Rabu, 21 Oktober 2026 | WITA Cepat • Berani • Dekat dengan Warga
SuaraLutim - Suara Warga, Kabar Luwu Timur
Viral Nusantara

Politik Nasional: Demo Eropa Meluas, WNI Diminta Waspada

20 Oktober 2026 • zul • 25 kali dibaca
Massa peserta demonstrasi biaya hidup di Paris pada 17 Oktober 2026
Silanoc, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons
ASM Group
Iklan

Isu politik nasional kembali menyentuh soal perlindungan warga di luar negeri. Gelombang demonstrasi menentang kenaikan biaya hidup meluas di sejumlah negara Eropa, dari Prancis, Italia, Belgia, Portugal, hingga Albania. Wakil Ketua Komisi I DPR Sukamta meminta Kementerian Luar Negeri meningkatkan perlindungan bagi warga negara Indonesia yang berada di kawasan terdampak.

Apa yang Terjadi di Eropa

Aksi unjuk rasa besar berlangsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026, di beberapa negara sekaligus. Menurut laporan detikcom yang mengutip Reuters, aksi di Italia, Belgia, dan Portugal didorong oleh kenaikan biaya hidup. Di Albania, tuntutan peserta mencakup dugaan korupsi pemerintah, kurangnya lapangan kerja, dan standar pendidikan yang dinilai buruk.

Prancis menjadi pusat gelombang protes tersebut. Pemerintah Prancis memperkirakan sekitar 550 ribu orang ikut turun ke jalan, sementara serikat pekerja CGT menyebut angka 800 ribu peserta. Perbedaan angka itu lazim terjadi karena metode penghitungan kedua pihak berbeda.

Di Italia, demonstrasi di Milan awalnya berlangsung damai sebelum berubah menjadi bentrokan. Media Italia melaporkan empat polisi dan sekitar 20 demonstran mengalami luka, sementara lebih dari 50 orang diamankan. Bentrokan serupa dilaporkan terjadi di Turin dan Bologna.

Tata Atur
Iklan

Di Belgia, polisi di Brussels menembakkan gas air mata dan memakai meriam air untuk membubarkan massa. Aksi serupa berlangsung di Liege. Menteri Dalam Negeri Belgia menyatakan peristiwa itu bukan lagi sekadar aksi protes, melainkan kekerasan terorganisasi dan berulang.

Politik Nasional di Negara-negara Itu Ikut Memanas

Perdana Menteri Prancis Sebastien Lecornu menyebut jumlah korban tidak lebih banyak merupakan hal yang layak disyukuri. Menurut laporan AFP, sekitar 1.200 orang ditangkap dan 150 polisi mengalami luka. Beberapa fasilitas publik rusak, termasuk balai kota di Limoges dan kantor dinas pariwisata di Lyon yang dibakar.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan pihaknya bersatu melawan pihak yang disebutnya sebagai pengasut kekacauan. Di Italia, Perdana Menteri Giorgia Meloni menegaskan berunjuk rasa adalah hak, tetapi membakar kota bukan bagian dari hak itu. Wali Kota Milan menyebut alasan protes bisa dipahami, tetapi kekerasan terhadap aparat tidak dapat dibenarkan.

Latar ekonomi menjelaskan mengapa aksi ini meluas. Inflasi tahunan Prancis tercatat 3,1 persen pada September 2026, naik dari 2,4 persen pada Agustus. Inflasi Italia mencapai 4,2 persen pada periode yang sama, sedangkan inflasi Portugal 3,6 persen.

Persoalan perumahan memperkuat tuntutan di Portugal. Harga rumah di negara itu meningkat lebih dari dua kali lipat sejak 2017, sementara harga sewa kontrak baru juga naik hampir serupa. Di Belgia, tuntutan mahasiswa berfokus pada biaya pendidikan dan rencana penghematan anggaran pendidikan.

Respons Komisi I DPR dan Kemlu

Sukamta meminta kedutaan besar dan konsulat jenderal RI di negara-negara tersebut meningkatkan kewaspadaan. Menurutnya, pemerintah perlu mengantisipasi kemungkinan memburuknya situasi yang dapat mengganggu keamanan warga negara Indonesia. Pernyataan itu disampaikan pada 20 Oktober 2026 seperti dikutip pemberitaan detikcom.

Politikus PKS itu menyoroti kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus, yaitu mahasiswa, pekerja migran, dan wisatawan Indonesia. Ia meminta KBRI dan KJRI memastikan jalur komunikasi darurat mudah dihubungi dan bantuan konsuler bisa segera diberikan. Perwakilan RI juga diminta aktif berkomunikasi dengan komunitas warga Indonesia dan organisasi mahasiswa.

Kementerian Luar Negeri sebelumnya menyatakan belum ada laporan warga Indonesia yang terlibat maupun terdampak. Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia Kemlu, Heni Hamidah, menyampaikan hal itu pada 19 Oktober 2026. iNews melaporkan KBRI Paris dan KBRI Roma telah memberi imbauan kepada seluruh warga Indonesia di wilayah masing-masing.

Imbauan tersebut mencakup kehati-hatian, pemantauan informasi resmi otoritas setempat, dan penghindaran lokasi demonstrasi. Warga juga diminta menyesuaikan rencana perjalanan dengan memperhatikan kemungkinan gangguan transportasi umum.

LPK Lunarica
Iklan
Redaksi SuaraLutim

Tim redaksi SuaraLutim mengabarkan isu Luwu Timur secara cepat, berani, dan dekat dengan warga. Setiap informasi diverifikasi sebelum diterbitkan.

Baca Juga