Selasa, 3 November 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Berita Viral: Kapal Induk RI Uji Lima Helikopter di Dek

3 November 2026 • zul • 25 kali dibaca
KRI Sriwijaya-100 bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, pada 27 September 2026
Jauhsekali, CC BY 4.0, Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Biaya Retrofit dan Operasional

Kapal ini belum sepenuhnya siap tempur. Sejumlah teknologi masih perlu ditambah melalui retrofit di PT PAL bersama dua perusahaan Italia, yaitu Fincantieri dan Leonardo. Pekerjaan itu mencakup sistem tempur, sensor, dan perangkat pendukung operasi udara.

Menurut kajian yang dikutip Kompas.id, biaya retrofit diperkirakan berkisar Rp7,2 triliun sampai Rp16,8 triliun, bergantung pada spesifikasi akhir. Estimasi biaya operasi dan pemeliharaan sekitar Rp1 triliun sampai Rp1,3 triliun per tahun.

Angka itu menjelaskan mengapa perdebatan publik tidak berhenti pada bangga atau tidak bangga. Kapal besar menuntut anggaran perawatan dan sumber daya manusia yang besar pula, termasuk sekitar 500 awak untuk pengoperasian penuh.

Perawatan kapal induk juga berbeda dari kapal perang biasa. Dek penerbangan, lift pesawat, dan sistem penahan harus diperiksa berkala karena dipakai berulang kali dalam kondisi angin dan air laut yang keras.

Tata Atur
Iklan

Iklan

Campus Commercial Park C.CO Park

Campus Commercial Park: rukost di kawasan kampus

C.CO Park menghadirkan kawasan ruko dan kost dalam satu gerbang, dirancang untuk mahasiswa dan penghuni sekitar kampus. Cocok untuk yang mencari aset produktif dengan pengelolaan kawasan yang tertata.

Buka ccopark.com

Kesiapan SDM dan Interoperabilitas

Latihan 2 November menunjukkan bahwa kesiapan SDM diuji bertahap. Helikopter dari dua skuadron berbeda dioperasikan dari dek yang sama, sehingga prosedur komunikasi dan koordinasi antarunit ikut dilatih.

Kementerian Pertahanan menekankan bahwa interoperabilitas bukan sekadar kecocokan perangkat komunikasi. Diperlukan kesamaan doktrin, prosedur, data, jaringan, sensor, dan sistem komando agar platform baru benar-benar menambah kemampuan, bukan hanya menambah jumlah alat.

Karena itu, latihan lintas skuadron menjadi penting. Helikopter angkut dan helikopter serang memiliki prosedur berbeda, dan keduanya harus bisa dioperasikan dari dek yang sama tanpa saling mengganggu jadwal.

Rubrik ini pernah membahas kepercayaan publik terhadap institusi pertahanan dalam artikel TNI Lembaga Paling Dipercaya Publik. Pembahasan lain soal kemampuan alutsista ada di artikel F-16 TNI AU Lepas Landas di Tol Paspro.

Posisi dalam Modernisasi Alutsista

KRI Sriwijaya-100 bukan satu-satunya pengadaan besar tahun ini. TNI AL juga menerima KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321, serta menunggu dua fregat kelas Istif dari Turki dan fregat Merah Putih buatan PT PAL.

Ada pula kapal selam Scorpene dari Prancis dan kontrak sistem pertahanan pesisir berbasis rudal Brahmos dari India. Deretan itu menunjukkan arah modernisasi yang tidak lagi hanya berfokus pada satu matra.

Pertanyaannya, apakah penambahan platform diikuti kesiapan logistik dan anggaran. Tanpa itu, alat baru bisa berhenti di pelabuhan karena kekurangan suku cadang atau awak terlatih.

Publik berhak menuntut laporan berkala soal kesiapan operasi kapal ini. Informasi seperti jam layar, jumlah latihan, dan tingkat kesiapan komponen menjadi ukuran yang lebih jujur daripada sekadar foto kapal di pelabuhan.

Apa yang Diketahui dan Belum Terkonfirmasi

Yang sudah diketahui: latihan berlangsung 2 November 2026 dengan lima helikopter, terdiri dari tiga AS565 MBe Panther dan dua Bell 412. Latihan mencakup lepas landas, mendarat, dan simulasi penanggulangan bencana.

Yang belum terkonfirmasi: jadwal pasti retrofit, spesifikasi akhir sistem tempur, dan jumlah pesawat yang akan benar-benar dioperasikan dari kapal. Pemerintah belum mengumumkan rincian kontrak retrofit secara terbuka.

Belum ada pula keputusan resmi soal penempatan kapal induk untuk operasi karhutla. Opsi itu masih dalam kajian, sehingga belum bisa dipastikan kapan dan di mana kapal akan diterjunkan.

FAQ Seputar KRI Sriwijaya-100

Berapa helikopter yang berlatih di dek? Lima unit, terdiri dari tiga AS565 MBe Panther dari Skuadron Udara 100 dan dua Bell 412 dari Skuadron Udara 400 Wing Udara 2.

Apakah kapal ini sudah siap tempur? Belum sepenuhnya. Sejumlah sistem masih menunggu retrofit di PT PAL bersama Fincantieri dan Leonardo, dengan perkiraan biaya Rp7,2 triliun sampai Rp16,8 triliun.

Apa fungsi utama kapal induk ini? Diprioritaskan untuk operasi militer selain perang, seperti bantuan bencana dan logistik, sekaligus sebagai pusat komando operasi laut dan sarana diplomasi pertahanan.

Baca juga

Kumpulan berita terbaru seputar berita Luwu Timur ada di kanal berita Luwu Timur.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga