseroan. Penghentian itu dilakukan sebagai langkah
pendinginan setelah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan. Tindakan tersebut
diambil untuk memberi waktu bagi pelaku pasar menilai informasi yang ada.
Kenaikan harga yang tajam biasanya disertai risiko koreksi. Karena itu, investor diminta
mencermati keterbukaan informasi perseroan secara berkala. Aksi korporasi memang dapat mengubah
prospek bisnis, tetapi dampaknya tidak selalu sesuai proyeksi. Bursa juga mengingatkan pelaku
pasar mempertimbangkan fundamental emiten.
Dari sisi komoditas, harga batu bara masih dipengaruhi kebijakan produksi dan permintaan
global. Pemerintah mengendalikan volume produksi nasional melalui rencana kerja dan anggaran
biaya. Efeknya, rencana produksi emiten dapat berubah mengikuti kebijakan tersebut. Faktor itu
juga perlu diperhitungkan dalam menilai target yang diumumkan perseroan.
Apa yang Diketahui
Saham BIKE ditutup di batas auto rejection atas Rp2.670 per lembar pada 12 Oktober 2026, naik
24,77 persen. Kenaikan terjadi setelah perseroan mengumumkan akuisisi 45 persen saham PT Sumber
Bara Abadi melalui anak usaha, PT Prambanan Nusantara Energi. Konsesi tambangnya seluas 4.909
hektare di Kutai Kartanegara dengan kandungan batu bara sekitar 86 juta metrik ton.
Perseroan memproyeksikan pendapatan sekitar 84 juta dolar Amerika Serikat dengan asumsi
produksi dua juta metrik ton per tahun. Target produksi empat juta metrik ton per tahun
diproyeksikan mulai 2029. Nilai transaksi akuisisi tidak diungkapkan dalam keterbukaan informasi
kepada bursa.
Apa yang Belum Terkonfirmasi
Nilai transaksi akuisisi 45 persen saham tersebut belum diumumkan. Sumber dana yang akan
dipakai perseroan untuk menuntaskan aksi korporasi ini juga belum dirinci. Belum ada keterangan
resmi soal dampak transaksi terhadap laporan keuangan akhir tahun. Proyeksi pendapatan masih
berupa perkiraan manajemen, bukan realisasi.
Belum dapat dipastikan apakah perseroan akan menjalankan sendiri operasional tambang atau
hanya berperan sebagai pemegang saham. Rencana pengembangan lanjutan di konsesi Berau juga masih
menunggu keterbukaan informasi berikutnya. Semua itu masih bergantung pada perkembangan proyek
dan ketentuan pasar modal yang berlaku.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa kenaikan saham BIKE pada 12 Oktober 2026?
Saham BIKE naik 24,77 persen atau 530 poin ke level Rp2.670 per lembar dan menyentuh batas
auto rejection atas.
Apa yang diakuisisi emiten BIKE?
Perseroan mengakuisisi 45 persen saham PT Sumber Bara Abadi melalui anak usaha, PT Prambanan
Nusantara Energi. Konsesi tambangnya berada di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Berapa target produksi batu bara perseroan?
Manajemen memproyeksikan produksi rata rata dua juta metrik ton per tahun dengan target empat
juta metrik ton per tahun mulai 2029.
Sumber lengkap artikel ini dapat dibaca di
CNBC Indonesia,
Fortune Indonesia,
Petromindo, dan
Liputan6.com.
Berita viral lain dari dalam negeri bisa dibaca di
kanal Viral Nusantara SuaraLutim, sedangkan
artikel tambang sebelumnya ada di
laporan HBA batu bara Oktober.


